Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL

Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 

Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.

Temen saya, Adimas yang menjadi guide walking tour ini. Dia mahasiswa arsitektur sekaligus pecinta budaya dan bangunan heritage. Anaknya super kocak dan banyak informasi tentang bangunan-bangunan di Kotagede yang saya dapat. Ehm. tak banyak lho anak muda yang paham sejarah-sejarah bangunan bersejarah. Kebanyakan sih cuma pada suka foto-foto tanpa tahu makna dan nilai dibalik bangunan itu.

Okey. Yuk, ikutin jalan-jalan aku ya. 

1. Masjid Perak Kotagede

Setelah berjalan kaki sekitar 300an meter kami sampai di Masjid Perak Kotagede. Masjid ini merupakan masjid bersejarah yang didirikan oleh tiga tokoh Muhammadiyah, yaitu H Mashudi, H Mudzakir, dan KH Amir. Masjid Perak Kotagede sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Masjid ini berada di kompleks perkampungan. Jalan di depan masjid hanya gang kecil yang bisa dilewati motor. Bangunan sekarang merupakan bangunan baru.




2. Rumah Kalang/ Omah Pesik


gang kecil di kotagede , dengan rumah pesik yang berdinding hijau
Perjalanan berlanjut dengan menyebrang jalan utama Kotagede. Kemudian kami memasuki gang kecil. Kalau nggak salah nama gangnya gang Soka/Omah UGM. Dimas, mengajak kami berhenti di depan rumah besar, dengan tembok yang tinggi bercat hijau. Rumah besar ini terlihat berbeda dengan rumah disekitarnya. Lebih tinggi dan lebih kokoh. 


Dimas bercerita jika rumah ini dulunya merupakan rumah Wong Kalang atau orang Kalang. Mereka termasuk orang Jawa tetapi mereka bukan Wong Jawa pada umumnya dan mempunyai budaya berbeda dengan orang Jawa. Wong Kalang berprofesi sebagai pedagang atau tukang dan kebanyakan dari mereka sangat kaya. Mereka juga menikah hanya dengan kalangan sendiri sesama Wong Kalang dan tidak diperkenankan menikah dengan orang di luar Wong Kalang. Rumah-rumah Wong Kalang bak istana di abad ke-20, tak heran Wong Kalang kaya raya karena mereka memiliki jiwa entreprenur yang kuat dieranya dan cenderung kikir dan sangat hemat.



Rumah Wong Kalang ini sekarang dimiliki oleh pak Rudi Pesik, setelah dibeli 20 tahun yang lalu Rumah Pesik dibuka untuk umum. Ada coffe shop yang menyimpan barang-barang etnik. Sayang , kami cuma lewat didepannya dan belum masuk. Mungkin lain waktu kudu ngopi-ngopi didalam Rumah Pesik.




3. Omah UGM


Perhentian selanjutnya yaitu Omah UGM. Rumah ini dulunya adalah rumah milik Parto Darsono, terletak di Kampung Bodon, Jagalan. Bangunan ini dinamakan Omah UGM dikarenakan setelah gempa tahun 2006, banyak rumah adat yang terkena dampak. Banyak bangunan yang rusak dan rubuh seketika saat gempa terjadi. Sementara itu, UGM mengambil peran untuk melestarikan pusaka Kotagede dengan membeli rumah ini. Saat ini bangunan ini dijadikan sebagai Pusat Pergerakan Pelestarian.

Baca juga : Enaknya Mendoan Kebumen 

http://www.primahapsari.com/2019/02/mendoan-khas-banyumas.html

Tidak ada tiket masuk resmi tapi pengunjung bisa memberikan dana sosial bagi penjaga atau membeli buku guiding yang disediakan oleh penjaga di Omah UGM.





4.  Kompleks Masjid Besar Kotagede


Menyusuri gang-gang kecil, kiri kanan bangunan tua membawa saya ke ruang waktu tertentu. Berasa ada di jaman Belanda. Setiap sudutnya terasa eksotis dan menarik, apalagi sebelum bangunan-bangunan ini dipugar dan sekitarnya masih bangunan asli jaman dulu ya. Pasti sangat menarik.




Teman-teman, menyusuri Kotagede bukan sekedar melihat bangunan tua tapi memahami sejarah berdirinya bangunan tersebut, mengetahui fungsinya dan tentu nilai-nilai sosial.

Baca juga : Restoran Kampung Daun Bandung

Jika kalian berenacana ke Jogja, wajiblah mencoba walking tour Kotagede. Sensasinya berbeda lho. Untuk menginap kalian bisa sewa villa murah di Jogja . Banyak pilihan sewa murah dan bagus.

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…