Wednesday, 10 February 2016

Waspada Bahaya Dibalik Salah Memilih Gendongan Bayi Depan





Di zaman yang serba modern seperti saat ini, bentuk gendongan bayi sudah begitu beragam. Dari yang semula hanya dibentuk dari kain jarit, kini terus dimodifikasi bentuk serta fungsinya. Meskipun demikian, gendongan bayi depan masih menjadi favorit para ibu untuk menggendong bayinya. 

Dengan gendongan depan, hubungan batin antara ibu dan anak dapat tetap terjaga serta keamanan anak dapat lebih terjamin karena Anda dapat memperhatikan langsung kondisi bayi anda, ketimbang menggunakan gendongan belakang.

Namun ternyata, meski terlihat lebih aman, Anda tetap perlu memperhatikan pemilihan gendongan yang tepat bagi buah hati Anda. Jika salah memilih, anak anda akan menanggung resikonya. Tak dapat dipungkiri, masa bayi merupakan tahapan yang penting seorang anak. Untuk itu, Anda harus sangat memperhatikan perkembangan fisik dari bayi Anda. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai perlakuan yang Anda berikan pada bayi Anda, seperti masalah gendongan yang Anda pilih.

Sebagai orang tua, Anda harus bisa pintar memilih gendongan bayi yang tepat untuk anak Anda. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian antara gendongan dengan umur anak. Hal ini penting, karena kebanyakan orang tua masih belum paham akan kesalahan ini. Padahal pemilihan gendongan bayi depan yang tidak sesuai dengan umur bayi dapat mempengaruhi pertumbuhannya. Misalnya, Anda memilih gendongan bayi dengan model ransel untuk anak usia 0-3 bulan, padahal pada usia tersebut bayi belum mampu duduk. Hal tersebut dapat membuat Anak merasa tidak nyaman bahkan yang lebih fatal, hingga menyebabkan cedera.

Kemudian, yang perlu Anda perhatikan selanjutnya adalah pentingnya penyangga bagi tubuh mungil bayi Anda. Tulang-tulang bayi yang masih rawan dan belum bisa tegak sempurna membutuhkan penyangga untuk membantunya merasa nyaman. Hal ini juga mencegah agar kepala, leher atau pun tulang belakang bayi tidak tercengklak saat digendong. Ukuran dari gendongan juga penting. Karena jika Anda salah memilih ukuran yang tepat, bayi Anda akan merasa kesulitan untuk bergerak bahkan sesak nafas karena sempitnya gendongan.

Janganlupa, kulit bayi juga masih sangat sensitif. Anda perlu mempertimbangkan material yang digunakan oleh gendongan tersebut. Pilihlah gendongan dengan bahan yang lembut sehingga tidak membuat kulit bayi menjadi iritasi. Jahitan dan juga kekuatan dari tali gendongan bayi harus diperhatikan. Jangan sampai ketika  Anda  menggendong  bayi ,jahitannya terlepas atau talinya tidak cukup kuat untuk menopang bobot bayi Anda. Hal tersebut dapat membahayakan keamanan dari bayi Anda sendiri. Dengan memilih gendongan bayi depan yang tepat, Anda dapat menjaga keamanan dan kenyamanan dari bayi anda. Jangan sampai  masa tumbuh kembang sikecil menjadi terganggu akibat kesalahan Anda dalam memilih gendongan.

6 comments:

  1. wah ternyata bisa juga ya salah gendong...

    ReplyDelete
  2. Eh baru tahu .... Biasanya sih pake selendang aja.

    ReplyDelete
  3. wah... ternyata ada juga kontra indikasinya yah. kupikir sudah aman aman saja dipakai

    ReplyDelete
  4. berarti, amannya pakai gendongan bayi model begini kalau bayinya sudah bisa duduk ya.

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts