Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

#HororFriday: Diajak Kenalan Arwah Anggota Keluarga Tunangan



Friday is coming, dan saatnya bikin postingan temans. Maaf ya, postingan kali ini tidak sesuai dengan konsep yang saya buat sesuai Resolusi Blog 2016. Sepertinya cerita yang cocok di hari Jumat tuh cerita horor aja yaaaa. Lebih seru, dan postingan tentang hobi bakal saya tulis di hari Minggu. Ok, cekidot ya.

Selasa malam saya ke tempat Ibu saya di Klaten. Rumah di mana saya dan ketiga adik saya tinggal di sana sejak kecil. Saya sekeluarga berencana ke acara pengajian meninggalnya Pakde di desa sebelah. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh dan adik saya nomer tiga belum juga menampakkan diri, padahal kami sudah berjanji akan berangkat Ba'da Isya.

Terpaksa kami meninggalkan adik saya yang sedang menjemput tunangannya. Dia memang lagi seneng-senengnya berdua. Maklum, mereka LDRan dan baru bertunangan beberapa hari. Acara pengajian lancar dan saat adik saya menyusul ke tempat Pakde saya sudah balik Jogja karena si kecil sudah ngantuk.

Hari berikutnya Ibuk saya cerita kalau si V, tunangan adik saya melihat "sesuatu" di rumah pas datang ke rumah. V melihat gadis kecil bermain di atas boks bayi milik saya dulu dan masih dipakai hingga anak saya, dan adik saya. So, kalo ditanya usia boks bayi itu amak kamu, mungkin tuaan boks bayi itu. Keadaan rumah saat itu memang sepi, hanya ada dia dan adik saya. Tak hanya sekali, gadis kecil itu kembali menampakkan diri dan terlihat dari jendela kamar.

Hiiiii, jujur saya merinding denger cerita itu. Saya dan ketiga adik yang sudah tinggal selama lebih dari 25 tahun belum sekalipun "diganggu" atau melihat penampakan. Padahal kami semua "jirih" atau penakut. Mungkin si hantu tau kalo kami penakut jadinya nggal nongol, hehehe.

Cerita tentang penampakan di rumah saya juga pernah saya dengar dari suami saya. Beberapa saat setelah kami tunangan, dia bertanya pada saya. Apakah saya mempunyai adik perempuan yang sudah meninggal / keguguran saat bayi. Saya heran kok dia bisa tahu padahal saya belum pernah menceritakan hal tersebut. "Aku melihat gadis yang seusia anak kuliahan dan mirip kamu tapi dia langsing" cerita dia. 
"Mungkin dia adik kamu yang meninggal saat bayi dan ingin kenalan sama aku, calon Masnya"  Lanjut dia dulu sebelum jadi suami saya.
"Dia tersenyum sama saya dan di dampingi seorang kakek, barang kali itu simbah kamu" 

Saya diam saja, dan tertegun. Ibu saya memang pernah keguguran, bayi perempuan yang jika dia hidup sekarang sudah berusia 25 tahunan. Ah, saya jadi melo. Pasti dia cantik kayak mbaknya, hihihi. Konon, bayi yang sudah meninggal di dunia "sana" ikut tumbuh menjadi besar.

Terlepas dari kebetulan atau tidak, tunangan adik saya dan tunangan saya mengalami hal yang serupa. Di ajak kenalan dengan anggota keluarga yang sudah meninggal walau hanya sekelebat saja. 

Bagi beberapa orang memang ada yang "bakat" untuk melihat hal-hal di dunia lain. Percaya atau tidak tergantung keyakinan masing-masing. Saya sendiri percaya jika ada roh-roh halus di luar sana. Mereka hidup seperti kita, dan membutuhkan banyak tempat. Jangan heran, jika ada rumah kosong bakal ada yang nempatin. Seperti manusia, mereka ada yang jahat dan ada yang baik. Yang penting, kita tidak mengganggu mereka pasti mereka juga tidak akan mengganggu. Toh, kita punya Tuhan yang jadi pelindung kita. 

Eits, serius banget bacanya. Jangan dikira saya sering liat penampakan ya. Belum pernah sama sekali dan saya tidak berbakat atau punya indra  ke enam. Cuma sering dengar dari suami yang kebetulan punya kelebihan bisa melihat.

So, pernahkah kalian melihat penampakan?


Comments

  1. Saya pernah mbak Prima, eh nggak yakin juga deng soalnya waktu itu saya ngantuk sekali jadi seperti hilang kesadaran gitu

    Iya saya juga percaya ada bangsa jin disekitar kita, yang penting iman kita kuat ya mbak :)

    ReplyDelete
  2. Saya duluuu sekali pernah lihat secara tak sengaja (mosok sengaja?). Hihiii. Ceritanya pas aku lagi baca di kamar, sekilas ada bayangan tinggi besar lewat. Saya pikir sepupu saya mau ke rak buku. Sejam, teryata 'sepupu' saya itu nggak balik. Saya baru sadar kalo jalan yang dilewatinya itu buntu. Ihh

    ReplyDelete
  3. Dulu sebelum menikah hampir setiap hari, he he he
    Macem-macemlah penampakannya apalagi kalau nginep di tempat baru gitu.
    Sungguh hidup ga tenang karena sayanya bkn pemberani, jadi suka parno sendiri :D

    ReplyDelete
  4. Mbak Priiiimmmm... aku jadi ingat masa lalu. Dulu waktu S1 suka diikuti sama tetangga gara2 aku suka 'ngobrol' di jalan gang pas pulang malem dari kampus. Kupikir nggak ada orang yg ngeliat, nggak taunya para tetangga penasaran dg siapa aku ngobrol. Haha... sekarang aku jadi wondering, gimana kabarnya 'temanku' ya...

    ReplyDelete
  5. Gak pernah melihat, tapi merasakan bahwa mereka itu ada. Dan rasanya itu .... sesuatu.

    ReplyDelete
  6. alaamaak...lagi sendirian nih di kamar

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …