Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Nunggu Waktu Berbuka? Bikin Donat Aja Yuk!


Dari sekian banyak kue dan roti, duo anak lanang suka banget makan donat. Kue dengan lobang ditengahnya memang kue sejuta umat. Hampir semua orang menyukai donat, dari anak-anak, remaja, dewasa hingga para simbah. Tekstur kuenya yang empuk dengan rasa yang sederhana justru membuat donat selalu bikin kangen.


Donat favorit anak lanang bukan yang bermerk dengan harga mahal. Entah kenapa mereka lebih suka donat yang saya beli di penjual gorengan biasa. Tapi tidak sembarang juga, ada penjual langganan yang donatnya memang empuk beda dengan donat lain yang cenderung keras. Beberapa kali saya belikan donat dari penjual yang berbeda eh digigit sekali langsung ditaruh. Nggak tahu apa ya mereka ini belinya pake duit. Berakhir eman-eman dan emaknya yang ngabisin jadi tambah gembrot tho mbokne. Lol


Ah. lidah mereka sudah paten.


Tapi dibelikan donat mahal juga kurang tertarik, mungkin karena "terlalu enak" jadinya malah eneg. 

Di bulan Ramadhan ini jam pulang kantor saya lebih awal. Waktu di rumah bertambah dan tentunya saya ingin memanfaatkan waktu dengan maksimal. Maklum wanita sok sibuk jarang di rumah jadi begitu ada moment kenapa nggak bikin sesuatu yang anak-anak sukai. ((silakan dibully)). lol


"Buk, mbok bikinin donat" seru anak lanang di suatu sore

"Besok ya mas, nanti ibu belanja bahan-bahannya dulu sepulang kantor" sebagai Ibu yang baik saya mengiyakan permintaan anak lanang.




Bikin donat itu susah susah gampang. Bahannya mudah ditemukan dan harganya tidak mahal hanya proses pengulenan yang kadang nggak pas. Apalagi sekarang resep aneka makanan bertaburan di internet. Mams, di bulan Ramadhan ini kita bisa menghabiskan waktu dengan hal yang produktif seperti memasak. Ngabuburit bermanfaat dan anak-anak senang karena dibikinin donat.





Saya sering kepo aneka resep di webnya Blue Band. Banyak resep baru yang unik seperti donat dari ubi merah. Karena saya masih pemula jadi pake  resep membuat donat yang sederhana :

Bahan-bahan :

  1. 250 gram Tepung terigu protein tinggi seperti Cakra Kembar
  2. 2 butir kuning telur.
  3. 2 sendok makan Gula pasir.
  4. 2 sendok makan Susu bubuk.
  5. 1 sendok teh Fermipan.
  6. 1 sendok makan margarin Blue Band
  7. 100 ml Air.
  8. Minyak goreng.

Cara Membuat :

  1. Rendam fermipan selama 5 menit dengan air hangat sampai nanti mengembang(kalau mengembang tandanya ragi aktif) (air hangat yaa jangan air panas fermipannya bisa mati)
  2. Masukan tepung, gula, garam, telor aduk rata
  3. Setelah fermipan mengembang masukan ke bahan yang sudah dicampur
  4. Masukan margarin dan uleni sampai adonan kalis,dengan menambahkan air hangat sedikit-sedikit.
  5. Setelah semua tercampur rata biarkan adonan selama 20 menit dan tutup biar adonan mengembang
  6. Setelah 20 menit buat adonan bulat-bulat,bisa dibentuk dengan cetakan bisa dibikin bulat bulat.
  7. Biarkan sampai 20 menit baru goreng diapi sedang, dan bisa dihias sesuai selera



Masak-memasak bagi saya tidak terlalu sulit asal nggak ada yang mengganggu. Tapi, anak lanang nggak bahagia kalo nggak bikin kisruh. Niatnya lihat-lihat dan bantuin, tapi malah ngerepotin dan itu yang bikin saya kadang males bikin masakan. Fermipan  yang sudah dicampur air malah ditumpahin, donat yang sudah dicetak malah dipenyet-penyet. 

Argh.....
Sobat Prima, expektasi saya terhadap masak memasak memang nggak saya patok terlalu tinggi. Masih punya dua krucil cukup mengganggu saya, mungkin beda dengan mama lain ya. Tapi, tetap sesekalilah masak di rumah. Setidaknya anak terkesan dan punya kenangan jika si Ibu pernah masakin buat dia. :D

Nah, Sobat Prima, sudah ada ide kan untuk menghabiskan waktu sambil menunggu waktu berbuka. Resep-resep  bisa lihat tuh di webnya Blue Band, tinggal praktekin. Kalau enak siapa tahu bisa jadi peluang usaha dan bisnis bakery.

Selamat mencoba.


Baca Juga : Resep Rumahan Bagi Ibu Rempong

Comments

  1. Makasih mba prim sudah berbagi resepnya. siap coba2 nich di rumah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …