Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2015

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Garuda Wisnu Kencana Icon Budaya Bali

Bali tak hanya mempunyai banyak pantai yang cantik dan pemandangan yang aduhai. Sebagai tempat wisata yang terkenal seantero jagad, Bali semakin bebenah diri dan mempercantik diri. Salah satunya dengan membuat satu taman budaya  Garuda Wisnu Kencana. Taman Garuda Wisnu Kencana atau biasa disebut GWK merupakan sebuah taman wisata yang berada di Tanjung Nusa Dua, Badung, Bali Selatan. Lokasi GWK sangat mudah ditemukan dan dekat ama pantai Nusa Dua  dan pantai Pandawa.

Taman GWK ini begitu unik, dan seperti pulau Bali yang eksotik, design taman ini juga "art" banget seperti orang Bali yang memang sangat menyukai seni. Patung Dewa Wisnu dan burung Garuda menjadi icon wisata baru di cultural park ini. Cerita tentang Dewa Wisnu yang mengendarai Garuda bisa kita saksikan di teater  yang berada di komplek taman ini. Banyak pertunjukan seni yang bisa kita nikmati  di tempat ini. Menunjukkan betapa masyarakat Bali menjaga budaya dan kesenian tradisionalnya. Dan inilah salah satu alasa…

SOLARIA Resto and Lounge

Makaaaann, hayo sapa yang jago makan? Gue mah gitu orangnya, hahaha... salah satu faktor yang membuat bodi aye makin  genduuut bahenol tuh gara-gara kalo malem nemenin misua makan. Hehehe....itu modus sodara, saya memang suka jalan dan jajan, apalagi yang enyaaakkkk.
Tadi malem saya keluar ama suami mo beli sesuatu buat mertua saya, yah namanya menantu kesayangan harus baek donk ama mertua. 
Nyampe Ambarukmo Plaza suami saya ngeluh kalo udah laper n pengen makan. "Ok, deh makan dulu", kata saya. Di mall ini banyak food court, gausah bingung kalo kelaperan. Tinggal pilih mau makan ama apa, dari bakso, aneka mie, pancake, sea food,dan macem-macem.
Salah satu resto favorit saya adalah Solaria,  resto ini banyak tersebar di hampir semua mall. Menu yang ditawarkan pun beragam dan pastinya menurut lidah saya, cukup enak. Dan, mau tau menu yang saya pesan?
Cukup dengan membayar 30 ribu kita bisa menikmati makanan ini, rasanya maknyus dan saus tiramnya kerasa banget, kalo kata saya…

Anak Kecil Juga Bisa Ngambek

Setelah melewati penerbangan yang lumayan bikin dag dig dug karena cuaca buruk, akhirnya kamis malam sampai juga saya di Jogja. Setelah 3 malam berpisah sama anak-anak, rasanya ingin segera memeluk ke dua anak lanang. 
Seperti biasa Mas Nathan selalu ikut ke bandara saat Bapaknya menjemput saya. Langsung deh peluk n cium ama Bapaknya eh anaknya, untuk melepas kangen kami.
Sesampai di rumah si kecil Saka ternyata sudah tidur, sebenernya pengen nyium tapi takutnya malah kebangun. Tengah malam Saka kebangun dan minta susu, langsung tak buatin dan tak gendong, eh dianya ga mau malah nangis, ditenangin ga mau diem dan malah nyari Bapaknya. Akhirnya si Bapak gendong dan Saka diem langsung. Ajaib, padahal biasanya dia hanya mau tak tolong kalo lagi nangis.
Setelah tenang, lanjut dia bobo lagi. Saat bangun pun, Saka masih ga mau tak gendong apalagi di cium. Saat didekati malah nangis, wadoow  sedih emaknya, tapi ya gapapa sekali-kali biar nempel ama si Bapak. Sampai untuk mandi pun kadang ga…

Suami Protes karena Pake Daster

Sore kemaren sehabis saya mandi tiba-tiba si Bapak komentar
"Yank, klambimu koq ra tau ganti tho" (Bajumu koq ga pernah ganti sich)
Saya  spontan kaget, tumben-tumbenan si Bapak komen, biasanya adem ayem.
"Haaa..lha enak je pake daster" Dengan ringan saya menjawab (abis nyaman pake daster)
"Koyo ra enek klambi liyane" Lanjut si Bapak  (Kayak ga ada pakaian yang lain aja)
"Halah wong yo ra nendi-nendi e, mung neng omah wae" jawab saya (Kan ga pergi kemana mana, dirumah aja)

Itulah sepenggal obrolan saya dan suami kemaren sore. Entah ada angin apa suami saya mengomentari pakaian yang saya kenakan abis mandi kemaren. Suami saya tergolong pendiam dan tidak banyak bicara dan pelit komentar, apalagi muji :(

Dandan seheboh apapun saya dia tetep anteng, padahal saya dah berharap-harap cemas dipuji cantik kek, manis kek, malah anak saya yang slalu bilang "Ibu cantik'e" tiap saya abis bedakan ato pake lipstik. Dan saat jalan keluar saya ga d…

Indahnya Kebersamaan di Pantai Nusa Dua

Ke Bali bersama keluarga besar tuh seneng banget, walo capek di perjalanan dan pake ribut di mobil, eh nyampe lokasi wisata ya pada ketawa ketiwi. Pantai Pandawa dan Tanjung Benoa sudah saya tulis sebelumnya, dan kali ini giliran Pantai Nusa Dua yang saya kunjungi. Walaupun momentnya duluan Pantai Nusa Dua eh malah telat nulisnya. Dimaapken yang kawan Aprint.

 Untuk menyingkat waktu dari Denpasar menuju Nusa Dua lewat tol atas laut, saya baru sekali ini melewati tol atas laut, langsung deh buka jendela dan liat kiri kanan, dibawah jalan laut bo', nek nyemplung piye yooo. Langsung menuju Nusa Dua yang so eksotik. Ga kayak di Kuta, kawasan Nusa Dua merupakan kawasan resort ternama. Hotel bintang mewah dan resort bintang lima bertebaran disini, sebelum masuk area ada pengecekan oleh penjaga keamanan. Mobil diperiksa sebelum masuk ke kawasan ini. Ngeliat resort-resortnya cuma bisa melongo, wuihh apik-apik, berapa harganya ya nginep disini. Nusa Dua berdekatan dengan Tanjung Benoa, ja…

Cantiknya Kawah Putih Ciwidey

Siapa suka jalan-jalan atau traveling? Pasti banyak yang suka ya, asal lagi ada duit, hihihi. Kalo lagi tongpes mah, boro-boro mikir jalan-jalan, puyeng liat tagihan listrik *lha koq jadi curhat*.

Bagi saya, traveling itu perlulah, sesekali. Merefresh tubuh dan pikiran setelah kerja kerja terus, dan biar ada kenangan, moment spesial saat jalan-jalan apalagi bareng keluarga.

Jalan-jalan jangan hanya ke mall ya, ntar malah shopping duitnya abis. Mending wisata alam ajah, menghirup segarnya udara yang bersih dan semakin mensyukuri ciptaanNya.

Salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi adalah Kawah Putih di Ciwidey. Sudah sering sih liat di sinetron atau pilm, kalo enggak wedding background temen.  Liat dari tipi ajah udah cantiiikk, apalagi aslinya ya.

Kebetulan saat saya di Bandung, harus dong ke Kawah Putih. Perjalanan dimulai dari Arion Swiss Bell Hotel tempat saya menginap di kota Bandung, setelah sarapan cuss langsung berangkat naik travel yang sudah dipesan sebelumnya. …

Kenapa ke Gereja Pake Baju Bagus?

Bagi saya, mengikuti ibadah di gereja tak hanya kewajiban tapi merupakan  "undangan" spesial dari  Allah dan pastinya saya juga harus datang dengan spesial juga. Tak hanya niat dan hati yang bersih, tapi apa yang saya kenakan haruslah sederhana, layak, sopan dan bagus.

Umat non Katholik terkadang bertanya  kenapa umat Katholik kalau ke gereja bajunya bagus-bagus?
Bagus disini bukan berarti mahal atau mewah, tapi sebisa mungkin menggunakan baju terbaik yang layak dan sopan untuk menghadiri undangan Allah.

Layaknya menghadiri undangan pesta, sudah sepatutnya saya memakai baju yang layak dan sopan. Patutkah kita ke pesta resmi menggunakan celana jins atau pun kaos seperti orang mau olah raga? Atau memakai celana sobek dan sandal jepit? atau malah,  memakai rok yang sangat mini ataupun baju yang terlalu terbuka kayak orang mo ke kafe?

Jawabannya ada di hati kita masing-masing.

Jujur, saya sangat menghindari memakai jins dan kaos oblong saat menghadiri ibadah di gereja. Walaupun…

Benteng Pendem

Salah satu obyek wisata yang wajib dikunjungi saat ke Cilacap selain Teluk Penyu adalah Benteng Pendem.  Benteng ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1861. Lokasinya tepat di sebrang pantai, so kalo ke Teluk Penyu mampir masuk ke sini ya. Bangunan ini dulunya merupakan markas pertahanan tentara Belanda. Benteng ini sempat terendam air dan pasir, setelah ditemukan oleh pemerintah baru digali dan dijadikan tempat wisata sejarah.




Karena masih terlalupagi, Benteng ini belum dibuka, dipos penjualan tiket juga belum ada yang menjaga. Dulu waktu SD saya pernah kesini dan seingat saya didalam cukup luas, ada benteng, bekas barak dan tempat persembunyian.
Kalo hujan banyak benteng yang terendam banjir karena lokasinya yang  rendah, itulah mengapa namanya Benteng Pendem, pendem dalam bahasa Jawa berarti terendam.



Didalam kita bisa berjalan menyusuri benteng-benteng yang masih terlihat sangat kokoh walupun sudah berusia ratusan tahun Ini adalah bukti, kalau Belanda selalu …