Tiga Hal yang Menginspirasi dari Band Nosstress


band nosstress bali
Serunya saat Nosstress perform (sumber gambar IG Nosstress Bali)

Saya pernah salah mengeja nama Nosstress dengan ejaan Nos-Stress. Salah pemenggalan tepatnya. Tak hanya salah mengeja, penyebutannya menurut saya kok ya jadi agak belibet. Bahkan, setelah berbulan-bulan menjadi fans band dari Bali ini saya baru sadar jika nama band ini adalah No-Stres. Lebih gampang pengucapannya dan jadi bermakna. Coba kalau Nos-Stress ada yang tahu artinya nggak?  


Beda dengan No-Stress yang secara harfiah bisa saya artikan no stress alias nggak ada stress. Yah, kayak kita sekarang lagi no-stress, karena masih tanggal muda. Beda sama besok tanggal 20an.

LoL.

Nosstress Band Indie dari Pulau Dewata



Sebenarnya saya agak bingung mau menyebut grup ini apa. Musisi indie, trio folk, band indie atau grup musik indie. Karena, kalau mau menyebut band. Selama ini anggapan masyarakat band itu ya ada yang main gitar, bass, drum atau bisa ditambah keyboard. Nah, Nosstress ini lagu-lagunya akustik semua. Mau nyebut band tapi nggak ada gedumbrang gedumbrengnya.  Hehehe.

Ah apalah arti sebuah sebutan, lebih gampangnya saya memilih menyebut Nosstress sebagai band indie.

Kalian manut wae yo :)


Saya mengenal Nosstress dari beranda You Tube. List song di youtube setahun terakhir diisi band-band indie semacam Float, Payung Teduh n Fourtwnty tentunya ada juga LP sama pakde Didi Kempot sebagai The Lord of Brokenheart. Yah, random bangetlah selera musik saya, serandom hidup kuuuuu.

Nah, terkadang otomatis aja keputer lagunya Nosstress yang judulnya Pegang Tanganku. Mendengar lagu Pegang Tanganku masih selow aja sih saya, belum tertarik mendalami mereka siapa. Masih amazed aja sama vokalnya Ari Lesmana.



Saya mendengar lagu Nosstress entah itu channel siapa, yang pasti ada gambar tiga cowok yang rasanya masih anak kuliahan atau malah anak este'em itu terlihat "belum menarik" bagi saya. Hehehe.

Maaf ya Cok, wajahmu lucu :) Eh tapi sekarang pas gondrong n gemukan malah jadi terlihat ganteng kok. 




Hingga lagu Semoga, Ya terdengar begitu syahdu di telinga saya. Seorang pria memainkan gitar di tepi danau. Lagu yang sederhana, membumi, slow listening, lirik yang mengena di hati dan bahkan saat menyanyikan lagu itu bisa menjadi doa. Sebuah harapan agar hari itu menjadi lebih baik.

Karena background saya sebagai nasrani dimana sebuah lagu bisa menjadi doa, bahkan terkadang cukup menyanyikan sebuah lagu dan itu bisa menjadi doa. Dan saya menemukan  sebuah doa di lagu Semoga, Ya.

Hanya saja, saat melihat video klip tersebut saya jadi makin bingung. Karena dijudulnya Semoga Ya - Guna Warma - Ini Bukan Nosstress. Guna Warma  perform sendiri di video klip. Yang tersirat dari judul video klip tersebut adalah Semoga Ya lagu dari Guna Warma dan dia bukan personil Nosstress. Hahaha. . Lugu sekali saya. Hingga beberapa waktu kemudian baru tahu jika Ini Bukan Nosstress adalah judul album dari Nosstress yang ke-4

Maaf foto hanya pemanis :) Bukan gadis Bali, hanya pengagum band dari Bali.


Berawal dari lagu Semoga Ya, saya mendengarkan hampir semua lagu Nosstress. Dan lagu-lagu mereka membuat saya jatuh cinta. Kesederhanaan akustik malah memperkaya musik mereka. Apalagi tema yang mereka sampaikan dari lagu-lagu Nosstress bukan lagu tentang cinta dan haha-hihinya. Saya malah belum menemukan lagu tentang cinta, hanya ada satu lagu Man Angga yang berjudul Ya, Kamu. Cinta yang dibawakan lebih ke cinta universal. Cinta kepada keluarga.

So, jangan nyari lagu patah hati dari albumnnya Nosstress ya gaes.

Ini videonya buat kalian yang belum pernah lihat. Syedih, lagu secakep ini viewernya baru sejuta :(


Baithewei, video klipnya cakep banget ya. Simple, sederhana tapi mengena di hati. For you who makes this video laff dah buat kamu.
Sebelum tahu jika Nosstress berasal dari Bali kok saya sudah mencium  aroma Bali dari warna vokal mereka. Dengerin dah cengkoknya Man Angga dan si Kupit Guna Warma. Ada cengkok-cengkok semacam dengerin lagu daerah Bali gitu. Nah ini juga yang menjadi ciri dari Nosstress dibandingkan band indie lain. Tahu sendiri 'kan band indie sekarang banyak banget. Tumbuhnya secepat cendawan di musim hujan. Apalagi ada media digital yang menjadi saluran paling mudah untuk mengenalkan hasil karya mereka pada masyarakat.

Semua Personil Nosstress Bisa Nyanyi Lho!

Cok Bagus (sumber gambar Nosstrees.com)

Jarang sekali dalam sebuah grup musik semua personilnya bisa menyanyi. Hal ini bisa kita temukan pada Nosstress. Baik itu Tjokorda Bagus Pemayun (cajon, harmonika, pianika & vocal), Angga Yudhista (vocal, guitar) dan Guna Warma (vocal, guitar) semuanya bisa nyanyi dan kayaknya ada beberapa lagu yang dinyanyikan sendiri-sendiri. Seperti Semoga Ya dinyanyikan Guna Warma, Ya Kamu oleh Angga dan Pegang Tanganku kayaknya pernah denger ada versi  dinyanyikan oleh Cok sendiri.


Ketiga personil Nosstress punya warna suara yang berbeda. Yah, perpaduan suara mereka jadi  harmoni yang indah dan ini yang menarik dari Nosstress. Bahkan bisa dibilang warna vokal mereka unik. Dua vokal yang langsung bisa saya kenali tanpa lihat video klipnya yaitu suara Angga dan Kupit ( Guna Warma). 

Kalau diperhatikan wajah Angga itu mirip sama Rizky Febian n Agung Hapsah, garis wajahnya mirip. Coba Bli rambutnya dimodel poni lempar macam Rizky Febian, pasti kayak kakak adek

Angga memiliki jangkauan suara yang tinggi, sering dia bernyanyi dengan teknik falseto. Bahkan saat bernyanyi falseto,  saya ngga bisa menandingi tingginya nada suara Angga. ((Rasah takon emang mbake iso nyanyi, keneng azab kowe mengko)) Secara kebanyakan cowok biasanya bersuara bass, atau tenor. Tapi Angga ini suaranya kecil melengking gitu. Cengkoknya pun Bali banget. Enaklah didengar bersama petikan gitar akustiknya.

Ohya coba kalian dengerin lagu berikut, sambil merem ya. Pasti kalian mengira lagu ini dinyanyian duet cewek dan cowok.  Suara Angga mirip banget sama suara sinden, (kalau di Jawa penyanyi tembang Jawa namanya sinden, nggak tahu kalau di Bali namanya apa)

Angga dan Kupit mengcover lagu Mejanji Di Jalan yang dinyanyikan indah oleh De Alot, penyanyi pop Bali era tahun 80an. Kalau suaranya Kupit sih langsung ketahuan tapi Angga kok bisa nyanyi tinggi banget gitu nadanya.  Cadaaaas.



Eniwei, saya malah penasaran gimana kalau Angga nyanyi lagu rock ?

Pacarnya mbak Sandrayati Fay. Duh, cemburu aku :D

Kalau suaranya Kupit hampir mirip sama Angga, bening tapi ada sengau bindeng gitu. Kalian tahu orang kalau lagi pilek,  kena flu, hidungnya buntet dia kalau ngomong pasti suaranya bindeng. Inilah kekhasan warna suara Kupit/Guna Warma.

Tapi heran lho saya, orang lain pilek ya suaranya jelek tapi kalau Kupit kok malah jadi sumber rejekinya jadi musisi sekaligus penyanyi. Hahaha. Pasti dia berkarma baik.

Tjokorda Bagus adalah personil terakhir Nosstress yang saya sadari keberadaannya. ((Maapken saya Cok)) . Hal ini saya ketahui saat saya posting foto perform Nosstress saat di Balkondes di twitter. Seorang teman yang ternyata fans Nosstress bertanya kok Cok nggak ikut mbak. Lhah, saya baru tahu jika personel Nosstress itu tiga. Selama itu saya hanya mengenal Angga dan Kupit. 


Kemudian saya menjelajahi channel youtubenya Nosstress dan ternyata memang mereka itu bertiga. Saya dengarkan dengan seksama setiap lagu yang bukan dinyanyikan solo. Ternyata ada warna vokal "laki-laki" diantara suara Angga dan Kupit.


Berbeda dengan kedua rekannya, suara Cok agak serak, hampir mirip sama suara Iwan Fals saat nada tinggi, terkadang mirip suaranya Ipank juga. Warna suara Cok lelaki banget 'lah. Harmoni vokal mereka bertiga teope begete lah.


Perjalanan Karir Nosstress

Mengutip dari web officialnya Nosstress : Setelah berulangkali berganti personel, aliran musik dan nama sejak tahun 2007, akhirnya lahirlah trio folk Nosstress di tahun 2008. Man Angga (Gitar/Vokal), Kupit (Gitar/Vokal) dan Cok Bagus (Kajon/Harmonika/Pianika). Dari hanya membawakan cover version secara akustik, Angga, Kupit dan Cok mulai menciptakan karya-karya originalnya hingga pada medio Oktober 2011 Nosstress secara resmi merilis album perdananya berjudul “Perspektif Bodoh” yang dilauching di Serambi Art Antida Denpasar.

Karya perdana Nosstress ditahun 2011 berjudul “Perspektif Bodoh”, tiga tahun kemudian  tour  ke Eropa selama sebulan dalam tour yang bertajuk  “From Bali To Europe”.  Tahun 2014 Nosstress kembali hadir dengan karya – karyanya yang dalam album “Perspektif Bodoh II”. Di tahun berikutnya Nosstress mengeluarkan album yang berjudul “Viva Fair Trade”, dalam album ini Nosstress menyuarakan hak asasi wanita dan anak – anak yang lahir dari ketidakadilan.  Album paling anyar Bukan Nosstress yang keluar diakhir tahun 2017.

Nosstress, ditunggu album selanjutnya yaaaa

Ternyata Nosstress seperti ini.... 


Hayo siapa yang kepo? Tenang saya bukan Mak Lambe Turah jadi bukan gosip yang saya share sayang. Justru hal yang perlu kalian tahu tentang Nosstress bisa jadi inspirasi kamu. Inspirasi kita bersama.


Bagi kalian yang sudah lama mengikuti Nosstress pasti sudah paham jika mereka ini pecinta lingkungan. Bersama seniman Bali lainnya menyuarakan Tolak Reklamasi Benoa. Ada Jerinx juga yang sangat vokal bersuara hingga di luar pulau Bali pun tahu tentang kejadian ini.

Kupit bersama Agung Alit menciptakan sebuah lagu bertema Tolak Reklamasi. Mengutip dari Balebengong.id mereka berdua melahirkan hymne lagu kebangsaan yang heroik dan bersahaja. Bahkan anak-anak hingga dewasa di Bali sudah fasih menyanyikan refrain lagu ini "Sayang Bali, Tolak Reklamasi, Bangun Bali kita dibohongi. Rusak Bumi dan anak negeri...."

Jujur belum pernah dengar lagu ini, maklum saya bukan anak Bali dan nanti bakal searching lagu itu.

Sandal Jepit dan thumbler (sumber gambar IG Nosstress Bali)


Mereka bertiga sama-sama memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap isu sosial dan lingkungan, tercermin dalam lagu-lagunya juga. Selain itu mereka sangat sederhana. Lihat lah kemana-mana sering pakai sandal jepit :) 

Selain itu Nosstress minta disediakan galon saat konser. Mereka tidak mau diberi air mineral dalam kemasan dan memilih disediakan galon air saja di basecamp. Seluruh personel dan tim sudah memiliki  botol minum untuk isi ulang. Tak ada sampah yang dihasilkan. Sejalan dengan kecintaan mereka pada alam yang tercermin dalam lagu-lagunya tapi dalam kehidupan sehari-haripun mereka konsisten. 





Saat manggung Nosstress minta disediakan buku pada promotor atau pihak yang mengundang mereka. Kadang ada 'kan band yang minta disiapin bir dkk, mereka minta cukup disediakan buku yah sebangsa novel kebetulan ketiga personel Nosstress suka membaca, jadi bisa menambah koleksi buku mereka. Mereka terinspirasi dari mas Fiersa Besari, itu mas-mas puitis pecinta senja. Eheek.  

Eh,daku juga ngefans dink sama Mas Fiersa :)

 Baca juga : Tentang Fourtwty


***
"Mbak, aku punya buku banyak, mau tak kasih ke Nosstress nanti dia bakal manggung 'kan, ga perlu bayar ?"

Yo ra ngono kui cuy, pipis di toilet aja mbayar mosok nonton konser ra mbayar. Penakmen :)

Lha jare cukup buku mbak?

Tetep mbayar lah, hargai hasil karya orang cuy.

Nah ini yang susah godaannya. Secara event musik  sebagian besar diadakan oleh brand rokok. Atau setidaknya sebagai penyokong dana atau sebagai promotor. Dalam beberapa pernyataan yang pernah saya lihat di channel youtube Nosstress, mereka tidak bersedia manggung jika penyelenggaranya adalah brand rokok atau yang mengadakan adalah perusahaan rokok. Karena personil Nosstress tidak merokok dan mereka sadar merokok tidak baik bagi kesehatan.




Angkat topi jika Nosstress benar-benar tidak tenggelam di dunia kapitalis. 

Ehm, dah banyak yang mengulas tentang Nosstress, bisa disambung lain waktu gaes. Sungguh saya merasa very happy menemukan Nosstress diantara ribuan musisi. Lagu-lagunya membuat saya hati saya tergerak. Bahkan setelah mendengar dan meresapi lirik lagu "Semoga Hanya Lupa" saya semakin sadar jika selama ini saya tidak peduli akan alam. Lingkungan sekitar. Hanya memikirkan kenyamanan. Saya mulai menanam pohon, yah meski baru di pot, menghindari tas plastik dan sebisa mungkin selalu membawa tote bag. Meski dari dulu sudah memulai kebiasaan ini tapi sering lupanya :D

Buat kalian yang belum pernah menikmati musik Nosstress, coba deh dengarkan. Meskipun liriknya berisi kritik tapi ada rasa optimis dalam lagu-lagu Nosstress. Saya perhatikan sering saya dengar kata SEMOGA pada beberapa lagu Nosstress. Semoga menjadi sebuah harapan yang positif yang muncul dari rasa optimis.  

Meski baru mengenal Nosstress beberapa bulan belakangan ini, tapi  saya merasa begitu dekat dengan Nosstress melalui lagu yang mereka bawakan. Narasi yang disampaikan mewakili keresahan hati terhadap persoalan kehidupan bermasyarakat dan kecenderungan manusia yang tidak peduli akan lingkungan. Lah saya sampai nonton konsernya di Balkonjazz Magelang lho.

Ohya beberapa lagunya Nosstress melibatkan Fendy Rizk sebagai pemain contrabass. Musisi yang juga tinggal di Bali ini nampak selalu melengkapi Nosstress ketika menghibur penonton. Cabikan contrabassnya semakin memperkaya warna musik Nosstress.
Btw, buat Man Angga n Bli Kupit, saya naksir sandal jepitnya :D




((ohya Sobat Prima tulisan tentang Balkonjazz segera saya posting ya, doakan nggak banyak deadline))

***

Sumber referensi : 
1. RadarBali
2. Balebengong.id
3. Bicaramusik.com
4. Nosstress.com

Comments