Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Semua Ada Waktunya

Belakangan ini saya sedang semangat untuk ikut beberapa kompetisi menulis di blog. Dengan niat yang besar dan berniat bener-bener nulis, saya catat belasan lomba blog yang diadakan di sekitar bulan september-oktober kemaren. Dari belasan lomba itu saya berhasil membuat 4 artikel ajah, hahaha. Jauh banget dari ekspektasi yang saya harapkan. Biasalah, penyakit suka nunda-nunda pekerjaan itulah yang membuat saya gagal memposting artikel di blog.

Syukurlah dari 4 gelintir lomba yang saya ikutin ada yang 2 yang nyantol juga walo cuma dapet hadiah beberapa ratus ribu rupiah, lumayanlah buat beli pulsa kuota internet beberapa bulan, tul gak. Tapi ada yang bikin sedih, dapet hadiah tapi malah bikin galau. Mau tau ceritanya? Stay tune dimaree yaaaa, hehehehe..

Saya iseng ikut nulis di kompasiana yang hadiahnya blogtrip ke pulau Bintan, tahu kan kalo saya emang banci jalan-jalan, dan berharap banget nyantol jadi salah satu peserta yang beruntung keliling Bintan bareng Kompasiana dan Kementrian Pariwisata. Beberapa hari setelah posting saya di telpon sama mbak-mbak dari Kompasiana dan menanyakan kesiapan saya untuk ke Bintan dan saya bersedia. Nah, abis itu saya udah seneng dan berharap kalo saya bakalan menang, eh pas hari pengumuman ternyata nama saya tidak ada di sana. Sedih. Kecewa. Gelo. Iyeees, bikin saya bete seharian. Dan setelah reda kebeteean saya, eh sorenya ditelpon lagi kalo ada peserta yg tidak bisa mengikuti dan saya berada diurutan selanjutnya dan berhak menggantikan dia untuk mengikuti blogtrip di Bintan.

Seneng? Enggak juga, karena malah bingung minta ijin ke suami. Kemaren-kemaren dah cerita kalo saya ikut nulis tentang OMKARA Resort dan malah ditawari nginep sana sama managernya dan sudah saya tulis disini  http://senandung-kinasih.blogspot.co.id/2015/10/berkah-ngeblog.html. Dia hepi aja dapet vouceher gratisan tapi tentang saya dapet jalan-jalan gratis, mas bojo tak juga memberi kepastian, padahal saya ditunggu kesanggupan saya ama mbak Dela dari Kompasiana. 

Mau tau mas Bojo ngomong apa? "Kamu boleh ikut tapi dek Saka diajak" Dengan kalem dan tenang, yang itu artinya mas Bojo tidak mengijinkan, ya nggak mungkin kan saya ngajak anak 2 tahun padahal disana full acara dan jauh lagi, bahkan mungkin disana ada kabut asap juga karena dekat Batam. 

Dengan pelan dan tak kalah kalem saya mengiyakan suami, manut saja, walau dihati agak dongkol juga. Saya ga marah seperti biasa kalau keinginan tidak dituruti mas Bojo, mungkin dia juga heran. Sejak kejadian itu dia dan jadi tambah baik ama saya. Beberapa hal yang biasanya harus saya ajak atau saya oyak-oyak malah dia yang inisiatif dan berusaha nyeneng-nyenengin saya.

Sebenarnya duo anak lanang sudah terbiasa saya tinggal, beberapa kali saya harus ke Jakarta , Bandung atau Bali dan mereka fine-fine aja selama saya tinggal. Paling lama sih cuma tiga hari dan suami serta mertua juga mendukung jika saya mendapat tugas ke luar kota. Tapi entah kenapa kali ini suami memberi alasan anak, padahal mereka sudah biasa ditinggal. Mungkin karna ini bukan menyangkut pekerjaan saya di kantor dan bagi dia ini hanya jalan-jalan hepi-hepi ga penting. Hikkkssss...

Biarpun gagal ke Bintan, saya tetep hepi kok, saya sadar tugas seorang Ibu ya menjaga anak-anak dan sebisa mungkin berada di samping mereka. Lha saya sudah diberi kesempatan bekerja, terkadang jelong-jelong apa masih kurang? Apalagi duo anak lanang masih balita, jadi emak ga boleh egois donk, anak-anak prioritas nomer satu. Yang lain nomer duaaaaaa....

Teman-teman para emak sekalian, kita pasti punya pekerjaan, punya hobi, kegemaran atau bahkan ada yang bilang harus punya "me time". OK, hal tersebut penting, tapi yang utama dan terutama tetep keluarga apalagi anak-anak. Saat mereka beranjak besar nanti mereka akan lebih sibuk dengan sekolah dan teman-temannya. Bahkan mungkin mereka tidak akan "ngglendotin" emaknya lagi. Kita sebagai Ibu akan merasa "kosong" dan kesepian saat mereka sudah tidak terlalu tergantung dengan emaknya. Dan waktu itu kita akan merindukan mereka. 

Saya sadar, tidak pantas saya bersedih karena hal sepele, anak-anak akan lebih bahagia jika kami berlibur bersama. Lupakanlah travelblogger wannabe, jadi Ibu yang slalu bisa membahagiakan mereka saja sudah cukup. Akan ada waktunya nanti seorang Ibu punya "me time" Akan ada waktunya seorang emak bisa "bebas". Dan sekarang, bisa menyuapi mereka saat pagi adalah kebahagiaan tersendiri, walau saya harus terlambat sampai dikantor.

Selamat siang para Ibu, semoga kita semua menjadi Ibu terbaik bagi anak-anak.

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …