Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Yesus Memeluk Saya Saat Malam Kamis Putih


Tepat pukul delapan malam, misa perayaan hari Kamis Putih dimulai. Saya sengaja berangkat misa ke 2 dengan jadwal lebih malam. Saya sempat ragu dan berniat berangkat di misa jam 5, tapi Mas Bojo lebih setuju berangkat yang jam 8. Ok, kami sepakat dan tinggal mengkondisikan duo anak lanang.

Kekawatiran duo anak lanang bakal ngantuk dan rewel terbantahkan. Selama 3 tahun semenjak anak-anak balita, saya belum pernah mengikuti misa di dalam gereja. Seringnya duduk di joglo, karena mereka masih suka jalan jalan keluar. Eh, semalam duo anak lanang duduk anteng dan ngga ngantuk blas. Kami duduk di deretan depan dekat paduan suara, dan saya bangga mereka ngga rewel dan duduk manis.

Bagi saya, selama Pekan Suci dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah, moment yang paling mengena di hati pas Kamis Putih. Kenapa? Karena Misa Kamis Putih mengenang malam perjamuan terakhir dimana umat Katholik diajak untuk selalu mengingat dan merayakan peristiwa Ekaristi. Di malam Kamis Putihlah murid Yesus berkhianat dan menyerahkan Yesus ke orang-orang yang ingin menangkap Yesus. Tak hanya itu, disaat itulah Petrus murid yg dikasihi juga menyangkal diri dan mengaku tidak mengenal Yesus.

Betapa pedihnya hati Yesus, orang yang dikasihi dan ditolongnya mengaku tidak mengenal Dia dan itu diulang Petrus hingga 3 kali.

Pada malam Kamis Putih, merupakan malam sakaratul maut, malam ketika Yesus menyendiri di Taman Getsemani. Malam itu merupakan malam terakhir menjelang kematianNya. Yesus merasa sedih, pilu. Bukan karena Dia akan di salib dan menderita tapi Dia takut saat mati dan terpisah dari Bapa.  Saat di kayu salib Bapa tak bersamaNya, keterpisahan dengan Bapa merupakan hukuman neraka. Dimana tidak ada kemurahan lagi dari Bapa.

Saat di kayu salib Yesus menanggung dosa manusia. Dosa yang tidak Dia lakukan. Kalian bisa membayangkan perasaan kita menanggung dosa orang lain?

Yesus bisa saja menghindari hal itu, tapi demi menghindari murka Allah pada manusia, Dia memilih hal itu, menanggung semua dosa manusia.

Mengenang Kamis Putih, saya bisa merasakan cinta sesungguhnya. Cinta Yesus pada umatNya. Lalu kenapa saya masih sering melupakan Dia?

Selain itu di Malam Kamis Putih Yesus memberikan teladan untuk  mau merendahkan diri dan melayani sesama. Yesus dengan rela membasuh kaki murid-muridNya. Kaki adalah organ tubuh paling kotor. Di Yunani kebiasaan membasuh kaki dilakukan oleh budak pada atasannya, tapi Yesus yang notabene adalah guru, atasan murid-muridNya dia malah membasuh kaki mereka.

Momen yang paling sakral bagi saya ketika mengikuti misa kamis putih adalah ketika Perarakan Pemindahan Sakramen Mahakudus. Pastur mengarak Sakramen Mahakudus diiringi lagu dan suara "kelotokan" selalu membuat saya tergugu. Apalagi ketika Sakramen Mahakudus berada sangat dekat, tubuh saya bisa berguncang dan saya merasa seperti terlempar ke bawah. Kekuatan saya seperti habis mengingat akan semua pengorbanan Yesus. Saat mendengar suara kelotokan itu, saya merasa dipeluk Yesus, dirangkul dan diampuni semua dosa. Saya menangis. Selalu menangis.

Malam Kamis Putih bukan sekedar malam sakratul maut bagi Yesus, tapi momen Yesus merendahkan diri demi manusia dan saat itulah Yesus benar-benar hadir.

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…