Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Pelajaran Mencuci Baju di Sekolah TK Eksperimental Mangunan


Klunting. Ada pesan whatsapp yang masuk ke hape saya. Ternyata pesan dari Guru Kelas jika di hari Senin anak-anak diminta membawa satu baju kotor dan satu hanger. Nggak usah heran mams. Ini udah ke sekian kalinya kok Nathan membawa baju kotor ke sekolah. Di kelas kecil dulu juga pernah membawa baju kotor tapi tanpa hanger.



Tentunya pemirsah bertanya-tanya ngapain coba ke sekolah bawa baju kotor? Bukannya ke sekolah tujuannya untuk belajar, tulis menulis, dibalik meja? Ups, itu kalau sekolah formal. Di TK Eksperimental Mangunan cara pembelajarannya memang beda. Itulah kenapa saya menyebutnya Sekolah Antimainstream

Baju kotor dan hanger itu bakal di cuci disekolah kemudian dijemur menggunakan hanger. Pelajaran di TK Eksperimental Mangunan dibagi pertema kemudian sub tema. Untuk tema Pakaianku anak-anak diajak untuk belajar mencuci baju. Pantes, Nathan sering banget kalau pas mandi kaos dalemnya dikucek-kucek sendiri, bikin mandi nggak kelar-kelar. 

Nggak takut basah dan kotor?

Yah lumayan lah, anak saya yang dulunya takut air sekarang sudah demen main air. Di sekolah juga sering pelajaran basah-basahan. Hahaha.

Pelajaran lain yang agak rempong yaitu masak bersama. Anak dibagi beberapa kelompok, ada yang membuat jus, ada kelompok yang memasak sayur dan ada kelompok yang menggoreng lauk. Anak-anak TK itu jadi paham proses memasak tapi tetap dalam pengawasan ketat guru. Tahu sendiri api kan berbahaya mam.

Sampai sekarang Nathan enjoy banget bersekolah di Mangunan.  Pelajaran di sekolah tidak melulu duduk di balik meja, mendengarkan penjelasan guru dari pagi hingga siang.

Jujur saya sangat mengapresiasi aneka mode pelajaran yang diberikan di TK Mangunan. Jelas sangat berbeda dengan pelajaran saat saya TK dulu, bahkan sekarang pun masih banyak TK yang model pendidikannya seperti saya dulu. Saat saya cerita berbagai kegiatan di TK Eksperimental Mangunan mereka malah heran.

Pendidikan jelas bukan tentang kecerdasan apalagi hanya ilmu eksakta. Ketrampilan lain juga sangat penting diajarkan sejak dini, apalagi jika kita sebagai orang tua sudah terlalu sibuk. Saya mempunyai teman yang anak-anaknya pintar-pintar. Sekolah di sekolah favorit dengan nilai UN yang selalu tinggi. Masuk di perguruan tinggi favorit juga. Tapi saya kasihan dengan keluhan dia. Saat OSPEK bapaknya yang sibuk wara-wiri nyari perlengkapan OSPEK yang cenderung susah dicari sedang si anak enak-enak di rumah. Dia juga bercerita pusing lihat rumah berantakan karena saat pagi mau berangkat sekolah di kamar anak masih ada piring bekas sarapan belum lagi tissu yang tersebar dimana-mana. Jelas saya heran, saya yang sejak kecil diajarin semua pekerjaan rumah tangga hanya terkagum-kagum ada anak yang seperti itu.

Jelas bagi saya, kecerdasan tidak berbanding lurus dengan attitude mereka. Jadi, penting mana kececerdasan dan mengejar nilai akademik dibanding karakter anak yang baik?

Saya jadi ingat wejangan Bapak Asisten Sumberdaya di apel Senin pagi yang lalu bahwa ada penelitian tentang pentingnya akhlak yang baik. Penelitian ini menjelaskan jika perubahan dunia ini membutuhkan 20 % orang pintar dan 80% orang yang baik. Orang pintar memang diperlukan tapi  orang baik yang lebih banyak yg lebih diperlukan.

Comments

  1. Mengajarkan kemandirian ya mbak. Menjadi bekal untuknya. Smg Mas Nathan makin mandiri. Amin YRA.

    ReplyDelete
  2. Bagus sih, anak-anak TK dilatih punya karakter bersih sejak dini. Jaman saya dulu pendidikan kayak gitu mana ada *curcol

    ReplyDelete
  3. pelajaran yang mendidik akan kedisiplinan banget ni, karena banyak anak jaman sekarang yang tidak mau membantu pekerjaan orang tua dirumah

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…