Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

#HororFriday: Diajak Kenalan Arwah Anggota Keluarga Tunangan



Friday is coming, dan saatnya bikin postingan temans. Maaf ya, postingan kali ini tidak sesuai dengan konsep yang saya buat sesuai Resolusi Blog 2016. Sepertinya cerita yang cocok di hari Jumat tuh cerita horor aja yaaaa. Lebih seru, dan postingan tentang hobi bakal saya tulis di hari Minggu. Ok, cekidot ya.

Selasa malam saya ke tempat Ibu saya di Klaten. Rumah di mana saya dan ketiga adik saya tinggal di sana sejak kecil. Saya sekeluarga berencana ke acara pengajian meninggalnya Pakde di desa sebelah. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh dan adik saya nomer tiga belum juga menampakkan diri, padahal kami sudah berjanji akan berangkat Ba'da Isya.

Terpaksa kami meninggalkan adik saya yang sedang menjemput tunangannya. Dia memang lagi seneng-senengnya berdua. Maklum, mereka LDRan dan baru bertunangan beberapa hari. Acara pengajian lancar dan saat adik saya menyusul ke tempat Pakde saya sudah balik Jogja karena si kecil sudah ngantuk.

Hari berikutnya Ibuk saya cerita kalau si V, tunangan adik saya melihat "sesuatu" di rumah pas datang ke rumah. V melihat gadis kecil bermain di atas boks bayi milik saya dulu dan masih dipakai hingga anak saya, dan adik saya. So, kalo ditanya usia boks bayi itu amak kamu, mungkin tuaan boks bayi itu. Keadaan rumah saat itu memang sepi, hanya ada dia dan adik saya. Tak hanya sekali, gadis kecil itu kembali menampakkan diri dan terlihat dari jendela kamar.

Hiiiii, jujur saya merinding denger cerita itu. Saya dan ketiga adik yang sudah tinggal selama lebih dari 25 tahun belum sekalipun "diganggu" atau melihat penampakan. Padahal kami semua "jirih" atau penakut. Mungkin si hantu tau kalo kami penakut jadinya nggal nongol, hehehe.

Cerita tentang penampakan di rumah saya juga pernah saya dengar dari suami saya. Beberapa saat setelah kami tunangan, dia bertanya pada saya. Apakah saya mempunyai adik perempuan yang sudah meninggal / keguguran saat bayi. Saya heran kok dia bisa tahu padahal saya belum pernah menceritakan hal tersebut. "Aku melihat gadis yang seusia anak kuliahan dan mirip kamu tapi dia langsing" cerita dia. 
"Mungkin dia adik kamu yang meninggal saat bayi dan ingin kenalan sama aku, calon Masnya"  Lanjut dia dulu sebelum jadi suami saya.
"Dia tersenyum sama saya dan di dampingi seorang kakek, barang kali itu simbah kamu" 

Saya diam saja, dan tertegun. Ibu saya memang pernah keguguran, bayi perempuan yang jika dia hidup sekarang sudah berusia 25 tahunan. Ah, saya jadi melo. Pasti dia cantik kayak mbaknya, hihihi. Konon, bayi yang sudah meninggal di dunia "sana" ikut tumbuh menjadi besar.

Terlepas dari kebetulan atau tidak, tunangan adik saya dan tunangan saya mengalami hal yang serupa. Di ajak kenalan dengan anggota keluarga yang sudah meninggal walau hanya sekelebat saja. 

Bagi beberapa orang memang ada yang "bakat" untuk melihat hal-hal di dunia lain. Percaya atau tidak tergantung keyakinan masing-masing. Saya sendiri percaya jika ada roh-roh halus di luar sana. Mereka hidup seperti kita, dan membutuhkan banyak tempat. Jangan heran, jika ada rumah kosong bakal ada yang nempatin. Seperti manusia, mereka ada yang jahat dan ada yang baik. Yang penting, kita tidak mengganggu mereka pasti mereka juga tidak akan mengganggu. Toh, kita punya Tuhan yang jadi pelindung kita. 

Eits, serius banget bacanya. Jangan dikira saya sering liat penampakan ya. Belum pernah sama sekali dan saya tidak berbakat atau punya indra  ke enam. Cuma sering dengar dari suami yang kebetulan punya kelebihan bisa melihat.

So, pernahkah kalian melihat penampakan?


Comments

  1. Saya pernah mbak Prima, eh nggak yakin juga deng soalnya waktu itu saya ngantuk sekali jadi seperti hilang kesadaran gitu

    Iya saya juga percaya ada bangsa jin disekitar kita, yang penting iman kita kuat ya mbak :)

    ReplyDelete
  2. Saya duluuu sekali pernah lihat secara tak sengaja (mosok sengaja?). Hihiii. Ceritanya pas aku lagi baca di kamar, sekilas ada bayangan tinggi besar lewat. Saya pikir sepupu saya mau ke rak buku. Sejam, teryata 'sepupu' saya itu nggak balik. Saya baru sadar kalo jalan yang dilewatinya itu buntu. Ihh

    ReplyDelete
  3. Dulu sebelum menikah hampir setiap hari, he he he
    Macem-macemlah penampakannya apalagi kalau nginep di tempat baru gitu.
    Sungguh hidup ga tenang karena sayanya bkn pemberani, jadi suka parno sendiri :D

    ReplyDelete
  4. Mbak Priiiimmmm... aku jadi ingat masa lalu. Dulu waktu S1 suka diikuti sama tetangga gara2 aku suka 'ngobrol' di jalan gang pas pulang malem dari kampus. Kupikir nggak ada orang yg ngeliat, nggak taunya para tetangga penasaran dg siapa aku ngobrol. Haha... sekarang aku jadi wondering, gimana kabarnya 'temanku' ya...

    ReplyDelete
  5. Gak pernah melihat, tapi merasakan bahwa mereka itu ada. Dan rasanya itu .... sesuatu.

    ReplyDelete
  6. alaamaak...lagi sendirian nih di kamar

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…