Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2014

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Sakitnyaa

Plak!
Rasanya seperti tertampar.
Sakit....disini sakitnya--nunjuk dada.

Niatnya sich curhat ke temen-temen kantor kalo saya mau nyapih si Saka, anak saya yang kedua. respon mereka saya malah dikira hamil lagi, seperti pengalaman yang dulu, terpaksa menyapih diumur 1,5 tahun karena keburu saya isi lagi.

"Tidak, saya ga hamil lagi keles............." spontan saya teriak.

Alasan saya mau nyapih karena dah 3 mingguan ini Saka selalu nggigit saat menyusu, dan saking ga tahannya saya berniat untuk menyapih. Luka yang saya derita -halah- sudah terlalu dalam, kadang sampai berdarah-darah dan rasanya------ehm, seperti disilet saudara. Dan ada alasan tambahan, saya mau diet.

Teman di kantor, terutama emak-emak pada protes dan menasihati --tapi dengan nada memarahi--
"Jangan dik, kasihan Saka masih kecil, ntar nyesel lho, diterusin sampai dua tahun dulu, proses menggigit paling cuma beberapa hari (dah 4 minggu kali), ditahan kalo sakit, jangan egois jadi ibu"

Clepp.
Saya terd…

Kepik-Kepik Cantik

Di Minggu pagi yang cerah, serombongan anak-anak terlihat berlarian menuju persawahan di ujung desa. Wajah sumringah terpancar dari wajah mereka, saling berkejaran dan bercanda. Banyak kesamaan diantara mereka, mereka bersaudara.

Keempat anak itu  terlihat keluar dari sebuah rumah diujung kampung, Rumah Simbok.
Simbok, seorang nenek tua yang sangat bahagia saat akhir minggu menjelang. Semua anak-anak dan cucu datang menengok Beliau. Ya, apalah kebahagiaan seorang yang sudah renta selain kehadiran anak cucunya.

Anak-anak itu berjalan menyusuri pematang, menyebrangi kali kecil. Sesekali berhenti, menunduk dan mengambil sesuatu diantara dedaunan.
"Hore, aku entuk kepik" Seru gadis kecil berambut panjang.
Ternyata dia mendapatkan seekor kepik, serangga kecil yang sangat cantik. Gadis itu tertawa kegirangan saat merasakan kepik kuning merayap di telapak tangannya.
Buru-buru dia memasukkan kepik itu ke dalam plastik kecil, seakan-akan khawatir kumbang kecil itu akan terbang.
Ketig…

Tutup Muka Ahhhhh

Sebel....
Anyeel...
Mangkel...
Malu.....

Kalau ingat kejadian itu, cuman bikin ati nyesek. Hal memalukan itu terjadi semasa saya SMP, semasa saya masih (merasa) langsing dan banyak fans, hohoho.....  Kalo inget insiden itu  saya suka ketawa sendiri  dan merasa "alangkah bodohnya saya". It's silly moment, girl.
Ceritanya begini, suatu hari saya sedang mengikuti pelajaran olah raga di lapangan bola di depan sekolah. Lapangan itu tidak hanya digunakan oleh saya dan teman sekelas, tapi digunakan berolah raga juga oleh kakak kelas. Nah, saat itu barengan ama kakak kelas yang jadi inceran saya karena orangnya caem bingit..Ehmm..(maap ya misua). Dan kayaknya tuch cowok juga kecantol ama saya karena pas olah raga nyuri-nyuri pandang ke saya (uhuiii...GR nich ye). Hati berbunga-bunga dah saat pandangan bertemu dengan si doi, hepi banget.
Tapi, kejadian yang membahagiakan itu tidak berbuah manis saudara-saudara, ada insiden yang memalukan yang terjadi selanjutnya. Entah disengaja…

Iwak Ingkung ala Warung nDesso

Iwak Ingkung dan Sego Gurih? Ehmmm...sajian ayam kampung yang sangat nikmat dan nasi gurih  langsung terbayang di pelupuk mata. Iwak Ingkung biasanya menjadi sajian saat ada kenduri di desa. Dulu, menikmati iwak ingkung hanya saat dapat "nasi besek" kenduri dari tetangga. Karena untuk memasaknya membutuhkan waktu yang lama dan agak ribet, terutama bagi yang males masak, like me, hohoho..

Buy the way busway, pada tahu Iwak Ingkung dan Sego Gurih nggak?

Ayam kampung utuh yang diolah dengan santan berbumbu rempah sampai empuuukk ini sungguh menggoda iman. Biasanya ayam disajikan utuh, tapi biar makannya ga berebut, saya pesan yang sudah dipotong sekalian, biar gampang ngambilnya. Cos, acara makannya bareng temen kantor, kalo ama keluarga mah asyik yang paket utuh, cuwil sana cuwil sini, hehehe.Iwak Ingkung ini biasanya ditemani ama Sego Gurih,kalo di Jakarta semacam nasi uduk.
Tapi, sekarang untuk mengobati kerinduan masakan tempo dulu ini langsung bisa didapatkan dengan meng…