Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Cara Aman Menggunakan Bouncer Bayi


Ketika memiliki bayi, banyak perlengkapan yang harus dipersiapkan, misalnya peralatan mandi. Akan tetapi, selain peralatan mandi, sebagian besar masyarakat butuh suatu perlengkapan yang bermanfaat untuk memudahkan  kita dalam menidurkan bayi apalagi jika saat itu  kita sedang repot misalnya baru memiliki pekerjaan yang banyak. Perlengkapan tersebut disebut dengan bayi bouncer atau bouncer bayi. Akan tetapi, apakah perlengkapan tersebut aman untuk dipergunakan?

Bouncer memang memiliki resiko yaitu cidera leher pada anak yang disebabkan karena pada saat anak menggunakan bouncer tersebut, bayi terjatuh dan bouncer menimpa bayi atau karena tali pengamannya terlalu rapat sehingga menyebabkan cidera. Untuk menghindari cidera tersebut,  kita bisa memilih jenis bouncer untuk bayi yang aman yang bisa  kita dapatkan di toko konvensional atau di toko online yang menjual peralatan dan perlengkapan bayi. Pada dasarnya ada 2 pilihan bouncer yaitu:

  • Bouncer dengan frame yang memiliki kerangka yang fleksibel sehingga memungkinkan bouncer tersebut bisa bergerak atau bergoyang bolak-balik yang digerakkan secara manual atau lewat berat bayi.
  • Bouncer yang dilengkapi dengan baterai sehingga cara pengoperasiannya dilakukan dengan menggunakan baterai agar bisa bergerak-gerak secara konstan tanpa harus menunggu jika bayi tersebut bergerak.

Bouncer yang aman adalah bouncer yang memiliki kerangka yang kuat yang mampu untuk menopang bobot tubuh bayi. Sehingga selain harus mengetahui ada tidaknya bagian yang bisa berpotensi mencelakai bayi misalnya ada baut yang tidak terpasang dengan kencang,  kita harus mengetahui berat maksimal yang bisa ditopang oleh bouncer tersebut. Pastikan juga pilih jenis bouncer yang dilengkapi dengan tali pengaman sehingga anak  kita tetap bisa nyaman dan aman saat menggunakan bouncer tersebut.

Untuk menggunakan bouncer bayi agar tetap aman, ada beberapa tips yang bisa membantu  kita dan yang paling penting adalah jangan menggunakan bouncer tanpa pengawasan. Walaupun kelihatannya aman saat menaruh anak di bouncer agar mudah tertidur dan  kita bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya namun sebaiknya pastikan  kita tetap bisa mengawasi anak  kita yang ada di bouncer untuk mengurangi atau menghindari resiko tertentu.

Kedua adalah letakkan di bidang datar. Walaupun  kita sudah menggunakan jenis bouncer yang kuat namun, jika tidak diletakkan di atas bidang datar, misalnya di lantai yang datar akan membuat bouncer tersebut menjadi lebih mudah untuk terjatuh dan akhirnya menciderai anak  kita. Pastikan jika bouncer tersebut sudah berdiri dalam posisi yang seimbang dan tidak miring ke arah manapun. Sehingga, walaupun bayi  kita yang diletakkan di bouncer bergerak atau karena pergerakan bouncer, perlengkapan bayi tersebut tidak mudah untuk merubah posisinya ataupun jatuh dan terbalik.

Tips aman selanjutnya untuk menggunakan bouncer bayi yaitu:

  • Gunakan tali pengaman yang ada di bouncer tersebut untuk mencegah bayi terjatuh dari bouncer. Atur tali pengaman tersebut agar tidak terlalu mengikat yang bisa menyebabkan bayi terlalu terkekang atau tidak terlalu longgar yang menyebabkan bayi mudah terlepas.
  • Pilih jenis bouncer yang di bagian kakinya atau pondasinya dilengkapi dengan karet yang kuat sehingga bouncer tidak mudah untuk bergerak.
  • Pastikan bouncer tidak memiliki bagian atau celah yang bisa menyebabkan jari bayi terjepit.
  • Gunakan bouncer sesuai dengan batas maksimal daya beban dari bouncer. Umumnya, bouncer hanya bisa dipergunakan untuk bayi dengan usia maksimal 3 bulan dan berat 9 kg walaupun ada yang bisa menahan hingga bobot bayi 18 kg.
  • Setelah bayi tertidur, segera pindahkan ke kamar atau box agar bayi tidak ketagihan di bouncer.
Gimana teman-teman, semoga tipsnya bermanfaat ya.

Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …