Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Terimakasih Customer Service Traveloka!

Mendapat berita yang positif belum tentu menyenangkan dan melegakan hati. Terkadang malah bikin galau. Seperti yang saya alami di bulan Februari tahun lalu, dimana jauh-jauh hari saya sudah mempersiapkan acara wisata bersama rekan kantor selama dua hari di Bali. Jadwal berangkat dari Jogja Sabtu pagi dan pulang Minggu malam. 

Tetapi datangnya email pemberitahuan di Kamis malam yang memberitahukan jika saya termasuk peserta yang lolos dalam lomba blog yang diadakan Daihatsu dan diundang ke Jakarta untuk launching mobil Sirion terbaru serta diberi kesempatan untuk merasakan sensasi ngedrift bareng pembalap nasional membuat hati saya bercabang.

Bingung antara datang di event Daihatsu atau tidak, karena acaranya di hari Sabtu berbarengan dengan wisata bersama rekan kantor di Bali. Setelah saya berpikir dan berdiskusi dengan suami saya datang di acara Daihatsu pada hari Sabtu dan malamnya dari Jakarta langsung terbang ke Bali. Lagian saya sudah beberapa kali ke Bali sedang event Daihatsu belum tentu ada lagi.


Persoalan selanjutnya bukan tentang saya berani nggak ke Jakarta sendirian kemudian bablas ke Bali, tapi tiket dari Jogja ke Bali sudah dipesan jauh-jauh hari. Jika tidak saya batalkan saya rugi donk. Dan lagi saya harus segera membeli tiket pesawat untuk ke Jakarta dengan penerbangan pertama. 

Customer Service Traveloka Sigap Membantu Customer 

 

Malam itu saya benar-benar galau dan menghubungi rekan kantor yang membelikan tiket dari Jogja ke Bali. Dia menyarankan saya untuk konsultasi langsung dengan Customer Service (CS) Traveloka, apakah tiket bisa dibatalkan dan uang bisa kembali pada saya.

Saya langsung menghubungi Customer Service Traveloka malam itu juga karena CS Traveloka membuka pelayanan selama  24 jam. Suara lembut mbak-mbak menyapa dengan ramah dan menanyakan apa yang keperluan saya. Tanpa babibu langsung saya ceritakan problem saya, apakah tiket pesawat bisa di refund. Dan ternyata bisa hanya membutuhkan waktu kurang dari 90 hari. Selain via telpon ternyata proses cancel atau reschedule bisa dilakukan langsung di aplikasi Traveloka.com. Kita tinggal log-in kemudian memilih menu PESANAN SAYA, lanjut klik DETAIL pada pesanan , mengisi data di formulir dan tinggak kita submit. Data masuk ke Traveloka dan segera ditindaklanjuti.

Lebih mudah kan karena kita tak perlu lagi menghubungi maskapai, pihak Traveloka yang akan menyelesaikan  dan kita tinggal tunggu hasilnya. Apabila proses refund terjadi kendala kita langsung menghubungi Customer Service Traveloka via telpon, chat di website Traveloka, atau melalui berbagai akun media sosial milik Traveloka.

Kenapa Membeli Tiket Pesawat di Traveloka? 

 

Proses cancel tiket saya sudah ditangani oleh CS Traveloka, tapi saya masih harus membeli tiket dari Jogja ke Jakarta dan Jakarta ke Bali. Beberapa tahun terakhir saya lebih memilih membeli tiket pesawat atau vocer hotel via online. Karena lebih praktis, pilihan banyak dan tidak ribet. 

Saya langsung log-in di Traveloka.com dan searching tiket untuk ke Jakarta dan Bali. Ohya kenapa sih saya menggunakan Traveloka di banding yang lain :
1.  Harga yang di pasang di Traveloka sudah final, dan tak ada fee lagi. Males kalau mesti ngitung-ngitung harga akhir yang masih ditambah fee dan pajak.
2.  Banyak pilihan maskapai dan pilihan harga
3.  Bisa bayar via debet, di Indomaret, transfer dan nggak harus pake kartu kredit. Saya nggak punya KK gaes.

Dan malam itu  saya sudah membatalkan tiket Jogja ke Bali dan mendapatkan tiket dari Jogja ke Jakarta dan Jakarta ke Bali tanpa kendala karena bantuan CS yang sigap. Kemudian saya tinggal menunggu refund dari Traveloka.



Sobat Prima, jika kamu punya permasalahan saat membeli tiket pesawat, vocer hotel atau permasalahan dengan tiket pesawat, terjadi kesalahan booking, kamu  tinggal menghubungi CS Traveloka melalui :
1. Email cs@traveloka.com, 
2. Telepon ke 0804-1500-308, 
3. Live Chat via desktop, 
4. Facebook:  facebook.com/Traveloka
5. Twitter : twitter.com/Traveloka 
6. Instagram : instagram.com/traveloka 

Alamat Traveloka

Operation and Customer
Grand Slipi Tower Lt. 39
Jl. S. Parman Kav 22-24
Jakarta Barat 11480
Indonesia

Development HQ
Wisma 77 Tower 2, 21st floor
Jl. S. Parman Kav. 77
Jakarta 11410
Indonesia


Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …