Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

PT Kanisius Berbagi Sehat dan Ceria dalam Perayaan HUT yang ke-5



Suasana rindang, hijau, adem dan tentrem menyambut saya. Memasuki kawasan kantor penerbit -percetakan Kanisius membuat saya melupakan sejenak  panasnya Jogja saat siang hari. Saya merasa tidak sedang ada di tengah kota Jogja. Seolah saya berada di lereng Merapi atau di kawasan pinggiran kota Magelang.

Hasil gambar untuk kantor kanisius

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di kawasan Kanisius yang berada di daerah Gejayan. Sekian tahun yang lalu pernah mengikuti acara disini dan itu ketika saya masih kuliah. Berarti itu sekitar 15 tahun yang lalu. Duh, jadi ketahuan 'dah betapa tiurnya diriku. LoL

Dan sekarang saya baru sadar jika kompleks penerbit dan percetakan Kanisius menjadi salah satu kawasan penyumbang oksigen bagi masyarakat Jogja khususnya daerah Gejayan. Tak heran sih karena PT KANISIUS memang berkomitmen untuk tidak menyumbang pencemaran lingkungan ini juga diwujudkan dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau yang rindang sebesar 57,2% dari luas lahan kantor, dengan beberapa sumur resapan sebagai upaya konservasi air tanah.


Pekan lalu saya berkunjung ke Kanisius, niat hati pengen donor darah tapi apa daya, kadar HB saya dibawah standar sehingga saya nggak diperbolehkan untuk mendonorkan darah. Ini pasti akibat saya keseringan begadang, membuat badan nggak fit.

Temen-temen, pada tanggal 26 Januari 2019  PT Kanisius merayakan HUT Penerbit-Percetakan Kanisius ke-97.  PT Kanisius berdiri sejak 26 Januari 1922, didirikan oleh Superior Misi Pastor J, Hoeberects SJ. Pada tanggal 1 Januari Kanisius berganti nama dan menjadi badan hukum menjadi PT Kanisius Namun puncak perayaan diadakan pada hari Sabtu , pekan lalu.

Dulunya Kanisius  hanyalah sebuah percetakan kecil yang mencetak buku untuk kepentingan peribadatan gereja dan buku pendidikan untuk murid pribumi di Yogyakarta, Kanisius terus bertumbuh menjadi percetakan besar yang hasil cetakan bukunya tersebar di seluruh Indonesia. 


Karena gagal donor darah kemudian saya berkeliling, melihat para karyawan serta masyarakat yang mendonorkan darahnya. Kanisius bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia serta masyarakat Pedukuhan Santren. Donor darah diadakan di ruang Mahoni, berlangsung dari jam 08.00 sampai 11.00



Kemeriahan anak-anak terdengar dari ruang sebelah, adik-adik dari TK Tunas Harapan dan PAUD SPS Kuncup Melati. Ternyata adik-adik sedang tertawa gembira mengikuti story telling dan fun games yang juga diadakan oleh PT. Kanisius   bersama Kak Irin dan Kak Ninik mitra  Sahabat Literasi dan badut Franklin yang super lucu.

Hal ini sebagai perwujudan Kanisius secara konsisten sampai hari ini terus menghadirkan buku-buku bermutu, untuk mewujudkan visinya “mewujudkan masyarakat yang nasionalis dan bermartabat”. Tak hanya berorientasi profitKANISIUS tak sayang berbagi sebagai wujud peduli pada masyarakat dengan membentuk Sahabat Literasi.

Bapak Y. Suharno ketua panitia HUT Penerbit-Percetakan Kanisius ke-97 “Menyongsong 1 abad Kanisius, PT KANISIUS ingin semakin menguatkan posisinya “Sinergi Bakti Untuk Negeri”.

Konsisten seperti pada masa awal kemerdekaan, Penerbit-Percetakan Kanisius menegaskan sikapnya untuk mendukung Negara Republik Indonesia yang baru berdiri, melalui proses Indonesianisasi pendidikan sekolah dengan menerbitkan buku-buku pendidikan yang bermutu. Pada akhir tahun 1946, Kanisius dipercaya Pemerintah Republik Indonesia turut mencetak Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

Semangat itulah yang diupayakan terus hidup dalam perjalanan karya Kanisius. Diserukanlah slogannya dari waktu ke waktu: “Membangun Kualitas Bangsa”, sambil terus belajar “Mengasah Budi – Mengolah Hati”, dan terus mengajak ber-“sinergi Bakti untuk Negeri”.  




Kanisius berbagi juga turut mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak serta Lansia yang bekerja sama dengan RS Panti Rapih. Adik-adik TK dengan sabar antri sampai namanya dipanggil untuk diperiksa, begitu pula dengan para Lansia yang juga antusias memeriksakan kesehatannya setelah mengikuti senam bersama yang diadakan di lantai dua.
            

Bertahan hingga usia 97 tahun bukan hal yang mudah, terlebih didunia percetakan-penerbitan yang dituntut untuk terus berkembang mengikuti perkembangan jaman serta dunia digital. Sampai sekarang Kanisius ikut berkontribusi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui karya penerbitan dan percetakan. Diyakini, content buku bermutu mengantarkan manusia sampai puncak kebudayaannya. 

Selamat ulang tahun Kanisius, semoga semakin jaya dan selalu mendampingi masyarakat Indonesia dengan menghadirkan buku-buku bermutu sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang makin berkualitas; masyarakat yang makin nasionalis dan bermartabat.

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…