Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Belajar Membuat Bullet Journal Bersama Standard Pen


Hasil Karya aku :) Sumber gambar : Primastuti

Suasana atrium Jogja City Mall begitu meriah. Pengunjung mall nampak asyik menikmati hasil gambar, sketsa, bullet journal dan patung yang disusun dari kertas. Begitupun saya yang turut mengagumi betapa kreatifnya mereka yang sudah menghasilkan karya tersebut dan dipajang di stand Standard Pen.


Karya yang mencuri perhatian saya yaitu aneka bullet journal, karena sudah lama saya ingin membuat semacam buku agenda/planner dan dihias secantik mungkin. Beruntung saya diajak mak Lusi, kawan blogger yang blognya concern berisi konten tentang dunia wanita dan hasil kriya dan dunia kreatif, untuk ikut workshop bullet journal yang diadakan oleh Standard Pen. Tentunya saya tidak mensia-siakan kesempatan itu.


Standard Pen menggelar acara bertajuk Kreatif Pasti Sukses selama dua hari ( 8-9 September 2018) di Jogja City Mall. Selain bullet journal ada juga workshop handlettering, dodle dan sketsa. Semuanya dipersembahkan oleh Standard Pen dengan cuma-cuma. Puncak acaranya sih ngobrol seru bareng Maudy Ayunda.

Belajar Membuat Bullet Journal Menggunakan Pen dari Standard


Mbak Artikadewanti serta mbak Nath Afnita membagikan ilmunya bagi para peserta workshop bullet journal.  Dua perempuan manis ini bisa dibilang ahlinya bikin bullet journal, hasil karya mereka cakep-cakep. Pokoknya bikin ngiri dan menginspirasi saya agar bisa sekreatif mereka.

Aneka Bullet Journal

Apa sih bullet journal itu? Bullet journal adalah semacam atau salah satu system perencanaan yang bersifat analog dan membantu kita untuk mengatur/melakukan aktivitas yang berulang atau rutinitas menjadi lebih teratur dan terorganisir , semacam planner2 yang lagi ngehit belakangan ini.



Bullet journal  memudahkan kita untuk mengingat dan melakukan kegiatan yang sudah direncanakan, karena kita sudah mencatat semua target, aktivitas dan rencana dengan detil dalam bullet journal. Pastinya semua yang terencana dengan baik akan bisa terlaksana dengan baik pula, so tak ada salahnya kita mulai membuat bullet journal, apalagi menambah kreatifitas dan bullet journal dengan design yang menarik, warna-warni dan lucu membuat kita semakin bersemangat untuk mencapai goals.



Sesudah mbak Artika membagi ilmunya secara teori tibalah saat para peserta workshop untuk praktek membuat bullet journal. Semua peserta begitu antusias dan bersemangat. Setiap peserta mendapatkan properti yaitu notebook, pen dari Standard, selain itu pihak Standard juga menyediakan aneka stabilo warna-warni, stiker lucu, kertas berwarna, gunting, lem an selotip bercorak.


Saya yang sudah lama nggak pegang beginian jadi inget jaman SMP, SMA dulu yang suka bikin diary, agenda dengan hiasan warna-warni. Para peserta dipersilakan untuk membuat bullet journal sekreatif mungkin. Mau bikin jadwal boleh, index, target ataupun aktivitas kita. Saya bikin yang sederhana saja, yaitu jadwal tugas luar saya di bulan ini, dimana saya harus tepat membagi waktu agar tidak bertumbukan dan kegiatan saya sebagai blogger dan ASN tetap berjalan lancar.


Kenapa Memilih Standard Pen ?

Sejak saya SD, SMP, bahkan hingga sekarang sudah berbuntut dua kayaknya kalau nyari pulpen pasti memilih merk Standard dan sudah jadi merk pulpen yang sangat familiar bagi masyarakat kita. Standard Pen selalu mengembangkan produknya khususnya alat tulis berjenis pulpen.



Standar Pen selalu berinovasi dan memproduksi pulpen yang terbaik. Bahkan varian tinta, model dan jenisnya makin beragam. Bagi para kreator yang suka melukis, gambar baik itu sketsa atau doodle semakin terbantu dengan banyaknya produk yang sesuai dengan yang mereka butuhkan dari Standard.





Gambar diatas dibuat menggunakan pen dari Standard. Ehm, hasilnya begitu real ya. Keahlian yang selalu diasah pasti akan menghaslkan karya yang memuaskan, apalagi didukung dengan peralatan yang bagus, contohnya unuk alat tulis bisa memilih Standard Pen dengan pilihan pen beragam.

Sumber gambar : Primastuti


Saya happy banget bisa mendapat pengalaman dan ilmu baru tentang bullet journal.  Thanks ya  mak Lusi dan Standard Pen.


Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …