Skip to main content

Tips Sebelum Membeli Laptop Terbaru dan Berkualitas

Tidak bisa dipungkiri jika saat ini laptop menjadi benda primer bagi sebagian  orang. Hal tersebut karena laptop digunakan sebagai alat bantu kerja, yang  berpengaruh pada keberlangsungan hidup satu keluarga. Akan tetapi, meskipun sudah berkutat dengan laptop dalam keseharian, seringkali     orang-orang bingung ketika akan membeli ​laptop terbaru
Biasanya karena terkendala harga, atau ketidaktahuan mengenai spesifikasi  laptop masa kini yang beredar di pasaran. Oleh sebab itu, sebelum  benar-benar berburu ke toko laptop, coba perhatikan beberapa tips ini. 
Kiat-Kiat Sebelum Membeli Laptop Baru : Generasi laptop masa kini sudah semakin canggih dan hampir menyamai    komputer dalam hal spesifikasi. Inilah mengapa laptop juga sering disebut  sebagai ​mini PC. Oleh  sebab itu, membeli laptop pun tak ubahnya mencari komputer, ada banyak   pertimbangan yang harus diperhatikan. Antara lain: 

1. OS Seperti Apa yang Ingin Diinstal pada Laptop Anda
Sampai saat ini, sistem operasi yang paling …

Candi Sukuh Karanganyar

Kebersamaan bersama keluarga saat menginap di Villa Budi Luhur di Bukit Sekipan harus berakhir. Jam menunjukkan jam 12.00 dan kami harus segera check out dari villa. Sayang banget, padahal villanya asyik banget dengan view hutan pinus dan kebun strawberry. Ohya, bagi kalian yang belum tahu, Bukit Sekipan berada di daerah Tawangmangu. Pemandangannya tak kalah bagus dengan Tawangmangu, dan pastinya tidak secrowded Tawangmangu saat musim liburan.

Villa Budi luhur Sekipan Tawangmangu
Villa cantik dengan hutan pinus di belakangnya

Rugi rasanya jika sudah sampai di daerah Karanganyar tapi nggak piknik. Ada beberapa tempat wisata yang sudah saya catat, seperti Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho dan Candi Sukuh. Mengingat waktu yang terbatas, kami hanya ke Candi Sukuh yang berada Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Dari Tawangmangu menuju arah Ngargoyoso ditempuh sekitar 30 menit. Jalan yang berkelok-kelok  dan menanjak. Pastikan kendaraan kalian fit, karena Candi Sukuh berada di ketinggian 1.186 m diatas permukaan laut. Pemandangan cantik lereng Gunung Lawu saya nikmati sembari membuka jendela mobil. Udara dingin langsung menampar muka dan anak-anak langsung terbangun karena kedinginan.



Sampai di Candi Sukuh kami tak langsung masuk ke lokasi, tapi nyari yang anget-anget dulu alias pesen mi rebus di warung dekat parkiran. Mas Bojo rupanya kelaparan karena tadi belum makan siang. Tempat parkir di Candi Sukuh tidak terlalu luas, tapi muatlah untuk 10an mobil.



Perut kenyang dah pandangan jadi lebih jelas, hehehe. Saya langsung membeli tiket masuk di pos, dan petugas memberi tahu saya untuk memakai kain kampuh yang sudah disediakan. Pastinya tidak gratis ya, donasi seiklasnya wajib dimasukkan ke kotak. Bagi orang dewasa diwajibkan memakai kain bercorak kotak-kotak hitam yang mengingatkan saya akan Bali. Sedangkan anak-anak menggunakan kain kuning.


Selain saya sekeluarga ada beberapa wisatawan domestik dan bule yang sedang ngobrol dengan warga sekitar. Salut ya, mereka yang bukan orang Indonesia begitu antuasias akan cagar budaya kita. Sayang, kala itu Candi Sukuh sedang dipugar, padahal saya tertarik melihat candi yang bentuknya seperti Piramida Mesir atau mirip peninggalan suku Maya di Mexico.





Struktur dan susunan Candi Sukuh sangat berbeda dengan candi-candi lain di Jawa bukan? Ada beberapa teras dan gapura. Relief Sengkala Memet tampak menghiasi dinding gapura pertama. Sedangkan pada candi induk dihiasi relief mitologi utama Candi Sukuh yaitu Kidung Sudamala.


Sejarah Candi Sukuh 

Situs candi Sukuh dilaporkan pertama kali pada masa pemerintahan Britania Raya di tanah Jawa pada tahun 1815 oleh Johnson, Residen Surakarta. Johnson kala itu ditugasi oleh Thomas Stanford Raffles untuk mengumpulkan data-data guna menulis bukunya The History of Java. Setelah masa pemerintahan Britania Raya berlalu, pada tahun 1842, Van der Vlis, arkeolog Belanda, melakukan penelitian. Pemugaran pertama dimulai pada tahun 1928. (Sumber Wikipedia)




Setelah teras ketiga, ada pelataran yang luas. Pengunjung bisa duduk-duduk santai sambil ngobrol bareng keluarga atau selfie bareng biar kekinian. Yuk lanjut naik lagi yaaa. Patung-patung yang sudah tidak utuh lagi menghiasi pelataran ini. Patung Garuda, Kura-kura, garuda serta relief-relief, masih ditemukan pula beberapa patung hewan berbentuk celeng (babi hutan) dan gajah berpelana. Pada zaman dahulu para ksatria dan kaum bangsawan berwahana gajah.





Di pel pelataran terakhir ada candi utama yang tertutup seng dan bambu-bambu. Bulan Agustus kemaren sedang ada renovasi di Candi Sukuh. Sehingga saya tidak bisa menikmati Candi yang terkenal dengan patung "saru"nya ini. 


Kenapa saru karena terhampar di lantai, terdapat pahatan yang menggambarkan phallus dan vagina dalam bentuk yang nyata yang hampir bersentuhan satu sama lain. Pahatan tersebut merupakan penggambaran bersatunya lingga (kelamin perempuan) dan yoni (kelamin laki-laki) yang merupakan lambang kesuburan. Saat ini sekeliling pahatan tersebut diberi pagar, sehingga gapura tersebut sulit untuk dilalui. Untuk naik ke teras pertama, umumnya pengunjung meggunakan tangga di sisi gapura. Ada keyakinan bahwa pahatan tersebut berfungsi sebagai 'suwuk' (mantra atau obat) untuk 'ngruwat' (menyembuhkan atau menghilangkan) segala kotoran yang melekat di hati. Itulah sebabnya relief tersebut dipahatkan di lantai pintu masuk, sehingga orang yang masuk ketempat suci ini akan melangkahinya. Dengan demikian segala kekotoran yang melekat di tubuhnya akan sirna.


Yeee, kalau yang ini bukan saru yaaa, tapi ada yang lagi ngelamar kekasihnya, hehehe. Anak saya tampak pose bareng Ibuk saya. Banyaknya patung seperti mainan bagi anak-anak. Berbentuk hewan dan mereka sangat ingin menaiki patung celeng itu. 





Yeeey, cerita piknik kali ini berakhir dengan foto kami bareng para krucil. Pemirsah, kapan kalian ke sini, semoga saat kalian ke Candi Sukuh, sudah tidak ada pemugaran dan Candi Sukuh tampil makin cantik.

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …