Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Hepinya Saat Anak Mulai Gendut



Melihat anak gendut itu rasanya gimana gitu. Ibuknya jadi bersemangat untuk bekerja dan pastinya makin demen nguyel-uyel di kecil. Anak saya yang nomer 2 sudah beberapa bulan ini berat badannya naik pesat. Ya walaupun saya nggak pernah ke Posyandu, tapi dari timbang badan terakhir pas priksa di puskesmas karena pilek, berat badan den Saka hampir 16 kg. Hampir sama ama berat badan Mas Nathan si kakak. 


Mana si kakak mana si adek?


Anak gendut, kurus atau langsing memang jadi hal yang paling gampang terlihat. Apalagi saat bertemu orang atau keluarga yang lama nggak ketemu. "Lho si Mas kok langsing nggak kayak Ibuknya" #jleb, minta di keplak nih orang. Hehehe, becanda. Begitu pula saat ketemu anak temen yang ndut, bawaannya pengen nyiwel dan komen "Ih, ndutnya Mas Andre" sambil tetep tangan nyiwel-nyiwel pipi anak temen kantor.

Punya anak kurus itu dilema tersendiri lho. Ntar dikira kurang gizilah, emaknya  nggak telaten nyuapin lah, nggak dikasih susulah. Rempong banget ya pada ngurusi  anak orang. Tapi ya namanya di masyarakat nggak lega kalo nggak nyinyirin orang #eh.

Nggak gitu juga kali, sebenernya itu bentuk perhatian. Misal, ada anak temen yang terlihat sangat kurus dan BB kurang dari ideal, pasti kita komenin dan memberi saran. Karena setelah, dikulik eh tuh bocah emang nggak doyan makan nasi, dalam sehari paling cuma beberapa suap. So, jangan marah kalau ada yang ngomentarin BB anak kita dan ngasih saran, itu tandanya mereka sayang anak kita. #SayangIbuknyaNggak?

Eh kok jadi melebar ya, sebenarnya saya cuma ingin curhat betapa bahagianya saya melihat si kecil yang makin bulet. Kalo maen ke tetangga pada muji dek Saka tambah ndut dan tambah putih. Eh ada korelasi nggak sih antara melebar dan kulit tambah bersih, karena setiap melihat orang yang menggendut dia akan terlihat lebih bersih daripada saat dia kurus?Ada yang tahu?

Saat ke pasar pipinya  diciweli para pedagang dan saya sendiri jadi sering manggil dia ndut, hehehe. Jujur, saya bangga dan makin bahagia melihat dia lebih ipel-ipel dan pastinya sehat. Ohya, dek Saka dari lahir memang BB nya banyak, lahir dengan BB 3,9 KG. Sampai usia 9 bulan masih tetep ndut hingga dia sering tergigit, sariawan dan saya sapih, susah makan weis pokoknya drama banget. Bisa baca di postingan ini yaa



Dari usia 9 bulan dia mulai menggigit lidah saat tidur hingga berdarah-darah, saya tidak tidur semalaman menjaga dia. Hal itu berlangsung hinggak usia 1,5 tahun dengan frekwensi makin berkurang. Diusia 2 tahun dia sudah sama sekali tidak tergigit lidahnya saat tidur dan tidak sariawan lagi. Sedihkah saya saat itu? Nggak cuma sedih, saya depresi dan setiap dek Saka mulai tidur, mimpi buruk saya dimulai.

Dan bahagianya saya, saat ini dia sehat dan pipinya ciwelable, rahasianya apa? Makannya lahap, susunya pun kenceng banget. Boros-boros dah, tapi demi anak itu tidak masalah. Kata orang Jawa, sing digolekke rak yo anak tho.


ANak pertama saat 6 bulan

Hal itu berbeda ama Mas Nathan yang sama-sama dari bayi ndut, tapi semenjak usia 2,5 lepas dari ASI dan sufor dia mejadi lebih langsing. Badannya meninggi dan sepertinya mirip adik saya yang juga kurus tapi tinggi.  Setiap anak memang punya postur yang berbeda, walaupun saudara kakak adik. Dek Saka cenderung berbadan besar seperti keluarga suami sedang Mas Nathan tinggi seperti adik-adik cowok saya.

Ehm, gendut atau langsing semoga kedua anak lanang selalu sehat dan bahagia. Begitupun dengan putra-putri para pemirsah. Semoga selalu dilimpahi berkah sehat dan jangan lupa piknik #eh.


Comments

  1. yang paling penting anak-anak sehat ya.

    ReplyDelete
  2. Jadi inget zaman kecil2 dulu, gw ama bang gw beda jauh. Gw montok dan abang kurus meninggi dan selalu di kasih baju yg sama alias kembaran hehe

    ReplyDelete
  3. Anak2ku semuanya kuyus sak biting waktu TK. Itu gak enak banget, ibunya jadi tertuduh makan jatah anak. Skrg remaja sibuk mendietkan mereka hahaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…