Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Its a SimpleLIFE

Bahagia itu sederhana.
Saat senja hari,
Saat perut anak lanang terisi penuh,
Saat pekerjaan di rumah sudah terselesaikan,
dan akhirnya,
saya bisa merem melek menikmati coklat hangat sambil menikmati semilir angin senja hari,
beban srasa hilang,
ringan serasa di awang - awang.
Ehm....
Terimakasih Senja,
Terimakasih Coklat,
Terimakasih TUHAN,
#its a simple life

Mobil Putih

Ada yang berbeda dengan pagi ini, biasanya drama cry oh cry atau rengekan anak mbarep dimulai saat saat mulai berganti kostum seragam kantor. Dia akan mulai merengek dan menangis. Dia tidak mau diantar ke Tempat Penitipan Anak (TPA) dan meminta saya dirumah saja dan tidak usah bekerja. Satu hal yang tidak mungkin saya turuti. Walaupun sesampai di TPA dia sudah tidak menangis dan bermain dengan teman - temannya.
Hari ini dia sama sekali tidak menangis dan senyum-senyum manis. Saya sama suami sampai geleng-geleng kepala. Mau tau nggak apa yang bikin anak saya berubah 180 derajad. Itu karena keinginanya untuk dibelikan mobil terpenuhi. Nathan, si anak mbarep memang sangat ingin punya mobil, mungkin supaya kemana - mana tidak kehujanan atau kepanasan. Atau mungkin dia kepengen mobil om - omnya.
Saat sedang dijalan , kalo ngeliat mobil - mobil pasti dia ngomong pengen mobil. Saya dan suami sebagai orang tua cuma ngelus dada karena belum bisa mewujudkan impiannya.
Akhirnya, suami dapat reje…

Tunjangan Tak Manusiawi

Pagi tadi saya disuguhi sarapan infotainment yang menyebalkan...yaiyalah...namanya gosip mbakyu...Beritanya tentang perceraian Christy Jusung dan Jay Alatas. Dan yang bikin eneg tuh, si wanita meminta tunjangan 60 juta perbulan. Wow..wow...wow...itu uang semua ya..Gaji saya harus dipotong bertahun-tahun untuk bisa dapet uang segitu.
Kawin cerai di kalangan selebritis sudah bukan hal yang tabu, malah sepertinya ngetrend. Padahal menurut saya , pernikahan itu monogami  dan sekali seumur hidup. Menerima semua suka duka pernikahan dan menerima apapun resikonya. Karena itu pilihan kita sendiri , dan tidak hanya janji setia dengan pasangan tapi janji dengan Tuhan.
Menilik pernikahan Christy Jusung dan suaminya Jay Alatas yang usianya jauh diatas dia ,tentunya banyak perbedaan. Dan seharusnya mereka sudah tahu apa yang akan mereka hadapi. Entah ,jika pernikahan itu dimotivasi oleh hal tertentu di luar cinta, entah itu materi ataupun kehormatan.
Menilai pantas atau tidaknya si wanita meminta…

Kaum Sosialita?It's not Me

"Jeng mbak Hani mau jalan-jalan ke Bali selama dua minggu low"
"Ama siapa jeng?"
"Ama temen-temen sosialita kayaknya"
"Kaum sosialita parasamya ya?"
"Bukan, ama temen sosialita dari luar kantor"

Itulah sepenggal percakapan yang saya denger dari rekan saat bimtek kemaren ,dan saya ikut nimbrung karena topiknya hot. Biasalah, saat pemaparan materi , kadang pembicaranya kurang menarik, cuma mendongeng dan membaca bersama , bikin mata pengen merem ajah.
WOW, ternyata kaum sosialita ga hanya di tipi, dikalangan artis -artis atau istri kaum ekspatriat. Dikalangan pegawai negeri juga ada kaum sosialita juga. Sebelum lanjut , sebenernya apa sich Kaum Sosialita itu?
Dari wikimedia , sosialita itu diadaptasi dari bahasa Inggris, berasal dari kalimat sosial dan elite. Yang berarti pertemanan kaum elite. Elite disini bukan berarti ekonomi sulit kayak saya lho , tapi orang-orang terbaik atau pilihan di suatu kelompok,atau orang-orang terpandang ata…

Surat yang Belum Terkirim

"halah...daripada repot merah ASI mending kasih susu formula aja gampang , dulu Sheila anak pertama saya minum susu formula juga gapapa" Itulah celetukan rekan saya saat kami membicarakan tentang ASI. Ringan sich tapi makjlebb di hati. Jujur saya sedih dan prihatin. Dia saat ini sedang hamil anak ke dua, dan saya menyarankan untuk memerah ASI saja untuk stok ,dan tercetuslah kata - kata diatas. Saya ga berani untuk mengkampanyekan tentang ASI lebih lanjut, karena dia senior saya dan melek internet tentunya sudah banyak info yang dia tahu tentang kelebihan ASI yang menakjubkan itu dan lebih memilih sufor untuk anaknya nanti. Dia ga mau repot harus memerah dan pegal saat malam hari kalau harus menyusui. Padahal untuk menjadi Ibu kan memang penuh pengorbanan.
Ya, minum sufor memang tidak berakibat buruk yang langsung terlihat, tapi alangkah lebih baik jika kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak kita. Anak dia yang pertama juga minum sufor dan sering sakit batuk dan panas…

Yogyakarta - Kla Project

"Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja" Itulah sepenggal lirik lagu Yogyakarta yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara yang tergabung dalam grup band Kla Project. Band ini digawangi oleh Katon, Lilo, Adi, dan Ari pada tahun 1988. Lagu ini begitu populer pada jamannya bahkan sampai sekarang.
Saya sangat suka dengerin lagu ini , musiknya ringan , ada unsur etnik dan JOGJA bingit. Mungkin yang bikin lagu ini punya kenangan tersendiri dengan kota gudeg itu. Dan masalah kenangan..ehmmm...gw banget.
Banyak julukan bagi kota Jogja , ada kota budaya , kota pelajar ,kota wisata , kota apalagi yaaa *mikir sikk* jadi pasti banyak banget yang sudah pernah ke Jogja , entah cuma jalan-jalan, sekedar mampir dari kota lain, ato pernah kos di Jogja selama kuliah / kerja, banyak alasan untuk datang ke daerah istimewa ini. Da…

Senangnya Tinggal di Rumah(Kontrakan) Sendiri

Genap 10 hari saya dan keluarga kecil saya menempati rumah (kontrakan) sendiri. Selama ini saya tinggal di PIM tapi bukan Pondok Indah di Jakarte sana low,melainkan tinggal bareng mertua alias POndok Indah Mertua...hehehehe. Tapi ga boleh sama mertua ,menemani beliau katanya. Tapi karena ada hal mendesak, saya akhirnya memutuskan untuk ngontrak sendiri. Alasannya karena nyari ART ga dapet-dapet ,akhirnya nyari rumah aja...Lho apa hubungannya yaa....Baca  The Hard Day  dulu ya.
Tinggal di rumah sendiri itu ternyata banyak suka dukanya, tapi menurut saya banyak sukanya ,antara lain :
1. Bisa mendidik anak tanpa campur tangan orang lain.
2. Lebih mandiri , segala hal harus kita putuskan sendiri (dengan suami)
3. Bisa lebih bebas berekspresi...halah..misal, mo nyanyi teriak-teriak nyante aja tanpa malu ma mertua..(paling-paling ditimpukiin sendal ma tetangga sebelah...wakakaka)
4.  Danlainlain....
Dan yang paling penting rumah saya itu deket banget ama kantor ,paling 5 menitan dah nyampe …

The Hard Day

Beberapa minggu terakhir merupakan hari yang berat bagi keluarga kecil saya , terutama saya sendiri. Berawal dari Ibu mertua yang jatuh sakit ,dan semuanya menjadi sangat repot. Ya, karena beliaulah yang momong kedua anak saya ,saat saya bekerja. Dibantu suami tentunya. Karena proyek suami dekat rumah sehingga pagi sebelum berangkat dia sudah memandikan dan nyuapi Nathan , anak pertama saya. Dan saat makan siang bisa pulang nemeni tidur si mbarep. Tapi saat suami ada keperluan terpaksa si Mbah momong keduanya, Nathan dan adeknya yang masih 6 bulan.
Setelah dibawa ke dokter ternyata Ibu terkena Cikungunya , dan harus istirahat. Hari pertama saya ijin tidak berangkat ke kantor. Dan untungnya itu hari Jumat, so hari berikutnya saya tidak perlu ijin karena libur, dan saya kira segera sembuh. Tapi sampai minggu beliau tak kunjung membaik, dan dibawa ke dokter lagi. Hari Senin saya terpaksa berangkat ke kantor dan cuma beberapa jam saja, tak tega meninggalkan mbahnya. Dan saya memutuskan u…

No Crying n I'm Heppi

Senang...senang...hepi..hepi...
Hari ini saya bahagia banget, sampe si mbarep Nathan nanya
"Ibu koq ngguya ngguyu kenapa?"
"Ibu seneng banget,karena Mas Nathan maemnya banyak n ga nangis nangis lagi"
Setelah beberapa hari dia rewel ,akhirnya sudah dua hari ini saya menemukan cara untuk membuat pagi hari tanpa tangisan. Ternyata gampang, saya cukup mengalah terhadap anak saya dan membuang ego. Kerjaan rumah dikerjakan lebih pagi sebelum bangun, kalopun belum selesei dan anak-anak sudah bangun, saya lebih memilih untuk ngelus-ngelus Nathan saat bangun tidur. Anak saya senang sekali dengan ritual "cinta-cintaan" ,yaitu peluk-pelukan dan saling mencium,mennujukkann kalo saya sangat menyayangi dia. Sepulang kerja pun saya lebih mengutamakan bermain dan menemani anak-anak. Biarlah kerjaan belum selesai, masih bisa dikerjakan nanti malam atau saat suami sudah ga sibuk.
Selama ini Nathan sering nangis karena saya lebih egois, dia harus manut / nurut saya karena …