Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Lidah Tergigit


Sariawan,sepertinya sepele ya penyakit itu, dua tiga hari diobatin paling sembuh. Hampir setiap orang mungkin pernah merasakan pedihnya mulut saat sariawan datang. Kalo saya sendiri yang sariawan tidak pernah saya obatin, biar antibodi aja yang bekerja.

Tapi sariawan yang ini beda, anak saya yang kedua, Saka, yang terkena. Berawal dari kejedot lantai saat dia mainan bola, dan lidah bagian  bawah mulutnya terluka, terkena gigi. Saya mengira gusinya yang terluka, tanpa babibu langsung saya obatin, mengantisipasi supaya ga jadi sariawan. Ternyata saya keliru, ternyata lidah bawah yang kena. Dan hal itu baru saya ketahui seminggu kemudian saat tiba-tiba suhu badan Saka tinggi banget sampai dua hari. Biasanya kalo panas dia pilek atau batuk, tapi kali ini enggak. Setiap saya kasih paracetamol suhunya turun, tapi begitu 5 jam, saat efek obat hilang, suhunya kembali naik. Setelah dua hari baru saya tahu kalo dia sariawan, saat dia ketawa lebar, terlihat sariawan yang gede dibawah lidahnya. Mungkin diameternya sekitar setengah cm.

Hari berikutnya langsung saya bawa Saka ke DSA langganan dia. Setelah diperiksa  dia cuma mendapat Imune plus aja biar daya tahan mningkat tanpa disertai obat khusus sariawan. Iya sich, sebenarnya sariawan itu disebabkan oleh virus dan cukup daya tahan tubuh kit sendiri yang melawan.

T api, seminggu setelahnya tak ada kemajuan yang berarti, Saka malah sering rewel, makan susah dan kalo tidur suka nggigit saat menyusu atau lidahnya sendiri yang tergigit.  Alhasil kalo ga saya yang kesakitan dia yang menangis menjerit-jerit karena lidahnya tergigit sampai berdarah. Hal itu terjadi berhari-hari, tiap malam rewel dan berteriak kesakitan karena luka sariawannya tak sembuh-sembuh karena sering tergigit.

Saat pulang ke Kalasan, Saka saya periksakan ke Panti Rini, ke dokter langganan waktu masih  tinggal di Kalasan. Dan Cuma dikasih obat jamur yang diminum 2 kali sehari, dua hari berlalu dan tidak ada perkembangan berarti. Badannya malah anget lagi, langsung saya bawa ke DSA langganan kawan-kawan saya,diberi beberapa obat anti jamur dan vitamin. Tapi lagi-lagi selama seminggu tak ada perkembangan berarti, kalo tidur rewel dan lidahnya tergigit tiba-tiba dan luka sariawan semakin membesar.

Saya  putus asa, dia tidak mau nenen ataupun ngedot, tidurnya gendongan, itupun saya harus ekstra hati-hati slalu mejaga mulutnya agar selalu megatup, jangan sampai ada suara yang mengagetkan, karena saat kaget, dia tiba-tiba bisa tergigit. Saat mulutnya tertutuppun kadang tergigit, karena lidahnya selalu berada diantara gigi atas dan bawah.

Sepanjang malam bagi saya  bagaikan mimpi buruk, menidurkan dia susah, belum saat iba-tiba dia menangis menjerit dan darah mengalir dari mulutya. Baju saya dan sarung bantal terkena darah semua. Hati saya ikut menjerit dan saya ikut menangis. Hampir sebulan hal itu terjadi setiap malam, dan saya terpaksa menyapih dia, karena gigitan dia tiap malam nenen saya pun luka menganga dan semakin luka tiap harinya.
Setelah disapih dia hanya minum air putih saat malam dan untungnya mau makan biskuit Milna yang dicairkan, paling tidak menambah asupan gizi daripada tidak sama sekali. Minum susu maunya saat siang, itupun harus telaten disuapin, karena lidahnya masih sakit dan dia belum mau ngedot.

Saya kembali ke DSA langganan, saya menceritakan detil apa yang terjadi dengan arsaka, dan ada 5 kemungkinan penyebab lidahnya tergigit:
  1.  Giginya berkerut-kerut saat tidur
  2.  Lidahnya terlalu lebar
  3. Giginya ada yang mau tumbuh dan terasa gatal
  4.  Pertumbuhan rahang yang belum sempurna 
  5.  Rasa sensitif karena luka sariawan

Diresepkan antibiotik dan Kenalog untuk sariawannya. Sedikit demi sedikit lukanya mengecil dan dia mau ngedot. Sampai dua bulan dia kadang masih tergigit, sepanjang malam saya tidak tidur dan menunggui dia, kalo mulutnya terbuka saya masukin empeng, agar saat tergigit, bukan lidahnya tapi empengnya yang  kena. Ya, terpaksa saya menggunakan empeng, karena itu satu-satunya cara agar dia tidak tergigit.

Kata dokter untuk mengatasi kejadian lidah tergigit, biasanya pasien disarankan menggunakan pelindung gigi dari karet, tapi karena anak saya masih bayi dan tidak mungkin untuk memakaikannya, ya itu tadi pake empeng.

Sampai lebih dari dua bulan perkembangan kesembuhan Cuma sedikit.  Saya sudah hampir putus asa. Saat kontrol ke dokter, timbangan Saka tak juga nambah, ya jelaslah, dia ga doyan makan dan minum susu, tapi sama dokter malah dikasih resep obat merah atau obat untuk flek paru. Kata beliau, dia harus minum obat itu karena BB tidak naik. Tanpa disuruh tes rontgen atau tes batuk.

Saya manut saja, walau agak ganjel juga dihati. Untuk pemberian obat itu harus diobservasi dan tes Mantouk, atau paling enggak penderita mengalami batuk lama. Padahal anak saya enggak batuk sama sekali.

Dan, obat yang harus saya minumkan ke Saka bertambah banyak, obat sariawan, oles, ditambah obat merah yang pahit bingit. Saya kasihan melihat dia harus minum obat sebanyak itu. Setelah googling kesana kesini, akhirnya saya hentikan pemberian obat merah. Obat yang masih tersisa saya buang. Hanya obat oles yang saya lanjutkan pemakaiaanya.

Setelah bulan kedua saya sudah tidak ke dokter lagi, yahh saya hopeless. Tiap malam saya tidak tidur, saya harus menjaga agar Saka tidak tergigit lagi. Ganjel bantal sana sini, bahkan bawah dagu juga harus saya ganjel dengan selimut saya dia mulai mingkem. Bahkan saya sampai puasa tiap hari dan beriktiar  tidak makan nasi sampai Saka sembuh. Pelan-pelan, frekwensi tergigitnya berkurang, dari lima kali sehari ,lama2 menjadi satu kali. Saya sampai menghabiskan 3 salep Kenalog dan 1 Albotil.

Bahkan saya sampai marah dan protes sama Tuhan, kenapa harus dia yang menderita, kenapa tidak saya saja. Saya bersedia menggantikan sakitnya anak saya, yang lebih parah sekalipun.  Asal anak saya sehat.  Sungguh, mengingat hal itu saya sangat sedih, bahkan saya sampai memprotes Tuhan, lha sapa saya berani2nya ngatur Sang Maha Kuasa.

Dari bulan Juli dia mulai sariawan, di bulan Oktober baru sembuh total. Itupun menyisakan cacat di lidahnya. Ujung lidah tak berbentuk n tapi menjadi m, karena bagian tengahnya terkikis sedikit demi sedikit karena gigitannya.

Sungguh, berbahagialah para Ibu yang anaknya sehat, bisa tidur nyenyak , lahap makan. Hal sederhana tapi sangat utama.  Apresiasi tak terhingga bagi para Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Anda pasti manusia istimewa yang dipilih Tuhan.


Comments

  1. Cemas bukan main ya mak, semoga kedepan si kecil senantiasa sehat.

    Ini kunjungan perdanaku, salam kenal mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Mak. Semoga klrg jenengan juga slalu sehat ya. Salam kenal juga

      Delete
  2. Memang penuh perjuangan bgd mak kalau anak lg sakit mental tenaga juga harus kuat, si kecil jg pernah sariawan, ditambah panas. Tp alhamdulillah nggak lama mak. Dan sakitnya s kecil berhasil membuat sy menjadi takberupa..hehe.
    Semoga si kecil sehat terus ya mak amin ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, klo anak sakit emaknya juga males makan, tp klo ga dipaksa kitanya ikut sakit. Semoga semua slalu sehat yaa :)

      Delete
  3. semoga lekas sembuh sariawannya saka :) kasihan banget kalo anak kecil mengalami sakit ini :(

    ReplyDelete
  4. Mbk..skr bayi saya yg umur 9bln jg gitu..
    Hari2 biasa dia aktip aja bermain..tp tidur brasa mimpi buruk..klo tertidur lidahnya tergigit dan berdarah juga..sedih sayah😭😭

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…