Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Sate Kambing Muda Pak Bagong, Kuliner Kambing yang Wajib Kamu Coba



Kuliner favorit para bapak tak lain tak bukan adalah sate kambing. Betul kan gaes?

Tak hanya para bapak sih sebenernya, saya juga sukak ama kuliner bebakaran itu. Tapi menemukan yang sesuai ama selera kita, itu yang susah.

Malam itu saya bersama duo anak lanang dan suami ke Klaten untuk membesuk keponakan cantik yang lagi sakit di RSI. Sedih sih, keponakan yang aktifnya luar biasa itu badannya panas dan harus diinfus di rumah sakit. Untungnya setelah dijenguk sama Mas Nathan dan dek Saka, anak saya dia mau tersenyum lagi dan mau bermain gadget bersama.

Tepat pukul 8 malam kami pulang karena jarak dari Klaten ke rumah lumayan jauh dan takut kemaleman. Mas Bojo yang dari sore sudah cekrah cekreh karena flu saya sarankan untuk makan rica-rica pedes atau daging kambing biar flunya hilang. ((ngaruh apa ya?)).

Diperjalanan pulang mas Bojo nanya dimana rica-rica enak atau tongseng kambing yang manyus. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala karena memang nggak tahu kulineran Klaten, tepatnya sih udah lupa. Kan sekarang saya sudah warga Jogja #eh. "Ya jalan aja yuk paling di pinggir jalan pemuda banyak nanti"


Beberapa warung lesehan dengan tulisan rica-rica di spanduk depan warung telah terlewati, saya menyarankan untuk ke depan pemda saja, kayaknya sih ada penjual sate kambing. Sampailah kami di pertigaan lampu merah depan pemda Klaten. Itu lho yang ada patung kalpataru ditengah jalan, batas jalan searah menuju Jogja.


Mas Bojo menepikan mobil dan saya berdoa semoga tongsengnya ada, karena suami memang lebih suka tongseng daripada sate.  Senangnya saya karena warung Sate kambing mudaPak Bagong menunya lengkap gaes. Dari sate, guleng, tongseng hingga tongseng goreng ada. Tanpa menunggu lama kami langsung memesan 1 porsi sate dan 1 porsi tongseng. Cukup dua porsi karena duo anak lanang belum doyan sama daging kambing. Alot kata mereka.




Selain kami ada beberapa pengunjung lain, serombongan duduk di tikar lesehan sambil melihat suasana jalan, sedang saya duduk di tenda saja, takut anak anak masuk angin.  Tak menunggu lama pesanan kami datang. Tongseng kebul kebul tersaji diatas meja dengan sepiring nasi panas. Tongseng dengan kuah kuning agak kecoklatan nampak lezat. Mungki ini bedanya dengan tongseng daerah Bantul yang kuahnya lebih coklat karena kecap. Tongseng di daerah Klaten juga jarang yang diirisi cabe. Jika ingin pedas kita bisa menambahkan irisan cabe dan merica. 



Puas nyicip tongseng mas Bojo yang enak saya langsung mengesksekusi sate kambing dengan irisan bawang merah yang banyak. Sate kambing di Klaten pasti di temani kubis dan irisan bawang merah yang banyak. Kalau di Bantul, dari beberapa sate kambing yang saya datangi pasti bawang merahnya cuma sedikit.

Sesuai namanya, Sate kambing pak Bagong memang dagingnya masih muda. Empuk dan sangat seikit lemaknya, tapi memang ada satu tusuk hati kambing. Entahlah, karena kami sedang laper atau memang sate kambing itu kok enak banget. Empuk, kuah kecapnya pas, tidak berlemak dan tidak sepo. Sering saya makan sate kambing empuk sih tapi bumbunya nggak meresap sampai dalam. Untuk sate ini memang endes gaes. Kelebihan lainnya, nasinya putih dan tidak keras. Jujur sih saya nggak suka nasi "pero" atau terlalu kering dan keras. Susah di telen. 


Karena saya memang dari Klaten, munkin lebih cocok sama sate kambing Klaten juga gaes. DI Bantul banyak sate empuk juga tapi kuahnya terlalu kental malah mirip tongseng.Warung sate kambing pak Bagong buka hanya pas malam hari gaes.  Bagi kamu yang lagi lewat daerah Klaten dan kelaperan menu sate kambing disini bisa jadi pilihan. Atau yang lagi nyidam sate kambing malem-malem langsung ke sini aja, jarang kan ada warung sate buka malam hari.



Dua menu sate kambing  dan tongseng beserta dua teh manis yang  ginastel (legi panas kentel) ini cuma 50 ribu rupiah. Setimbang lah sama perut kenyang dan sembuhnya flu mas bojo abis makan yang pedes. Di Bantul sate kambing dan minum paling 40 ribu gaes, bahkan ada yang kurang. Memang soal harga di Bantul lebih murah.



Disinilah lokasi Sate Kambing Pak Bagong, jika kamu dari selatan maka setelah RSU Soewardi masih lurus dan saat jalan bercabang ke kiri, satenya tepat berada di kanan jalan. Di timur patung Kalpataru. 

Sobat Prima, daging kambing memang tidak boleh dikonsumsi terlalu banyak apalagi bagi anda yang sudah berusia di atas 40 tahun. Tapi sesekali menikmati sate atau tongseng kambing tidak masalah. Bersama keluarga, rekan atau handai tolan sambil menikmati suasanan kota KLaten  yang tentram akan membuat kamu selalu teringat akan kota saya.

^;^ 

Comments

  1. Keliatan enak sate kambingnya.
    Kalo aku lebih suka sate ayam daripada sate kambing :)

    ReplyDelete
  2. Aku nggak suka sate kambing mbak ._. wkwkw suwer deh, ga tau kenapa wkwk bahkan aku pernah makan sate klathak yang hits itu, kok tetep aja ga suka ya wkwkw

    Tapi penasaran sama Sate Petir di ringroad deket jalan bantul aku Mbak~ hihihi

    ReplyDelete
  3. dgaing kambing kesukaan pak suami, paling aku cuma bisa nemenin aja kalo dia kuliner daging kambing

    ReplyDelete
  4. Saya suka kuliner kambing. Penggemar daging kambing soalnya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…