Skip to main content

Posts

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…
Recent posts

Peran PLUT Jogja dan Keberhasilan Pak Junus Menjadi Entrepreneur Keren

"Sugeng siang mbak, kesupen mboten kaleh kulo mbak (1) ?"  seorang Bapak-bapak menyapa saya dengan senyum ramahnya ketika saya berkeliling melihat-lihat pameran Expo

"Taseh Pak, lho nderek pameran wonten mriki tho (2)?" saya menyalami Bapak itu dan tak lupa berbagi senyum. Saya sudah familier dengan wajah itu tapi lupa namanya.

"Sekarang sudah nggak pernah ke kantor mbak lagi, dulu di AP selalu ramai ya" Bapak itu bernostalgia dengan beberapa kegiatan yang pernah beliau lakukan di kantor saya.
"Iya pak, bantuan sudah tidak di AP lagi, lha niki nderek pameran pak?" obrolan saya berlanjut dengan Pak Edi, dia dulu  ketua RT yang tinggal di Bantul dan beberapa kali mendapat dana hibah dari kantor saya.
"Lha ini sama Pak Junus, ikut pameran produk hasil pengolahan ikan mbak, kami satu grup kelompok pengolah ikan di Bantul mbak, beliau ini sudah sukses" kami lanjut ngobrol panjang lebar. 
"Pak Junus yang terkenal karena lele dan sering…

Cantik Tak Harus Mahal, Berikut 4 Alat Make Up Sederhana yang Bikin Kamu Cantik

Saya termasuk perempuan yang malas dandan. Terutama saat di rumah atau di kantor. Tapi, jangan salah, kalau lagi jalan ke mall, traveling atau hadir ke undangan event saya selalu terlihat (Nampak) cantik. Itu menurut pendapat saya, nggak tahu jika di pandangan kalian nampak berbeda. LoL
Bagi teman-teman kantor, pasti sudah hapal dengan kebiasaan saya jika jarang pake alat makeup di kantor. Terkadang mereka malah nyeletuk “Tumben pake lipstik mbak” saat lihat saya mengoleskanlipen di depan kaca.
Ah, mereka memang terlalu perhatian. Atau malah bikin saya keder pas mau make up. LoL
***
Saya sering posting #bareface di instastory atau di akun sosmed yang lain. Salah satu temen saya ada yang komentar seperti gambar dibawah.


Makeup merupakan rutinitas yang bagi sebagian wanita penting tapi bagi sebagian yang lain tidak terlalu penting.Ada yang malesanmacam saya, ada yang wajahnya sensitive, ada juga yang karena nggak punya alat make up. Hahaha, untuk point terakhir saya harap kalian bukan d…

Cafe BelajaR Ngopi Yogyakarta, Tempat Ngopi Sekaligus Belajar Ngopi

Hujan turun sangat deras. Biasanya saya tetap melaju menembus titik titik hujan. Tetapi kali ini saya memilih untuk berteduh. Kilat yang menyambar dan petir yang menggelegar tak urung membuat nyali saya ciut. Sebuah minimarket di jalan Taman Siswa  menjadi tempat berlindung dari hujan sekaligus berbelanja cemilan untuk buah tangan duo anak lanang. Sebuah pesan masuk melalui whatsapp. 
"Mbak, aku udah sampai di Belajar Ngopi, tapi disini masih deres" bisa saya tebak, adek lanang ( ketemu gede ) yang mengirim pesan.
"Ya, udah mau sampai, nunggu agak reda dulu yauw" saya ketik huruf perhuruf membalas chat Dimas.
Dua puluh menit berlalu. Petir tak lagi menggelegar sedahsyat tadi. Pun dengan cahaya kilat tak terlihat lagi. Hujan belum sepenuhnya reda, tapi saya tak mau membuat seorang kawan menunggu saya terlalu lama. Ehm, alasan lebih spesifik karena saya tak sabar ingin mencicipi aneka kopi di BelajaR Ngopi Yogyakarta, sebuah kafe yang baru saja dibuka akhir bulan De…

6 Fakta Menarik Wanita Dengan Darah Golongan A

Hayo, siapa yang belum tahu golongan darah sendiri? Harusnya tahu donk ya, karena ini sangat penting apalagi untuk masalah kesehatan. Tapi, tahukah kamu jika kita bisa menebak karakter seseorangHal yang menarik pada saat daro golongan darahnya lho.
Karena saya wanita maka mari kita membahas karater wanita berdasarkan golongan darah yang dimilikinya. Seperti yang telah kita ketahui jika golongan darah yang ada didunia ini terbagi kedalam 4 jenis yaitu golongan darah A, AB, B, dan O. Tetapi sekarang yang akan kita bahas hanya darah golongan A pada wanita saja. 
Darah golongan A merupakan golongan darah kedua paling banyak setelah O. Wanita bergolongan darah A ini terkenal memiliki sifat yang lebih tegas dan mentaati peraturan jika dibandingkan dengan wanita dari golongan darah yang lainnya. Hal tersebut bisa kita lihat dari pola kerja mereka ataupun kebiasaan hidupnya sehari hari. 
Untuk masalah cinta, mereka terkenal sebagai sosok pribadi yang mecintai dengan tulus pasangannya dan memuja …

Zenfone Max M2, Smartphone Gaming Istimewa Untuk Si Kecil

Seorang anak kecil nampak sibuk dengan gadgetnya. Duduk ngelesot di lantai dengan gadget yang masih tersambung dengan kabel pengisi daya listrik. Saya dekati, kemudian saya ajak ngobrol.
"Lho dek Agha ngapain di lantai, sini duduk di kursi tante" saya menawarkan kursi saya untuk dia duduki
"Ndak tante, ini handphonenya baru dichas, Agha masih ngegame" dia berbicara dengan tangan masih sibuk menggerayangi layar sentuh smartphone dia.
"Nanti kalau masuk angin gimana duduk di lantai, ngegame di laptop tante saja" dengan segala cara saya mencoba mengajak dek Agha untuk tidak duduk di lantai yang dingin.
"Asyik main game pake hape tante" dengan mata masih tertuju di layar smartphone dan dua jempol bergerak lincah di atas layar.
"Ya, sudah nanti kalau baterainya sudah penuh, duduk sini ya" tak kenal menyerah itu prinsip saya, begitupun saat harus merayu seorang anak kecil yang notabene anak dari atasan saya di kantor
"Ini handphonenya …