Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

4 Hal Sederhana Wujud Toleransi di Bulan Ramadhan



Halloha temans, sudah hari ke berapa nih puasanya? Semoga lancar dan nggak lemes ya. Di bulan Ramadhan ini semua umat Muslim menjalankan ibadah puasa full 30 hari. Di lingkungan saya sebagian besar di dominasi saudara umat Muslim. Di kampung saya tinggal sejak kecil yang non muslim cuma saya sekeluarga. Tapi kami tetap rukun dan tidak pernah ada perseteruan karena keyakinan yang berbeda.

Sekarang sosial media begitu  hangat, dunia maya suhunya lebih tinggi karena sentimen keyakinan. Semoga realita itu berbanding terbalik dengan dunia nyata, dimana masyarakat biasa-biasa saja, ayem tentrem dan rukun. Semoga.

Kunci dari kerukunan sebenarnya saling menghormati, menghargai dan bertoleransi. Kapanpun dan dimanapun. Terkhusus di bulan Ramadhan ini saatnya kita semua yang muslim menunjukkan kedewasaam ibadahnya begitupun yang nonmuslim menghargai saudara kita yang sedang berpuasa.

Nah, apa saja sih yang bentuk toleransi yang bisa kita lakukan selama bulan Ramadhan ini.

1. Ikut "berpuasa" dilingkungan kerja/sekolah

Di bulan Ramadhan saya selalu ikut "berpuasa" dalam artian tidak makan minum di depan orang-orang. Turut mengendalikan diri dan tidak "menggoda" yang sedang berpuasa. Di lingkungan sekolahpun biasanya demikian. Menghormati teman yang puasa dan tidak makan minum selama di sekolah, toh semua penjual juga tutup. Di kantor justru teman-teman saya yang menyarankan saya untuk makan dan minum, dan kata mereka itu tidak "mengganggu"mereka. Tapi  saya harus menghormati donk, lagian di kantor juga ngga ada makanan selama puasa ini. Lol

2.  Jangan posting gambar makanan sebelum mendekati jam berbuka

Saya suka banget posting gambar makanan di Instagram ataupun Facebook. Tapi selama bulan puasa saya menahan diri untuk tidak posting di siang bolong atau sebelum jam berbuka. Saya percaya teman-teman pengguna sosial media tidak kepengen cuma lihat foto makanan tapi entah mengapa rasanya kok nggak etis menebar foto makanan sementara banyak yang berpuasa. Saya lihat di timeline sekarang juga berkurang frekuensi teman yang mengupload gambar makanan. Bikin ngiler euy.

3. Stop posting hoax atau hal yang mengundang perdebatan

Nah, poin ini penting gaes. Coba deh ditahan jempolnya untuk nggak share postingan yang memicu perdebatan atau malah mungkin hoax. Sejenak biarlah timeline cooling down . Agar tidak ada bantah bantahan, saling bersitegang yang bisa melunturkan puasa.

4. Beri kesempatan pada rekan untuk beribadah lebih lama

Saat bulan puasa seseorang akan lebih meningkatkan ibadahnya. Jika hari biasa jarang baca kitab suci, pasti di bulan suci akan lebih rajin. Nah, sebagai bentuk toleransi bisa memberikan waktu longgar pada mereka, mungkin sebagai atasan tidak memberi tumpukan pekerjaan berlebih. Seperti di kantor saya di bulan puasa ada sholat berjamaah dan kultum tentu waktunya lebih lama dari sholat biasanya. Kita harus menoleransi dan tidak mengganggu saat mereka beribadah.

Baca Juga : Lima Hal Ini Membuat Saya Excited Menyambut Ramadhan

Comments

  1. damai itu indah ya mbak. semangaaat...

    ReplyDelete
  2. awalnya aku ikut puasa mba, tapi emangtemen kantorku bilang gpp kalo aku mau minum atau ngemil, karna dia ndak akan tergoda katanya.

    ReplyDelete
  3. Udah masuk hari ke-5, alhamdulillah timeline saya adem ayem. Padahal tadinya ada kekhawatiran akan tetap panas. Ya, semoga aja akan terus berlanjut. Kan enak kalau suasana dumay adem :)

    ReplyDelete
  4. Paling males kalau lihat postingan hoax, jangankan dengan antar umat lain, dengan satu agama-pun bahkan bisa menimbulkan perselisihan.ngeriii

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …