Skip to main content

Jangan ke Gua Maria Kerep Ambarawa saat Bulan Maria


Gua Maria Kerep Ambarawa - Mas Nathan pose kayak Bunda
Gua Maria Kerep Ambarawa -  Hai  temans lanjutin postingan wisata rohani ke Semarang ya
Siang itu saya beserta rombongan keluar dari Semarang pukul setengah 12, langsung mampir ke pusat oleh-oleh di daerah Gajah Mungkur. Agak kecewa juga, saya pengennya belanja di area Pandanaran, karena lebih lengkap dan pilihan tokonya banyak. Tapi karena udah telanjur yawislah, manut pak sopir aja. 

Saya yang biasanya kalap belanja, dari rumah udah niatan ga bakal beli oleh-oleh, maklumlah tanggal tua dan isi dompet sudah menipis, hehehe. Untung Mas Bojo tanggap dan ngasih beberapa lembar kertas berwarna merah ke istrinya, yeey saya bisa  belanja Bandeng Juwana buat oleh-oleh tetangga.
Jalan menuju lokasi yang macet pemirsah

Puas belanja belanji kami lanjut menuju Ambarawa, jarak dari Semarang ke Ambarawa tidak terlalu jauh, mungkin sekitar satu sampai satu setengah jam. Tepat pukul satu bus yang kami tumpangi memasuki kawasan Ambarawa. Gua Maria Kerep tidak berada di pinggir jalan besar, kita bisa berhenti di terminal Ambarawa dan dilanjut naik angkot. Cukup bayar 3000 aja kita sudah sampai diatas, ya memang jalannya menanjak saudara. Kalau mau bener-bener "ziarah" jalan kaki bisa jadi pilihan, ga jauh koq paling 3 km, hehehe... Jalan segitu kuat sih, tapi panasnya nggak kuku. Ohya, yang harus kamu cobain saat ke sini yaitu warung pecel pas di gang kecil mau masuk ke arah Gua Maria Kerep, setiap kesana bawa kendaraan sendiri saya pasti mampir disana, nasi pecel bakmi ditambah bakwan dan es dawetnya bikin ketagihan. Apalagi warungnya kecil dan duduknya uyek-uyekan malah bikin nikmat. Hehehe.

Ibu-Ibu lingkungan Kalibening sedang beristirahat setelah berdoa bersama

Sebaiknya kalau ke sini jangan pas bulan Maria dah, yaitu di bulan Mei dan Oktober. Karena ramai dan penuh sesak. Mau sembayang juga nggak konsen, karena di dekat Gua, kapel, taman, penuh manusia semua. Mau cari tempat duduk aja sulit, saya bareng Mas Bojo dan anak-anak malah ga sempet doa disana, cuma duduk di taman paling pojok belakang.



Gua Maria Kerep sudah akrab bagi saya karena saya sudah ke sana lebih dari lima kali. Di saat bukan hari libur dan tidak banyak pengunjung. Saya bisa berdoa dan merenung dengan tenang, mengobrol dengan Bunda Maria tanpa gangguan. 



Gua Maria Kerep tidak lagi menjadi tempat ziarah umat Katholik, tapi sudah menjadi objek wisata karena tamannya memang indah dan terawat. Salah satu faktor yang membuat kunjungan di Gua Maria Kerep membludag tak lain adalah kehadiran patung Bunda Maria yang super besar. Patung Bunda Maria setinggi 23 meter itu terlihat sangat mencolok . Dengan penopang setinggi 19 meter, maka tinggi keseluruhan patung bunda Maria mencapai 42 meter. Patung yang dinamai Maria Assumpta itu di resmikan bulan Agustus kemaren oleh Uskup Semarang.


Niatnya, saya mau hunting foto tapi berjubelnya pengunjung membuat saya mengurungkan niat dan duduk di pojokan taman sambil minum teh kotak bareng anak-anak.  Panasnya siang itu bener-bener membuat saya sakit kepala, sampai mau ke patung yang baru aja nggak kuat, cuma si Mas ama Bapak aja yang kesana. EH tumben mas Nathan mau dipoto aksi, hehehe.




Ehm, sepertinya saya harus kesini lagi pastinya menghindari bulan Maria yang penuh pengunjung, dengan niat bener-bener mau sembayang :)


 ******************************

Gua Maria Kerep
Jl. Tentara Pelajar, Kerep. Kelurahan Panjang. Kecamatan Ambarawa, Jawa Tengah 50614,
 Indonesia  +62 298 592085


Comments

  1. Halo mba, oleh-oleh Bandeng Juwananya mana mba? :D

    ReplyDelete
  2. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Jangan ke Gua Maria Kerep Ambarawa saat Bulan Maria".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai pariwisata yang bisa anda kunjungi di disini

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…