Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Ayo Cuci Tangan Agar Terhindar dari Diare


"Buk, mainan pasir ya" pinta anak lanang dengan tangan menggenggam truk mainnanya serta sekop plastik.

"Yawis sana, tapi nanti jangan lupa cuci setelah mainan" nasehat saya ke anak lanang.

"Oke buk" sambil lari ngibrit menuju kebun.

***



Memiliki balita apalagi cowok itu tantangan tersendiri. Aktivitas yang tiada henti seolah mereka tidak punya capek. Berlari kesana kemari atau teriak-teriak seolah-oleh kami nggak punya tetangga. Saat sudah lelah melihat mereka beraktivitas, saya nyari tombol off mereka biar bisa istirahat dan mereka tidur siang tapi kok nggak nemu-nemu.  Yaelah, duo anak lanang bukan robot 'buk! Kagak ada tombolnya, dasar emak durhaka!

Kidding yo gaes. Secapek-capeknya saya dan sesibuk-sibuknya saya, yang utama tetep anak lanang. Kalau si Bapak  cenderung protektif dan banyak melarang saya malah sedikit memberi kebebasan. Sekali-sekali boleh 'lah mereka main tanah atau mandi pasir. Lha gimana nggak mandi, kalau udah mainan pasir/tanah nggak cuma kaki dan tangan yang kotor tapi rambut juga penuh pasir. Arrggh. Toh mereka main pasir dan panas-panasan nggak tiap hari. Paling pas hari Sabtu dan saat saya lagi banyak PR tulisan jadi membiarkan mereka main di luar rumah. ((emak jahaaaaaaat))

Membiarkan anak bermain tanah bukan tanpa resiko gaes. Tahu sendiri 'kan tanah itu kotor, apalagi pasir. Kita nggak tahu apakah pasir/tanah itu belum terkena kotoran ayam atau kotoran yang lain. Hiyeeek.

Tapi piye meneh, mengurung mereka di rumah juga kata pakar parenting nggak baik. Ntar saya dikatain mengekang anak dan tidak memberi kebebasan anak bereksplorasi. Jian, susyah bener jadi emak jaman now. LoL.

Padahal saya juga geli lho lihat anak tetangga yang dibiarin gulung di tanah, nglesot sampai seluruh badan item semua, kalau saya mah nggak tega kalau sampai kayak gitu. Palingan duo anak lanang cuma kotor tangan, kaki, baju dan kena di rambut sedikit. Itu ajah nanti saya yang merepet nggak henti-henti :D.



Yang bikin saya merepet nggak henti-henti sama anak lanang karena bagaimanapun saya kawatir kalau mereka sakit perut. Tanah yang kotor berpotensi punya banyak kotoran yang membawa bakteri jahat penyebab sakit perut seperti diare. Mencuci tangan menjadi kegiatan wajib setelah mereka bermain.

Diare bukan penyakit sepele lho gaes. Jika terlambat ditangani bisa mengakibatkan kematian juga. Ribuan jenis organisme dapat menginfeksi saluran pencernaan, selain faktor tangan yang kotor setelah bermain tanah bakteri juga dibawa oleh makanan.

Empat jenis bakteri yang sering ditemui dalam kasus diare yaitu campylobacter, salmonella, shigella, dan E. Coli.   Makanan penyebab diare  sebaiknya dihindari agar kita terhindar dari diare.  Seperti daging yang tidak dimasak dengan matang, produk susu dan keju yang belum dipasteurisasi, dan air yang yang terkontaminasi bakteri.

Jadi kebiasaan mencuci tangan itu perlu ya gaes. Entah itu kamu mainan tanah kayak anak lanang atau bahkan cuma megang makanan. Lha kalau makanan itu penyebab diare 'kan berabe. Mencuci tangan juga lebih efektif menggunakan sabun, bisa sabun kesehatan seperti Lifebuoy atau sabun lainnya. Lifebuoy sendiri mencanangkan Gerakan 21 Hari dimana kita diharuskan mencuci tangan di 5 waktu penting, yaitu sebelum sarapan, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet dan  saat mandi.




Jika kita konsisten melakukan kebiasaan mencuci tangan ini selama 21 hari tanpa putus, kita akan terhindarkan dari infeksi bakteri patogen penyebab diare. Pastikan cara mencuci tangan kamu juga sudah benar ya.

Jadi sudah cuci tangankah kamu hari ini?

Comments

  1. Di rumah semuanya sering cuci tangan, Mb. Apalagi kami kan pelihara kucing. Jadi mau gak mau, kudu rajin cuci tangan

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…