Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Home Concert Perdana Anak Lanang


Sudah hampir setahun Nathan belajar drum di Purwacaraka Musik Studio cabang Jogja. Nggak terasa waktu berjalan begitu cepat ya, rasanya baru kemaren saya menghadiahi ulang tahun ke 6 Nathan dengan mendaftarkan les drum di Purwacaraka. Eh sekarang sudah setahun aja. Kalau dihitung berarti sudah latihan 4 kali 13 bulan. Jadi sudah 52 kali. 

Sepele. Cuma mengantar les, tapi pada kenyataanya kadang jenuh bahkan capek. Untungnya sih anaknya selalu semangat. Meski jadwal les di weekend bikin jadwal liburan terganggu, namun demi anak rasanya harus mengutamakan kepentingan anak. Betul nggak mak-emak?

Nah, setelah latihan selama setahun si mas lumayan lah bisa nggebuk drum sedikit-sedikit. Bukan sekedar nggebuk panci gedumbrengan di rumah. :) Akhirnya bulan lalu Nathan bisa menunjukkan kemampuannya bermain drum. Yah, meski masih pemula banget tapi saya sangat mengapresiasi. Bagi yang tahu bagamana pemalunya Nathan sejak kecil, sebuah hal yang amazing dia berani naik panggung sendirian di hadapan banyak orang.

Home Concert Purwacaraka Musik Studio

Mr. Fian membantu menset drum sebelum perform
FYI, setiap 6 bulan sekali Purwacaraka mengadakan home concert atau grand concert. Pada Desember kemaren Nathan melewatkan grand concert karena persiapannya mepet. Saya juga masih kawatir dia belum bisa bermain maksimal karena baru 6 bulan latihan. Eh ternyata kalau grand concert yang perform bareng-bareng, ada 5 anak bermain drum bersama. Jadi nggak apa-apa kalau ada kesalahan sedikit dan nggak kentara siapa yang ketukannya nggak pas.

Kalau home concert anak tampil sendiri-sendiri. Home concert diadakan beberapa hari karena dibedakan sesuai alat musik. Untuk drum sendiri pada tanggal 15 dan 16 September yang lalu. Untuk persiapan tampil Nathan latihan kontinyu 3 kali. Jadi selama 3 hari dia berlatih lagu yang sama, biar hapal lagunya. Untuk drum musik pengiring sudah disiapkan dan pemain tinggal menyesuaikan untuk drumnya. 

Lagu yang diberikan sama Mr. Fian lagu favorit saya, yaitu Something Just  Like This, lagunya Cold Play Feat Chainsmoker. Anak lanang emang seleranya mirip ama saya beda ama adeknya yg suka lagu dangdut. Hahaha. Kepengaruh tetangga suka nyetel dangdut nih.

Latihan kedua sebelum tampil Nathan sudah hapal lagunya. Ketukan juga sudah pas. Saya agak lega dan yakin dia bisa perform dengan baik. Tapi, pas latihan satu hari sebelum hari - H kok malah tempo nya nggak pas. Saya agak parno. Tapi kata mister Fian, kalau anak-anak emang gitu masih belum bisa konsisten. Kadang bagus, kadang mletho. Dimaklumi saja.

Tibalah hari H, saya sengaja nggak nanya-nanya tentang home concert dan mendikte dia macam-macam. Suasana dari rumah saya bikin santai seperti di pantai. Maksudnya kayak nggak ada apa-apa. Karena kalau saya ngasih tahu banyak hal, nanti gini gitu, anaknya malah panik. Nathan yang pemalu bisa jadi mundur nggak mau tampil.

Dan strategi saya berhasil. Anaknya slow aja. Nggak takut dan minder. 

Saya cuma janji kalau Uti sama Kakung juga bakal lihat dia main drum dan pulangnya maem steak bareng. Dianya juga nggak minta hadiah khusus jika sukses tampil di home concert.

