Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Puas Bermain di Play Ground Lippo Mall Yogya




Jogja bertaburan mall pemirsah. Di tahun 2015 ini ada beberapa mall baru yang di buka di Jogja. Sebut saja Jogja City Mall, Lippo Mall, Hartono Mall dan yang masih fresh J-Walk atau Sahid Walk. Ehm, seneng sih banyak mall keren. Tapi jalanan makin macet dan godaan buat shopping makin gede :(

Salah satu mall yang beberapa hari yang lalu saya datangi, yaitu Lippo Mall di Laksda Adisucipo No.32-34, Gondokusuman. Atau biasa di sebut Jalan Solo. Lippo Mall bersebelahan ama Hotel Saphir. Dulu, gedung ini juga di buka sebagai pusat perbelanjaan namanya Saphir Square, mungkin miliknya Hotel Saphir juga. Tapi karena sepi dan konon kepemilikannya bermasalah, gedung ini beralih tangan dan sekarang menjadi Lippo Mall Jogja.


Tenant apa saja di Lippo Mall

 


Seperti kebanyakan mall lainnya, di Lippo Mall ada Matahari Dept. Store, Hypermart dan Cinema XXI. Beberapa hari yang lalu saya ke sana bareng Mas Bojo dan duo anak lanang. Nggak belanja sih, jalan-jalan aja. Cuma pengen tahu, kayak gimana sih Lippo Mall itu.


Yang unik dari Lippo Mall itu ada galeri yang bisa digunakan untuk pameran seni. Affandi Alive nama museum atau galeri seni itu. Selain memamerkan lukisan sang maestro, saat saya ke sana sedang ada pameran keliling Tipografi. 
Tifografi dalah suatu kesenian dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin.

Dikenal pula seni rupa huruf (type design), yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni rupa huruf, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan. (Wikipedia)


Beberapa tokoh penting dan artis terpampang di dinding. Susunan huruf-huruf ternyata bisa membentuk gambar yang artistik. Sayang, saya tidak sempet masuk ke museum, karena duo anak lanang sudah ribut pengen jalan.




Foodcourt ada di lantai tiga. Resto terkenal seperti Es Teler 77, XO Suki , Solaria ada di lantai ini. Beberapa booth makanan juga tersedia dengan setting seperti angkringan. Mendoan, tapoyaki, wis banyak pokoke. Mau kulineran apa juga ada di Lippo Mall.



Salah satu sudut sepertinya asyik buat poto-poto. Dan dek Saka jadi korban, tak suruh pose, tapi malah gerak terus.

Hey kamuuuu

Hai..saya gantengkan?

Puas berkeliling di lantai 3, saya turun dan menemukan satu spot yang bikin duo anak lanang happy banget. Yes, ada play ground dan gratis. Saya sebagai simboknya juga seneng donk. Anak-anak mainan sampai puas dan gratis :)








Saya duduk-duduk aja di pinggir sambil sesekali ambil gambar mereka. Tak hanya duo anak lanang, ada beberapa anak lain yang di dampingi orang tua mereka asyik bermain pelorotan. Bagi saya adanya playground gratis seperti ini bisa menjadi daya tarik bagi mall itu sendiri. Saat si Ibu belanja anak-anak bisa menunggu sambil bermain di arena playground gini. Lumayanlah, bisa ngirit beberapa puluh ribu.
                                                             
                                                           

Comments

  1. Jogja selain bertabur mall, juga bertabur hotel sekarang ini yaaa hahaha

    ReplyDelete
  2. atapnya lucu mbak, Lippo itu identik dengan luasnya ya mbak, aku belum pernah masuk nih Lippo yaang di bogor, kapan2 nyoba ah

    ReplyDelete
  3. banyak mall sekarang dengan konsep yang emnarik dan berbeda bikin pengunjung gak bosan ya

    ReplyDelete
  4. Di Malang juga banyak Mall, tapi di kotanya. Di kabupaten gak ada. Kalo mau ke mall, harus naik motor dulu 1 jam. -,-

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …