Melepas Anak Ikut Turnamen Basket di Luar Kota ( NBL Purworejo 2025)

NBL Purworejo 2025


"Adek, ibu perlu menemani adek nggak selama di Purworejo?" tanya saya pada anak saya yang paling kecil. 

"Nggak usah buk, ngapain, sendiri aja aku" jawab dia dengan lugas. 

"Tapi anak lain ditemani mamanya, adek nggak papa tanpa ibu?" Saya berusaha merayu biar saya bisa menemani, ya meski galau juga kalau dia menjawa iya, itu artinya saya harus mengajukan cuti kantor.

"Nggak, nggak usah" jawab dia makin kenceng.  

"Oke" dalam hati saya merasa lega sekaligus sedih. Pertama, saya lega karena saya tidak perlu cuti, kedua saya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menginap di hotel dan sedihnya anak bungsu saya yang masih imut itu sudah merasa besar dan mandiri.

***

Pada bulan Desember, anak saya mengikuti dua turnamen basket. Yang pertama ikut Lancar Basketball Turnamen yang pelaksanaannya cuma di dalam kota saja. Turnamen yang satunya ada di kota sebelah, ya nggak sebelah-sebelah amat yaitu Purworejo. 😅

Jarak dari Jogja ke Purworejo sekitar 60 kilometer ditempuh selama kurang lebih dua jam perjalanan. Tidak begitu jauh tetapi tetap tidak memungkinkan jika anak-anak tidak menginap karena pelaksanaan turnamen selama 4 hari berturut-turut. Kebayang bakal capeknya perjalanan dan mereka juga membutuhkan conditioning time sebelum pertandingan seperti pemanasan dan streching. Jadi pilihan terbaik adalah menginap.

Dua belas anak berusia dua belas tahun berangkat menuju ke Purworejo. Ada yang diantar orangtuanya, sebagian berangkat bersama-sama tim official naik travel, sedang anak saya bareng temannya Elbra. Papanya berbaik hati menawari Arsaka kalau mau berangkat bersama dia dan menemani selama perjalanan. Tahu saja parents di club kalau saya tidak bisa mengantar. Full baik hati pokoknya parents Rising Star. :)💓

Tibalah hari dimana anak-anak berangkat ke Purworejo, sehari setelah turnamen LBE dan mereka langsung gas ke turnamen selanjutnya. Kebayang capeknya (sebenernya), tapi ya anak-anak tetap semangat dengan 4 pertandingan di depan mata.

Saya mengantar adek ke rumah Elbra yang rumahnya di seputaran kota. Selain ada anak saya, ternyata ada coach Mustofa juga bareng papa Elbra. Sekitar pukul 15.00 mereka bersiap berangkat. 

"Titip Arsaka ya papa Elbra, makasih banyak ya" saya pamit ke mereka.

Bersiap berangkat ke Purworejo


***

Dengan perasaan deg-degan, sedikit cemas tapi saya tetap berusaha tenang selama di rumah. Memantau lewat maps perjalanan mereka. Hingga dua jam setelahnya saya baru merasa lega setelah adek mengabari kalau sudah sampai di hotel.

Adek sudah sering ikut acara, tanding atau kegiatan lain tanpa saya dampingi. Pernah juga tanding di luar kota tanpa saya, tapi tanpa menginap. Pernah juga retreat menginap tetapi teman-temannya juga tanpa orantua. Nah, yang sekarang itu dia menginap selama lima hari empat malam. Terlebih itu bukan acara santai seperti piknik melainkan bertanding yang membutuhkan tak hanya fisik yang kuat namun juga mental yang nggak mlempem.

Anak saya tidak punya HP, tapi saya perlu berkomunikasi dengan dia selama tidak di rumah. Solusinya saya pinjami HP. Saya tidak mau menambah repot parents lain dengan keseringan bertanya kabar anakku. Lagi ngapain dia, makan belum dan lain-lain.

Eh, ternyata dia jarang chat ibunya, apalagi video call. Dia sibuk  latihan, tanding, istirahat, dan berakhir semua HP anak-anak ternyata dikumpulkan dan dibawa coach agar mereka bisa istirahat maksimal. Percuma rasanya saya bawakan HP. Nasib punya anak irit ngomong. Balas WA hanya beberapa kata. 😏 Yah, tapi saya enggak kaget. Doi mirip banget sama bapaknya. 😁

Puji Tuhan, mama papa di grup yang ikut ke Purworejo baik-baik banget selalu berbagi kabar dan foto anak-anak. Ya, meski seperti biasanya anak lanang paling nggak suka on frame.


Saya minta dia ngirim foto, eh yg difoto teman-temannya 



Makan malam di hotel

Pemanasan di Alun-Alun Purworejo

Champion di NBL (National Basketball League) Purworejo 2025 KU-12

NBL Purworejo adalah turnamen bola basket kelompok umur yang diselenggarakan pada 19-23 Desember 2025. Acara ini menjadi ajang pengembangan talenta basket muda di Purworejo. Anak-anak Rising Star KU-12 baru pertama kali ini mengikuti event NBL Purworejo. Biaya pendaftaran pertim sebesar 3 juta rupiah. 

Peserta NBL dari beberapa club basket di Jogja dan Jateng seperti Rising Star Jogja, Bhinneka Solo, T-Rex, Patriot dan Astro Jogja. Kelompok umur yang dipertandingkan ada beberapa dari KU 8 sampai KU 15.

Saya, memang jarang bisa mendampingi anak turnamen. Meski di dalam kota pun saya tidak bisa menunggui semua pertandingan. Semisal, ketika ikut event LBE dengan 4 jadwal tanding, saya hanya bisa nonton satu saja apalagi jika pertandingan di weekday pas jam kerja. Untungnya, Arsaka juga tidak  menuntut selalu ditemani. Yang penting diantar dan dijemput tepat waktu, dia sudah senang.

Saya juga nggak kuat selalu ada di tribun. Hatinya yang nggak kuat. Deg-degan dan keringat dingin. Padahal yang tanding juga anaknya, ibunya cuma duduk diam. Hahaha. 

Saya memutuskan jadi tim pendoa saja. Tidak bisa jadi supporter teriak-teriak di tribun. Saya memilih diam melangitkan doa. So, semoga para parents maklum ya. 😇

Parents Rising Star KU 12


Namun, meski sesibuk apapun saya tetap menyempatkan setidaknya satu kali menyaksikan anak saya bertanding. Melihat perkembangan dia, keberanian dan ketrampilan dia bermain basket. Apakah ada kemajuan dari waktu sebelumnya. 

Sejauh ini saya cukup puas dengan progress anak saya, bisa bekerja sama dengan tim, dan dapat play minute yang cukup.  Dari beberapa pertandingan, dari hasil statistik play minute Arsaka antara 20 - 29 menit. Lumayan lah untuk anak dengan size yang belum setinggi teman-temannya.

Pada pertandingan terakhir, saya bersama suami dan kakak menyusul adek. Nonton pertandingan terakhir sekaligus menjemput pulang. Ehm, rasanya kangen banget empat hari nggak denger suaranya cimil dan peluk-peluk dia.

Puji Tuhan, pertandingan terahir tim Rising Star mengalahkan tim T-Rex sehingga posisi Rising Star berada di paling atas dan jadi champion. Ah, rasanya happy banget, akhirnya anak-anak kesayangan bisa juara. Setelah perjuangan dan latihan satu musim, anak-anak mendapatkan hasil yang memuaskan.




***
Dari turnamen basket di luar kota saya belajar melepas anak untuk mandiri. Mandiri adalah salah satu pondasi menjadi manusia. Tak perlu menunggu dewasa untuk menjadi manusia mandiri. Saat kamu mandiri, otomatis mental mu terlatih untuk kuat dan tidak labil. 

Terimakasih ya nak, memberi kesempatan ibu untuk belajar sedikit melepas kemelekatan terhadap kamu. Ibu yakin kamu bisa dilepas, hanya ibu saja yang sering galau. 😉




Komentar