Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

PT Kanisius Berbagi Sehat dan Ceria dalam Perayaan HUT yang ke-5



Suasana rindang, hijau, adem dan tentrem menyambut saya. Memasuki kawasan kantor penerbit -percetakan Kanisius membuat saya melupakan sejenak  panasnya Jogja saat siang hari. Saya merasa tidak sedang ada di tengah kota Jogja. Seolah saya berada di lereng Merapi atau di kawasan pinggiran kota Magelang.

Hasil gambar untuk kantor kanisius

Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di kawasan Kanisius yang berada di daerah Gejayan. Sekian tahun yang lalu pernah mengikuti acara disini dan itu ketika saya masih kuliah. Berarti itu sekitar 15 tahun yang lalu. Duh, jadi ketahuan 'dah betapa tiurnya diriku. LoL

Dan sekarang saya baru sadar jika kompleks penerbit dan percetakan Kanisius menjadi salah satu kawasan penyumbang oksigen bagi masyarakat Jogja khususnya daerah Gejayan. Tak heran sih karena PT KANISIUS memang berkomitmen untuk tidak menyumbang pencemaran lingkungan ini juga diwujudkan dengan menyediakan Ruang Terbuka Hijau yang rindang sebesar 57,2% dari luas lahan kantor, dengan beberapa sumur resapan sebagai upaya konservasi air tanah.


Pekan lalu saya berkunjung ke Kanisius, niat hati pengen donor darah tapi apa daya, kadar HB saya dibawah standar sehingga saya nggak diperbolehkan untuk mendonorkan darah. Ini pasti akibat saya keseringan begadang, membuat badan nggak fit.

Temen-temen, pada tanggal 26 Januari 2019  PT Kanisius merayakan HUT Penerbit-Percetakan Kanisius ke-97.  PT Kanisius berdiri sejak 26 Januari 1922, didirikan oleh Superior Misi Pastor J, Hoeberects SJ. Pada tanggal 1 Januari Kanisius berganti nama dan menjadi badan hukum menjadi PT Kanisius Namun puncak perayaan diadakan pada hari Sabtu , pekan lalu.

Dulunya Kanisius  hanyalah sebuah percetakan kecil yang mencetak buku untuk kepentingan peribadatan gereja dan buku pendidikan untuk murid pribumi di Yogyakarta, Kanisius terus bertumbuh menjadi percetakan besar yang hasil cetakan bukunya tersebar di seluruh Indonesia. 


Karena gagal donor darah kemudian saya berkeliling, melihat para karyawan serta masyarakat yang mendonorkan darahnya. Kanisius bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia serta masyarakat Pedukuhan Santren. Donor darah diadakan di ruang Mahoni, berlangsung dari jam 08.00 sampai 11.00



Kemeriahan anak-anak terdengar dari ruang sebelah, adik-adik dari TK Tunas Harapan dan PAUD SPS Kuncup Melati. Ternyata adik-adik sedang tertawa gembira mengikuti story telling dan fun games yang juga diadakan oleh PT. Kanisius   bersama Kak Irin dan Kak Ninik mitra  Sahabat Literasi dan badut Franklin yang super lucu.

Hal ini sebagai perwujudan Kanisius secara konsisten sampai hari ini terus menghadirkan buku-buku bermutu, untuk mewujudkan visinya “mewujudkan masyarakat yang nasionalis dan bermartabat”. Tak hanya berorientasi profitKANISIUS tak sayang berbagi sebagai wujud peduli pada masyarakat dengan membentuk Sahabat Literasi.

Bapak Y. Suharno ketua panitia HUT Penerbit-Percetakan Kanisius ke-97 “Menyongsong 1 abad Kanisius, PT KANISIUS ingin semakin menguatkan posisinya “Sinergi Bakti Untuk Negeri”.

Konsisten seperti pada masa awal kemerdekaan, Penerbit-Percetakan Kanisius menegaskan sikapnya untuk mendukung Negara Republik Indonesia yang baru berdiri, melalui proses Indonesianisasi pendidikan sekolah dengan menerbitkan buku-buku pendidikan yang bermutu. Pada akhir tahun 1946, Kanisius dipercaya Pemerintah Republik Indonesia turut mencetak Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

Semangat itulah yang diupayakan terus hidup dalam perjalanan karya Kanisius. Diserukanlah slogannya dari waktu ke waktu: “Membangun Kualitas Bangsa”, sambil terus belajar “Mengasah Budi – Mengolah Hati”, dan terus mengajak ber-“sinergi Bakti untuk Negeri”.  




Kanisius berbagi juga turut mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak serta Lansia yang bekerja sama dengan RS Panti Rapih. Adik-adik TK dengan sabar antri sampai namanya dipanggil untuk diperiksa, begitu pula dengan para Lansia yang juga antusias memeriksakan kesehatannya setelah mengikuti senam bersama yang diadakan di lantai dua.
            

Bertahan hingga usia 97 tahun bukan hal yang mudah, terlebih didunia percetakan-penerbitan yang dituntut untuk terus berkembang mengikuti perkembangan jaman serta dunia digital. Sampai sekarang Kanisius ikut berkontribusi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui karya penerbitan dan percetakan. Diyakini, content buku bermutu mengantarkan manusia sampai puncak kebudayaannya. 

Selamat ulang tahun Kanisius, semoga semakin jaya dan selalu mendampingi masyarakat Indonesia dengan menghadirkan buku-buku bermutu sebagai wujud kepedulian bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang makin berkualitas; masyarakat yang makin nasionalis dan bermartabat.

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …