Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Ternyata Media Sosial Memiliki Peranan Penting Dalam Mencegah HOAX, Black Campaign dan Korupsi



Tahun ini ada banyak daerah yang punya hajat besar pemilihan kepala daerah. Bahkan di tahun depan juga ada pemilihan presiden yang digelaar 5 tahun sekali. Timeline pasti akan memanas dan segala black campaign sudah mulai ditebar.

Sobat Prima, jika timeline sosial media kamu mulai menghangat mending jangan buka sosmed, eh nggak gitu juga kali. Kita harus bisa menyikapi itu semua dengan dewasa dan berpikiran terbuka. Black campaign 

Dalam rangka mengantisipasi black campaign jelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, BSI (Bina Sarana Informatika) Yogyakarta bekerjasama dengan Forum Akademisi Indonesia mengadakan Seminar IT, Ethics, Regulation and Cyber Crime dengan tema "Kekuatan media sosial dalam pemberantasan korupsi dan cegah black campaign jelang pemilu".



Seminar berskala nasional ini rutin diselenggarakan oleh BSI dan selalu diminati oleh mahasiswa, guru ataupun karyawan dengan background IT. Seminar diadakan di ballroom hotel Grand Sarila jalan Magelang dan diikuti puluhan peserta dengan berbagai latar belakang.

Indra C Uno, ketua Akademisi Indonesia

Selain para narasumber turut hadir ketua Akademisi Indonesia yaitu Indra C Uno yang juga kakak dari Wabup DKI. Dalam sambutannya Indra menceritakan tentang adanya black campaign saat PILKADA DKI yang lalu, sehingga diharapkan ke depan tak ada black campaign lagi.

KOMBES POL Drs. TEGUH SARWONO, M.Si.

Wakapolda DIY juga memberikan sambutan mewakili KAPOLDA yang batal hadir. Bapak KOMBES POL Drs. TEGUH SARWONO, M.Si membacakan sambutan resmi dari KAPOLDA yang intinya mendukung seminar serta pentingnya generasi milenial tahu tentang bahayanya HOAX dan Black Campaign.


Narasumber yang dihadirkan di Seminar tersebut merupakan pakar di bidang Cyber Crime dan tokoh nasional yaitu Kombes Pol Gatot Agus Budi, Sudirman Said, MBA dan Dr. H. Abdullah Hehamahua, SH, MM. Seminar yang juga membedah buku Jihad Memberantas Korupsi dimoderatori oleh Dr. Mochammad Wahyudi, MM, M.Kom, MPd, CEG, CHFL yang merupakan Wadir Akademik BSI.



Pada sesi pertama Kombes Pol Gatot Agus Budi memaparkan tentang peran media sosial dalam pemberantasan korupsi, PILKADA 2018 dan PILPRES 2019. Beliau menjelaskan tentang black campaign yang merupakan kampanye yang bertujuan untuk membunuh karakter seseorang atau produk yang menjadi kompetitor, namun informasi yang disampaikan dalam kampanye hitam adalah fitnah, kebohongan dan tuduhan tanpa bukti.






Pada sesi selanjutnya Bapak Sudirman Said, MBA yang merupakan mantan menteri ESDM juga turut menjelaskan banyak contoh kasus korupsi dan realitanya dalam penanganan hukum. Keberadaan sosial media sangat penting khususnya dalam pelaporan kasus. Banyak pejabat daerah yang ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi berkat laporan masyarakat yang melihat indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pejabat tersebut. Sampai saat ini setidaknya 476 pejabat dan 98 kepala daerah yang ditangkap oleh KPK karena kasus korupsi.Wow, jumlah yang memprihatinkan.

Sudirman Said, MBA

Pembicara terakhir adalah  Dr. H. Abdullah Hehamahua, SH, MM. Beliau menjelaskan jika korupsi merupakan extraordinary crime, kejahatan luar biasa dan harus dicegah dan ditangani dengan cara yang tak biasa juga. Masyarakat bisa mulai pencegahan tindakan korupsi bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat seperti keluarga. Saat ini korupsi sudah sangat mengakar sangat kuat di Indonesia, bisa dibilang merupakan sistemik dan mengakar. Mantan penasehat KPK yang terjun langsung didunia pemberantasan korupsi ini juga menulis buku berjudul Jihad Memberantas Korupsi. Jihad berarti berusaha dengan sungguh-sungguh, beliau berharap semua elemen berani berjihad memberantas KKN, terlebih sekarang koruptor juga berani melakukan tindakan ancaman yang untuk menjegal KPK, yang dilakukan terhadap Novel Baswedan. 
Sobat Prima, konon kecepatan berita bohong lebih secepat cahaya, lebih cepat dari berita yang sesungguhnya. Yuk lebih bijak memainkan jempol kita diatas layar gawai. Tahan diri untuk tidak share, cek terlebih dulu apakah suatu berita benar? Jika benara bagaimana efeknya terhadap masyarakat, jika hanya akan meimbulkan percekcokan mending jangan dibagikan ke banyak orang. Mari cegah korupsi, black campaign dan HOAX.


Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …