Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Pengalaman Menginap yang Tak Terlupakan di OMKARA Resort

Suara gemericik air dan kicauan burung di kejauhan membangunkan aku. Dengan perlahan kubuka mata satu persatu. Sejenak kuedarkan pandang ke sekeliling kamar.

"Dimanakah aku?"

Ku berjalan menuju pintu kaca yang masih tertutup gorden lebar. Perlahan kugeser pintu transparan itu. Kuberanjak keluar kamar dan kulayangkan pandangku ke segala arah. Hanya gelap yang terlihat dan semburat warna oranye sedikit menerangi sawah di ujung timur. Ku cubit pipi kiriku, apakah aku bermimpi? Tempat ini begitu sejuk, padahal tak ada mesin pendingin udara terpasang. Udara segar tanpa polusi dengan mudah masuk ke paru-paru. Suara air sungai mengalir juga makin terdengar jelas. 


Sambil berusaha mengingat dimana aku sekarang, kuhempaskan pantatku di sofa merah dan kuselonjorkan kaki. Lukisan bernuansa Bali di dinding membuatku serasa  berada di Pulau Dewata. Apalagi payung disudut ruangan mengingatkanku pada payung kayu yang pernah kulihat di rumah temanku di Bali. Dakon dari kayu membawa memori masa kecil, sebuah permainan yang sering aku mainkan bersama teman dikampung halaman. Begitupun patung Loro Blonyo, sepasang patung pengantin duduk manis di meja kecil. Membuat aku semakin penasaran.

"Dimanakah Aku?"



Ku masuk kembali ke dalam kamar, Mas Bojo dan anak lanang masih tidur dengan anglernya, menandakan betapa nyamannya mereka tidur disini. Ku ambil ambir putih di dekat TV. Segera kuminum air kemasan itu. Air segar membasahi kerongkongan dan membuat aku lebih fokus. 
 

OMKARA Resort. Ya, aku baru ingat jika kemarin sore kami berempat menginap di OMKARA resort yang berada di daerah Jogja Utara. Sebuah resort yang membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Beberapa waktu yang lalu aku memang pernah lunch disini dan melihat keindahan dan tentremnya suasana disini menbuat aku  bertekad, suatu hari harus menikmati indahnya suasana OMKARA Resort bareng Mas Bojo dan duo anak lanang.



Rupanya Tuhan mengabulkan doaku, undangan untuk menginap disini benar-benar membuat aku senang. Bisa menikmati satu dari 6 kamar deluxe yang ditata ekslusif dengan nuansa alam. Ah, next time aku harus booking salah satu dari villa private yang ada di OMKARA Resort. Bisa muat dua keluarga dengan kolam renang pribadi, mini kitchen, bar, living room dan taman yang luas serta joglo diujung taman yang bisa digunakan untuk ngobrol bareng anggota keluarga.

Resort Bagus di Jogja, OMKARA Resort


Segera kuhabiskan segelas air dan kembali ke luar kamar. Aku ingin menikmati heningnya pagi dan suasana resort yang tenang. Berada di OMKARA Resort membuat aku seperti berada di dunia lain. Jauh dari hiruk pikuk kota, dari ramainya para perempuan bergunjing saat berkumpul atau sejenak melupakan tumpukan pekerjaan di meja kantorku yang belum selesai.




Mumpung ketiga lelakiku masih tidur, aku berjalan menyusuri resort yang masih gelap. Beberapa lampu taman membantuku melihat jalan setapak dari batu. Suara sungai memanggilku, dan dengan perlahan kuturuni  jalan berundak menuju sungai dan kolam dibawah.




Resort ini dikelilingi dua buah  sungai.  Mengalir langsung dari kaki gunung Merapi. Ya, resort ini berada di daerah Turi. Dekat dengan Gunung Merapi. Tak heran jika suasana alam begitu lekat disini.

Jika mengajak anak-anak, ajak mereka main ke sungai. Tak usahlah takut kotor. Tapi tetap dalam pengawasan. Begitupun anak saya, mereka excited banget melihat sungai, jembatan kecil dan air terjun mini. Sayang, semalam hujan deras dan air sungai pasang. Tak tega saya melihat anak-anak nyemplung, apalagi arusnya deras.

Puas berkeliling, aku kembali ke kamar. Mengecek apakah duo anak lanang sudah bangun. Takutnya dek Saka menangis. Karena saat bangun tidur, dia harus melihat Ibuknya didepan mata.






Ok, aku ceritakan apa aja fasilitas didalam kamar ya. Ada wastafel dengan dua handuk kecil untuk muka. Baru sekali ini saya menginap dihotel dan disediakan handuk kecil. Biasanya hanya ada dua handuk besar untuk mandi. Sedang pihak resort menyiapkan tiga handuk besar untuk kami. Mereka tahu jika kami tak hanya berdua, melainkan berempat.


Selain sofa di depan kamar, ada meja makan disamping dan dua kursi kayu. Cocok banget buat duduk berdua di malam hari sambil menikmati kopi, serta curhat tentang naiknya harga sembako sama Mas Bojo.
Dari rumah aku sudah menyiapkan lotion anti nyamuk. Kawatir kalau banyak nyamuk dan serangga karena banyak pohon di sekitar resort. 


Rupanya pihak resort sudah mengantisipasi hal ini. Anti nyamuk listrik sudah dipersiapkan di rak bawah bersama beberapa sandal kamar. Semalaman duo anak lanang tidur lelap tanpa terganggu dan tidak kedinginan karena AC. Ohya, resort ini tidak memasang pendingin udara. Semua kamar dilengkapi kipas besar di langit-langit. Saat siangpun tak perlu memakai kipas. Buka saja pintu lebar, dan angin dari sawah masuk dengan leluasa.



Tak lama kemudian, duo anak lanang bangun. Segera kuajak mandi. Setelah mereka ganteng #ehem, langsung bermain keluar dan melihat suasana di resort. Kalau si Mas sudah bisa dilepas jalan sendiri, beda dengan dek Saka yang harus saya gandeng. Karena jalan berbatu dan naik turun. Tapi dasar anak ngeyel, dia maunya lari-lari, dan giliran Ibuknya yang kerepotan ngejar.




Rupanya Mas Nathan terpesona akan keindahan resort, sepertinya dia betah disini. Sabar ya, nabung dulu next time kesini lagi. Tak lama, mas Bojo muncul dan sudah rapi. Pasti dia sudah lapar dan mengajak kami ke resto untuk makan pagi. Ada menu Indonesia dan barat. Pengelola hotel akan menanyakan menu apa yang kita inginkan untuk sarapan pagi. Aku memesan nasi goreng dan mie goreng kesukaan Nathan, ples teh serta kopi panas dan jus jeruk.






Sambil makan anak-anak heboh bercerita tentang sungai disamping resto. Tanya tentang ikan, burung yang terbang dan beberpa pohon yang tumbuh disana. Bahagia rasanya, mereka ternyata juga menikmati alam ini. Mereka juga hepi melihat asrinya alam. Tak melulu gembira karena main timezone di mall.





Perut kenyang dan saatnya berenang. Yeee, di OMKARA Resort ada dua kolam renang. Yang satu berada di area villa, dimana hanya khusus digunakan untuk pengunjung yang menginap disana. Sedang untuk tamu yang menginap dikamar deluxe juga disediakan kolam renang sendiri.


Menginap sehari semalam di OMKARA Resort rasanya belum puas, seandainya aku bisa berlama-lama disini pasti bisa bikin novel kayaknya. Duduk di depan kamar sambil mendengarkan nyanyian alam dan dinginnya angin saat mencium pipi. Pasti banyak inspirasi masuk ke otak.


Sayang, aku harus segera chek-out dan melanjutkan pekerjaan ke Jogja City Mall. Yes, Puji Tuhan. Ada job yang harus aku selesaikan di hari itu juga. Terimakasih tak terhingga kami ucapkan kepada pihak manajemen OMKARA Resort yang diwakili Bapak Agus Deden sebagai manager. Begitu pula dengan Ibu Erna dan Pak David selaku owner yang berbaik hati memberi kami kesempatan untuk menikmati "semalam tak terlupakan di OMKARA Resort". Semoga dilain waktu diberi kesempatan untuk bisa mengunjungi Ibu di Bali.



Baca Juga :
http://www.primahapsari.com/2015/08/omkara-resort-resort-cantik-di-jogja.html
http://www.primahapsari.com/2015/11/garden-wedding-party-at-omkara-resort.html

Comments

  1. Asik banget nih resortnya. Kapan2 nginep sana juga ah. Hehehe

    ReplyDelete
  2. Habis nginep di sini kemudian belanja belanji. Jos tenan. Hehe

    ReplyDelete
  3. wuah, keren banget iki resortnya maaak
    Boleh dicoba kalo ke jogja, yes

    --bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …