Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2014

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Sakitnyaa

Plak!
Rasanya seperti tertampar.
Sakit....disini sakitnya--nunjuk dada.

Niatnya sich curhat ke temen-temen kantor kalo saya mau nyapih si Saka, anak saya yang kedua. respon mereka saya malah dikira hamil lagi, seperti pengalaman yang dulu, terpaksa menyapih diumur 1,5 tahun karena keburu saya isi lagi.

"Tidak, saya ga hamil lagi keles............." spontan saya teriak.

Alasan saya mau nyapih karena dah 3 mingguan ini Saka selalu nggigit saat menyusu, dan saking ga tahannya saya berniat untuk menyapih. Luka yang saya derita -halah- sudah terlalu dalam, kadang sampai berdarah-darah dan rasanya------ehm, seperti disilet saudara. Dan ada alasan tambahan, saya mau diet.

Teman di kantor, terutama emak-emak pada protes dan menasihati --tapi dengan nada memarahi--
"Jangan dik, kasihan Saka masih kecil, ntar nyesel lho, diterusin sampai dua tahun dulu, proses menggigit paling cuma beberapa hari (dah 4 minggu kali), ditahan kalo sakit, jangan egois jadi ibu"

Clepp.
Saya terd…

Kepik-Kepik Cantik

Di Minggu pagi yang cerah, serombongan anak-anak terlihat berlarian menuju persawahan di ujung desa. Wajah sumringah terpancar dari wajah mereka, saling berkejaran dan bercanda. Banyak kesamaan diantara mereka, mereka bersaudara.

Keempat anak itu  terlihat keluar dari sebuah rumah diujung kampung, Rumah Simbok.
Simbok, seorang nenek tua yang sangat bahagia saat akhir minggu menjelang. Semua anak-anak dan cucu datang menengok Beliau. Ya, apalah kebahagiaan seorang yang sudah renta selain kehadiran anak cucunya.

Anak-anak itu berjalan menyusuri pematang, menyebrangi kali kecil. Sesekali berhenti, menunduk dan mengambil sesuatu diantara dedaunan.
"Hore, aku entuk kepik" Seru gadis kecil berambut panjang.
Ternyata dia mendapatkan seekor kepik, serangga kecil yang sangat cantik. Gadis itu tertawa kegirangan saat merasakan kepik kuning merayap di telapak tangannya.
Buru-buru dia memasukkan kepik itu ke dalam plastik kecil, seakan-akan khawatir kumbang kecil itu akan terbang.
Ketig…

Tutup Muka Ahhhhh

Sebel....
Anyeel...
Mangkel...
Malu.....

Kalau ingat kejadian itu, cuman bikin ati nyesek. Hal memalukan itu terjadi semasa saya SMP, semasa saya masih (merasa) langsing dan banyak fans, hohoho.....  Kalo inget insiden itu  saya suka ketawa sendiri  dan merasa "alangkah bodohnya saya". It's silly moment, girl.
Ceritanya begini, suatu hari saya sedang mengikuti pelajaran olah raga di lapangan bola di depan sekolah. Lapangan itu tidak hanya digunakan oleh saya dan teman sekelas, tapi digunakan berolah raga juga oleh kakak kelas. Nah, saat itu barengan ama kakak kelas yang jadi inceran saya karena orangnya caem bingit..Ehmm..(maap ya misua). Dan kayaknya tuch cowok juga kecantol ama saya karena pas olah raga nyuri-nyuri pandang ke saya (uhuiii...GR nich ye). Hati berbunga-bunga dah saat pandangan bertemu dengan si doi, hepi banget.
Tapi, kejadian yang membahagiakan itu tidak berbuah manis saudara-saudara, ada insiden yang memalukan yang terjadi selanjutnya. Entah disengaja…

Iwak Ingkung ala Warung nDesso

Iwak Ingkung dan Sego Gurih? Ehmmm...sajian ayam kampung yang sangat nikmat dan nasi gurih  langsung terbayang di pelupuk mata. Iwak Ingkung biasanya menjadi sajian saat ada kenduri di desa. Dulu, menikmati iwak ingkung hanya saat dapat "nasi besek" kenduri dari tetangga. Karena untuk memasaknya membutuhkan waktu yang lama dan agak ribet, terutama bagi yang males masak, like me, hohoho..

Buy the way busway, pada tahu Iwak Ingkung dan Sego Gurih nggak?

Ayam kampung utuh yang diolah dengan santan berbumbu rempah sampai empuuukk ini sungguh menggoda iman. Biasanya ayam disajikan utuh, tapi biar makannya ga berebut, saya pesan yang sudah dipotong sekalian, biar gampang ngambilnya. Cos, acara makannya bareng temen kantor, kalo ama keluarga mah asyik yang paket utuh, cuwil sana cuwil sini, hehehe.Iwak Ingkung ini biasanya ditemani ama Sego Gurih,kalo di Jakarta semacam nasi uduk.
Tapi, sekarang untuk mengobati kerinduan masakan tempo dulu ini langsung bisa didapatkan dengan meng…