Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Pentas Seni TK Eksperimental Mangunan


Tak seperti semester sebelumnya, di akhir semester genap ini saya lebih bersemangat menantikan pentas seni anak-anak TK Mangunan. Jika di semester sebelumnya Mas Nathan masih ogah-ogahan ikut latihan nari tapi di semester ini dia mulai antusias mengikuti latihan nari dan nyanyi bersama teman-temannya.

Beberapa cara juga saya gunakan agar dia makin bersemangat ikut latihan dan akhirnya berani naik panggung bersama teman-temannya. Dari merayu dia, menjanjikan jalan-jalan atau membelikan tas baru.

Sabtu pagi jam setengah 8 saya sudah sampai di sekolah TK Mangunan bersama Mas Bojo dan duo anak lanang. Sudah ada beberapa orang tua dan anaknya serta Ibu  Guru, yaitu bu Rumai dan bu Dewi. Mereka terlihat sibuk memakaikan kain jarik dan stagen sebagai  kostum pentas.

Bu Dewi nampak bersemangat memakaikan kostum ke anak-anak


Setelah menyapa mereka saya juga cari posisi untuk memakaikan kostum mas Nathan. Belajar sebentar dari Ibu yang lain dan akhirnya bisa juga memakaikan kain jarik sebagai celana/bawahan dan stagen. Seseuai keputusan rapat wali murid, kami memang tidak menyewa kostum agar tidak memberatkan secara ekonomi dan cukup memakai kain jarik serta stagen.

Mama Ale juga sibuk memakaikan jarik ke putranya

Ehm, ternyata tidak gampang lho gaes, saya beberapa kali pasang bongkar pasang bongkar sampai terlihat rapi tapi nyaman dipakai saat lompat-lompat. Selesai mendandani Nathan saya ((sok pintar))mendandani anak yang lain, yaah hasilnya lumayan lah. ((ciyus?))

Karena anak saya cowok, jadi tidak di make up seperti anak cewek. Padahal saya sudah bawa alat make up lengkap, ya pikiran saya anak-anak bakal di kasih kumis atau sedikit bedak.

Pentas seni di bulan Juni kemaren sebenernya dalam rangka perpisahan anak TK kelas B yang sudah lulus. Anak TK A ikut menyumbang pertunjukkan yaitu tari dan nyanyi.

Host cilik Mangunan


Tepat pukul setengah sembilan acara dimulai. Di buka oleh 4 MC cilik dari anak kelas SD Mangunan. Salut ya, mereka berani dan pintar merangkai kata di hadapan tamu anak-anak dan orang tua murid. Tema acara tentang liburan ke dunia Mangunan, sehingga kostum mereka kayak orang mau piknik gaes.




Beberapa acara awal seperti opening, sambutan kepala sekolah, sambutan dari panitia, sambutan dari wali kelas B dan yang ditunggu -tunggu pementasan anak-anak.Saya pun sudah tak sabar melihat Mas Nathan tampil sambil deg-deggan, was-was juga saat mendekati menit terakhir. Takutnya dia tiba-tiba demam panggung dan nggak jadi tampil menari bersama teman-temannya.


Mas Nathan berbaju hijau duduk paling depan menunggu waktu tampil

Sesi hiburan dimulai dengan penampilan kelas B perempuan, mereka dengan sumringah menarikan lagu topi dalam versi Jawa. Lucu juga melihat mereka berjoged dan berlenggak lenggok. Apalagi lagunya baru saya dengar pertama kali.





Yang bikin lucu lagi, make up dari anak laki-laki kelas B, pipi mereka diberi pewarna merah dan ada balon yang ditalikan di belakang sehingga jariknya terlihat menggembung. Seperti halnya dengan kelas A, kostum anak kelas B juga hanya berupa kain jarik dan stagen kemudian dimodifikasi sedemikian rupa. Bagus jugayaa, mirip rok batik.