Tibalah hari H, dari pagi Utinya udah di rumah saya dan sorenya berangkat bareng ke Hartono Mall.  Satu jam sebelum jadwal kami sudah sampai di Hartono Mall. Registrasi dan sambil menunggu waktu tampil lihat anak lain yang juga unjuk kebolehan bermain drum.

Waktu tampil diurutkan sesuai tempat kursus dan guru. Jadi satu jam untuk perform dari anak didik satu guru, selesai baru ganti anak didik guru yang lain. Mungkin biar gampang yang mendampingi dan setting drumnya.
Sambil menunggu mas tampil si adek asyik selfi

Lima menit sebelum naik panggung, Nathan sudah siap di belakang panggung. Hingga namanya dipanggil dia juga kalem aja naik ke panggung. Padahal sejak sampai mall saya udah mules dan nervous, berasa saya yang akan perform di atrium Hartono Mall.

Begitu di mulai main drum saya langsung syut, sayang momen seperti itu kalau tidak diabadikan. Ekspektasi saya, dia berani naik panggung dan tetap bermain drum hingga selesai saja sudah syukur. Entah bagaimanapun permainannya. 

Ternyata dia mainnya bagus seperti di latihan kedua, temponya pas dan sesuai ama yang diajarin mister Fian. Senangnya hatiku beibs. Ada kebanggaan tersendiri. Nathan sudah bisa mengendalikan emosi dan bermain bagus. Saya nggak nyangka.

Mas dan Mr Fian

Selesai tampil kami langsung makan malam di Waroeng Steak. Resto favorit yang murah meriah dan steaknya cocok di lidah kami. Saya tanya mas Nathan, apakah tadi takut dan ndredeg nggak naik panggung. Kata dia sih enggak, cuma takut kalau salah mainnya. Ehm, dengan bertambahnya usia memang rasa malu dan minder terkikis dan berubah jadi rasa takut akan kualitas.

Btw. mengajari anak bermain musik sejak kecil itu perlu. Banyak manfaatnya, disamping menambah ketrampilan, anak akan lebih fokus dan berkonstrasi, melatih motorik kasar dan bisa meningkatkan IQ. Bagi saya sih asal anak suka dan itu positif, kenapa enggak. 

Bagi yang ingin mendaftarkan anaknya les musik salah satu pilihan di Purwa Caraka, pilihan alat musik lengkap dari piano klasik hingga biola. Selama acara home concert atau grand concert biasanya biaya pendaftaran gratis. Lumayan lho nggak perlu bayar 500 ribu.  Jadi kalau pas ada acara gini mending langsung datang ke mall tempat acara berlangsung dan langsung daftar.

Akhir kata, mari selalu mendukung anak. Apapun talentanya. Jangan pernah memaksakan kehendak pribadi. Selama itu positif mari berkembang bersama. Jadi apa dia besok kelak, masih ada takdir yang menentukan.

Salam.

Comments

  1. Wah kegiatan nathan benar-benar sangat positif ya mbak, pasti bangga banget deh punya anak seperti nathan :)

    ReplyDelete
  2. Hihihi gapapa deh mbak kegiatan weekend-nya jadi agak terganggu, mendukung hoby anak apalagi yang positif seperti itu kan juga penting. Semoga adek nathan nanti besarnya jadi drumer internasional deh :)

    ReplyDelete
  3. Wah calon drumer profesional nih, pasti besarnya banyak yang nguber-nguber tuh mbak hihi :D

    ReplyDelete
  4. Keren banget ya nathan, biasanya untuk anak seumuran nathan sih bakal maju mundur dan rewel kalau tampil di atas panggung kayak gitu.

    ReplyDelete
  5. Yang perform siapa yang nervous siapa :D Tapi salut deh sama Nathan, jarang banget sih ada anak seumuran dia mau dan nyantai aja tampil di atas panggung.

    ReplyDelete
  6. Saya sepemikiran nih sama mbak, kita sebagai orang tua memang sudah seharusnya mendukung hoby positif pada anak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …