Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Tahun Ajaran Baru, Nggak Semua Harus Baru!


alat tulis
Sejak pekan lalu toko buku dan alat tulis, toko sepatu hingga toko pakaian yang menjual seragam sekolah selalu penuh sesak. Orang tua beserta anaknya berbondong-bondong belanja keperluan sekolah. Terlebih bagi yang baru masuk sekolah pertama kali, pasti excited dan rasanya ingin memborong semua barang yang ada disitu.

Begitupun saya, si Mas tahun ini masuk SD dan si adek masuk TK kecil. Sebagai ibu yang baik saya juga belanja keperluan sekolah mereka donk. Kebetulan saya belanja sendiri setepah pulang kantor, nggak perlulah bawa mereka suruh milih mana yang disukai atau tidak. Bisa berabe, kelamaan dan boros. LoL

Tahun ajaran baru memang identik dengan semua baru. Tapi hal itu tidak berlaku bagi saya. Saya memang mamak pelit. Hahaha. Tidak semua peralatan sekolah saya beli, padahal sewaktu di toko dan liat barang-barang bagus dan lucu pengen beli semua, ngebayangin duo anak lanang pake tas baru yang kinclong dan alat tulis semua baru. Nampak keren. 

Yah, berhubung duo anak lanang punya emak yang medhit, mereka gagal jadi siswa baru dengan perlengkapan sekolah yang kinclong dan baru semua. Sabar gaes, sebenarnya saya tuch nggak pelit-pelit amat kok. Cuma lebih efisien dan efektif, 'pan udah jadi followernya Jouska_id harus pinter memanage uang donk. ((nggaya))

Ada beberapa pertimbangan kenapa di tahun ajaran baru tidak semua barang harus baru, antara lain:

1. Duo anak lanang masih punya tas yang bagus, belum rusak dan layak digunakan.

 Mereka punya tas kembar, jadi kalau yang satu beli lainnya juga harus dibelikan. Saat ini mereka masih punya tas jaman TK dan adek sejak PAUD. Tas tersebut menurut saya masih utuh, bagus, belum rusak dan sayang banget kalau nggak dipakai. Meskipun tas lama dari tahun lalu atau mungkin tahun sebelumnya , tas bergambar transformer itu bakalan sedih kalau dianggurin atau cuma dioprokin di pojokan kamar. Inget film Toy Story 'kan, gimana sedihnya Woody si koboi ketika Andy beranjak besar dan dia tidak dijadikan mainan lagi. Ntar tasnya bisa nangis gaes. LoL

2. Alat tulis masih banyak dan masih bisa dipakai

Jenisnya alat tulis itu banyak mams, kalau untuk anak TK dan SD tentu tidak sebanyak SMP yang perlu bolpoin, busur dll. Saya amati yang dipakai anak-anak cuma pensil, penghapus, dosgrip, pensil warna, pastel, lem, rautan, buku tulis dan buku gambar. 

Pensil anak saya sudah buanyak dan mereka kebiasaan setiap punya baru pasti langsung dirautin sehingga hampir semua pensil udah siap dipakai. Emaknya pengen beli yang baru sih tetapi sayang juga kalau nggak digunakan. Lha wong yang lama ajah masih utuh. Mau buat apa gaes?

Begitupun dengan penghapus, kapan itu baru aja buka penghapus baru dan baru kepake sedikit banget mosok terus dibuang ganti yang baru. Mubazir banget tho yo. Tetapi untuk buku tulis dan gambar saya beli baru semua, nggak lucu kali anak baru tapi buku tulisnya udah oret-oretan. Lagian anak SD keperluan lebih banyak dari anak TK. So, untuk urusan buku tulis dan gambar emaknya kagak boleh pelit gaes. :)

Untuk sepatu harus yang baru, bukannya sepatu lama rusak tetapi sepatu mas berwarna-warni padahal untuk SD sepatu diwajibkan hitam. Jadi tetep beli donk, sepatu yang lama masih digunakan saat olahraga ataupun jalan-jalan.

3. Mengajari mereka untuk hidup  prihatin

Dari lubuk hati yang paling dalam, sebagai orangtua yang budiman, baik hati, tidak sombong tapi tidak suka menabung ini saya ingin sekali melihat duo anak lanang masuk ke sekolah baru menggendong tas berukuran lebih besar dari tas lama dan baru. Bergambar idola mereka dan berisi alat tulis yang sepaket dan setema. Pengen gaes. Tetapi saya nggak boleh "egois" dalam belanja, nggak kalap dan mengajari mereka untuk hidup sederhana. Jika barang lama masih ada, bisa dipakai kenapa harus membeli yang baru dan barang lama jadi useless

Toh, sampai sekarang mereka juga nggak ngotot minta ini itu yang baru. Mereka tetap sih minta "Buk, beli tas donk" tetapi dengan sedikit pengertian saja mereka bisa mengerti dan have fun saja memakai barang yang lama.

Saya ingin mereka menjadi anak yang tidak manja, sederhana dan bisa memaknai setiap perjuangan. Saya tidak ingin menjadi anak arogan yang selalu marah jika keinginannya tidak dituruti. Beruntung sih saya anak saya terhitung jarang banget tantrum sejak kecil. 

Sering saya melihat anak mengamuk ketika tidak dibelikan mainan baru, ngambek saat lebaran tidak beli baju baru dan ditingkat dewasa banyak anak yang marah bahkan mengamuk pada orangtuanya karena tidak dibelikan motor. Ehm, saya berdoa pada Tuhan semoga anak saya kelak tidak seperti itu.

Tentunya hal itu melalui proses, pendidikan karakter tidak bisa instant. Semua harus dibiasakan dan diajari sejak dini. Btw, hidup sederhana itu bukanya kekurangan tetapi mengajari anak untuk menghargai uang dan menggunakan secara bijaksana. membeli barang karena memang dibutuhkan. Kalau ada pakaian dan perlengkapan sekolah yang masih bagus dan bisa digunakan kenapa harus beli yag baru.

Tak perlu gengsi gengs, yang penting esensinya.

Jadi, menurut kamu, di tahun ajaran baru ini semua mesti baru nggak?

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…