Acara inti yaitu penyerahan ijazah kelulusan bagi anak kelas B dan foto bersama bersama guru berlangung lancar. Anak kelas B telah lulus dan bersiap memasuki ke jenjang berikutnya. Anak-anak dan guru terlihat bahagia apalagi wajah orang tua mereka. Suasana makin haru saat anak kelas B menyanyikan lagu Guruku Tersayang dan kemudian menyerahkan setangkai bunga mawar ke Ibu masing-masing. sumpah deh, saya ikutan nangis melihat keharuan itu. Apalagi tahun depan Mas Nathan yang langsung memberikan bunga ke saya. Bisa mewek saya.






Dan, yang dinantikan tiba. Mas Nathan dan anak kelas A bersiap naik ke panggung. Senyum manisnya meyakinkan saya jika dia siap pentas dan sudah mengalahkan rasa mindernya. Saya excited banget, akhirnya dia pede dan mengalahkan rasa takutnya. Anak saya yang pemalu sudah tak lagi pemalu, dia sudah seperti anak-anak lainnya. Ternyata yang bangga tak hanya saya, tapi juga guru-gurunya. 

Nathan yang selama ini tidak mau ikut kelas menari dan ogah-ogahan kalau diajak tampil di depan sekarang sudah mulai berani. Di hari-hari terakhir sebelum pentas dia selalu cerita dengan antusias tentang latihan menari dan hari itu dia menunjukkan pada saya, Nathan bukan anak pemalu tapi anak hebat.

Sobat Prima, mungkin ada diantara kalian yang memiliki anak atau adik yang pemalu. Jangan under estimated terhadap mereka, tapi beri dukungan dan SABAR. Yes, sabar itu kata kuncinya. Anak pemalu sebenarnya sama dengan anak yang lain, hanya mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk berani bergaul, atau tampil di depan banyak orang. Jika diusia 3 tahun mereka masih malu-malu, setahun lagi pasti berbeda dan seiring bertambahnya waktu mereka akan sama dengan anak yang lain.

Okey, kembali ke acara tutup tahun dan pelepasan anak kelas B ya gaes. 

Pak Daru mengiringi anak anak bernyanyi


Setelah anak kelas A tampil, beberapa anak kelas B mementaskan drama musikal.Diiringi  petikan gitar dari Pak Daru, guru musik TK Mangunan anak-anak bernyanyi dengan membawa beberapa atribut. Ada yang bercerita tentang mobil, pekerjaan, alam dll. 

Woi, ada Bo Bo Ho


Setelah semua acara selesai, ibu guru membantu melepaskann kostum anak-anak. Kemudian melipat jarik dan stagen mereka. Begitupun saya juga melepas jarik dan stagen Mas Nathan. Ohya gaes jika kamu belum pernah make stagen pasti nggak tahu ribetnya menggulung stagen, butuh kesabaran euy.




Ehm, jujur hari itu 11 Juni 2016 saya bahagia, saya bangga, anak lanangku sudah melewati rasa mindernya dan semoga ke depan dia semakin berani dan bisa menunjukkan potensi dirinya. OK gaes, jangan lupa selalu dukung anak-anak dan beri mereka "waktu" untuk menunjukkan betapa hebat mereka.

Baca juga : TK E Mangunan, Sekolah Anti Mainstream



Comments

  1. Mbak Prima aku jd keinget masa kecilku suka mentas2 nari (dan nyani).
    Itu mengajarkan anak2 berani eksis dan PD ya mbak. TFS :)

    ReplyDelete
  2. melatih kepercayaan diri anak tampil ya mbak

    ReplyDelete
  3. wah sekolahnya keren mbak. jawa banget..

    ReplyDelete
  4. Lucu amat! Gimana caranya memakaikan stagen sepanjang itu ke anaknya? :-D

    ReplyDelete
  5. Pentas seni selain mengasah bakat anak juga mengasah rasa percaya diri

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …