Friday, 6 February 2015

Lidah Tergigit


Sariawan,sepertinya sepele ya penyakit itu, dua tiga hari diobatin paling sembuh. Hampir setiap orang mungkin pernah merasakan pedihnya mulut saat sariawan datang. Kalo saya sendiri yang sariawan tidak pernah saya obatin, biar antibodi aja yang bekerja.

Tapi sariawan yang ini beda, anak saya yang kedua, Saka, yang terkena. Berawal dari kejedot lantai saat dia mainan bola, dan lidah bagian  bawah mulutnya terluka, terkena gigi. Saya mengira gusinya yang terluka, tanpa babibu langsung saya obatin, mengantisipasi supaya ga jadi sariawan. Ternyata saya keliru, ternyata lidah bawah yang kena. Dan hal itu baru saya ketahui seminggu kemudian saat tiba-tiba suhu badan Saka tinggi banget sampai dua hari. Biasanya kalo panas dia pilek atau batuk, tapi kali ini enggak. Setiap saya kasih paracetamol suhunya turun, tapi begitu 5 jam, saat efek obat hilang, suhunya kembali naik. Setelah dua hari baru saya tahu kalo dia sariawan, saat dia ketawa lebar, terlihat sariawan yang gede dibawah lidahnya. Mungkin diameternya sekitar setengah cm.

Hari berikutnya langsung saya bawa Saka ke DSA langganan dia. Setelah diperiksa  dia cuma mendapat Imune plus aja biar daya tahan mningkat tanpa disertai obat khusus sariawan. Iya sich, sebenarnya sariawan itu disebabkan oleh virus dan cukup daya tahan tubuh kit sendiri yang melawan.

T api, seminggu setelahnya tak ada kemajuan yang berarti, Saka malah sering rewel, makan susah dan kalo tidur suka nggigit saat menyusu atau lidahnya sendiri yang tergigit.  Alhasil kalo ga saya yang kesakitan dia yang menangis menjerit-jerit karena lidahnya tergigit sampai berdarah. Hal itu terjadi berhari-hari, tiap malam rewel dan berteriak kesakitan karena luka sariawannya tak sembuh-sembuh karena sering tergigit.

Saat pulang ke Kalasan, Saka saya periksakan ke Panti Rini, ke dokter langganan waktu masih  tinggal di Kalasan. Dan Cuma dikasih obat jamur yang diminum 2 kali sehari, dua hari berlalu dan tidak ada perkembangan berarti. Badannya malah anget lagi, langsung saya bawa ke DSA langganan kawan-kawan saya,diberi beberapa obat anti jamur dan vitamin. Tapi lagi-lagi selama seminggu tak ada perkembangan berarti, kalo tidur rewel dan lidahnya tergigit tiba-tiba dan luka sariawan semakin membesar.

Saya  putus asa, dia tidak mau nenen ataupun ngedot, tidurnya gendongan, itupun saya harus ekstra hati-hati slalu mejaga mulutnya agar selalu megatup, jangan sampai ada suara yang mengagetkan, karena saat kaget, dia tiba-tiba bisa tergigit. Saat mulutnya tertutuppun kadang tergigit, karena lidahnya selalu berada diantara gigi atas dan bawah.

Sepanjang malam bagi saya  bagaikan mimpi buruk, menidurkan dia susah, belum saat iba-tiba dia menangis menjerit dan darah mengalir dari mulutya. Baju saya dan sarung bantal terkena darah semua. Hati saya ikut menjerit dan saya ikut menangis. Hampir sebulan hal itu terjadi setiap malam, dan saya terpaksa menyapih dia, karena gigitan dia tiap malam nenen saya pun luka menganga dan semakin luka tiap harinya.
Setelah disapih dia hanya minum air putih saat malam dan untungnya mau makan biskuit Milna yang dicairkan, paling tidak menambah asupan gizi daripada tidak sama sekali. Minum susu maunya saat siang, itupun harus telaten disuapin, karena lidahnya masih sakit dan dia belum mau ngedot.

Saya kembali ke DSA langganan, saya menceritakan detil apa yang terjadi dengan arsaka, dan ada 5 kemungkinan penyebab lidahnya tergigit:
  1.  Giginya berkerut-kerut saat tidur
  2.  Lidahnya terlalu lebar
  3. Giginya ada yang mau tumbuh dan terasa gatal
  4.  Pertumbuhan rahang yang belum sempurna 
  5.  Rasa sensitif karena luka sariawan

Diresepkan antibiotik dan Kenalog untuk sariawannya. Sedikit demi sedikit lukanya mengecil dan dia mau ngedot. Sampai dua bulan dia kadang masih tergigit, sepanjang malam saya tidak tidur dan menunggui dia, kalo mulutnya terbuka saya masukin empeng, agar saat tergigit, bukan lidahnya tapi empengnya yang  kena. Ya, terpaksa saya menggunakan empeng, karena itu satu-satunya cara agar dia tidak tergigit.

Kata dokter untuk mengatasi kejadian lidah tergigit, biasanya pasien disarankan menggunakan pelindung gigi dari karet, tapi karena anak saya masih bayi dan tidak mungkin untuk memakaikannya, ya itu tadi pake empeng.

Sampai lebih dari dua bulan perkembangan kesembuhan Cuma sedikit.  Saya sudah hampir putus asa. Saat kontrol ke dokter, timbangan Saka tak juga nambah, ya jelaslah, dia ga doyan makan dan minum susu, tapi sama dokter malah dikasih resep obat merah atau obat untuk flek paru. Kata beliau, dia harus minum obat itu karena BB tidak naik. Tanpa disuruh tes rontgen atau tes batuk.

Saya manut saja, walau agak ganjel juga dihati. Untuk pemberian obat itu harus diobservasi dan tes Mantouk, atau paling enggak penderita mengalami batuk lama. Padahal anak saya enggak batuk sama sekali.

Dan, obat yang harus saya minumkan ke Saka bertambah banyak, obat sariawan, oles, ditambah obat merah yang pahit bingit. Saya kasihan melihat dia harus minum obat sebanyak itu. Setelah googling kesana kesini, akhirnya saya hentikan pemberian obat merah. Obat yang masih tersisa saya buang. Hanya obat oles yang saya lanjutkan pemakaiaanya.

Setelah bulan kedua saya sudah tidak ke dokter lagi, yahh saya hopeless. Tiap malam saya tidak tidur, saya harus menjaga agar Saka tidak tergigit lagi. Ganjel bantal sana sini, bahkan bawah dagu juga harus saya ganjel dengan selimut saya dia mulai mingkem. Bahkan saya sampai puasa tiap hari dan beriktiar  tidak makan nasi sampai Saka sembuh. Pelan-pelan, frekwensi tergigitnya berkurang, dari lima kali sehari ,lama2 menjadi satu kali. Saya sampai menghabiskan 3 salep Kenalog dan 1 Albotil.

Bahkan saya sampai marah dan protes sama Tuhan, kenapa harus dia yang menderita, kenapa tidak saya saja. Saya bersedia menggantikan sakitnya anak saya, yang lebih parah sekalipun.  Asal anak saya sehat.  Sungguh, mengingat hal itu saya sangat sedih, bahkan saya sampai memprotes Tuhan, lha sapa saya berani2nya ngatur Sang Maha Kuasa.

Dari bulan Juli dia mulai sariawan, di bulan Oktober baru sembuh total. Itupun menyisakan cacat di lidahnya. Ujung lidah tak berbentuk n tapi menjadi m, karena bagian tengahnya terkikis sedikit demi sedikit karena gigitannya.

Sungguh, berbahagialah para Ibu yang anaknya sehat, bisa tidur nyenyak , lahap makan. Hal sederhana tapi sangat utama.  Apresiasi tak terhingga bagi para Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Anda pasti manusia istimewa yang dipilih Tuhan.


5 comments:

  1. Cemas bukan main ya mak, semoga kedepan si kecil senantiasa sehat.

    Ini kunjungan perdanaku, salam kenal mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin Mak. Semoga klrg jenengan juga slalu sehat ya. Salam kenal juga

      Delete
  2. Memang penuh perjuangan bgd mak kalau anak lg sakit mental tenaga juga harus kuat, si kecil jg pernah sariawan, ditambah panas. Tp alhamdulillah nggak lama mak. Dan sakitnya s kecil berhasil membuat sy menjadi takberupa..hehe.
    Semoga si kecil sehat terus ya mak amin ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, klo anak sakit emaknya juga males makan, tp klo ga dipaksa kitanya ikut sakit. Semoga semua slalu sehat yaa :)

      Delete
  3. semoga lekas sembuh sariawannya saka :) kasihan banget kalo anak kecil mengalami sakit ini :(

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts