Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Wisata Rohani ke Gereja Katedral Semarang


Gereja Katedral Semarang (sumber gambar guide.alibaba.com)
Jam baru menunjukkan pukul 2 dini hari, tapi saya udah "ubek" aja di seputaran dapur dan kamar. Ya masakalah, walaupun sekedar masak aeer, balik lagi ke kamar packing baju dan "tetek bengek" perlengkapan si kecil. Ehm, keluar dari rumah sambil bawa duo anak lanang yang masih balita itu emang agak ribet. Bawaan mereka tuh lho, dari cemilan, susu si kecil dan si besar, baju ganti, bekel makan, maenan. Yes, apalagi dek Saka selalu bawa Teddy Bearnya, kecuali kami pergi pake motor.

"Ribet amat emang mau kemana 'nyah?"

Seminggu yang lalu, tanggal 25 Okt adalah Minggu terakhir di bulan Oktober dimana bagi kami umat Katholik merupakan bulan Maria, sepanjang 30 hari kami memberi penghormatan khusus bagi Bunda Maria dan tak lupa kami mengadakan ziarah ke Gua Maria. Ziarah bagi kami merupakan suatu devosi, perjalanan fisik mengingat kembali peristiwa peristiwa di masa perjuangan Yesus dan Bunda Maria.

Saya lebih sreg jika ziarah tuh sendirian atau cuma bareng keluarga dan cari waktu yang ga rame banget. Tapi demi solidaritas, saya ikut wisata rohani yang diadakan Lingkungan Aloysius Kalibening Kalasan, tempat tinggal saya. 

Kembali ke persiapan yaaa, setelah saya sendiri beres kemudian duo anak lanang mulai saya uyel-uyel biar pada bangun. Karena memang mereka udah ga sabar pengen piknik, tanpa rewel mereka langsung mau ganti baju dan cuci muka. Gausah mandilah, dingiiinnn kasian. Nah, yang paling telat pasti si Bapak, yang lain dah ready dianya baru bangun. Wis, jam lima saya berangkat ke pasar Kalasan. Disanalah meeting point dan sudah ada 2 bus yang menunggu. 

Tuh, Teddy Bear nya slalu digendong ama dek Saka

Ibu-ibu sedang menunggu bus berikutnya

Setelah semua peserta berkumpul, tepat pukul 5 lebih 15 menit rombongan berangkat. Terlambat 15 menit dari rencana, yah namanya ngumpulin banyak orang itu emang susah. Tapi mending daripada enggak sama sekali. 

Kami lewat jalur utara, dari Kalasan - Klaten - Boyolali - Salatiga - Semarang. Jalanan tidak begitu ramai karena masih pagi, sehingga bus melaju cepat dan sampai di Semarang pukul 8 pagi. Kami memang berencana mengikuti misa pagi  di gereja Katedral Semarang yang dimulai jam setengah sembilan. Masih ada waktu buat kami untuk bersiap-siap.

Pintu gerbang komplek gereja

Saya belum pernah ke Gereja Katedral Semarang dan excited banget untuk bisa mengikuti misa di sana. Saya membayangkan gerejanya yang besar dan luas. Sedikit meleset dari perkiraan saya, ternyata gerejanya tidak sebesar Katedral Jakarta, tapi memang bangunannya klasik dan bernuansa Eropa. 



Ada beberapa Bapak-bapak yang sudah sepuh menyalami kami, salut lho walaupun sudah tidak muda lagi tapi masih bersemangat menjadi among tamu. Menyapa dengan ramah setiap umat yang hadir di sana.


Ibadah baru saja dimulai, tapi duo anak lanang sudah mulai rewel, minta pipislah, puplah, susulah. Dan akhirnya saya mengajak mereka keluar saja. Mengikuti misa di luar daripada mereka mengganggu umat lain. Heran saya, kenapa mereka begitu "reseh" mungkin karena memang waktunya "kebelakang" tadi kan mereka bangun terlalu pagi sehingga belum sempat melakukan hajat mereka.

Suasana di luar begitu rindang, pohon pinus yang tinggi melindungi kami dari sengatan matahari yang beberapa minggu belakangan memang sangat menyengat. Tak hanya saya yang mengikuti ibadah diluar, banyak umat lain juga karena terbatasnya tempat duduk dan banyaknya umat. Jadi ingat gereja Kota Baru yang selalu penuh hingga umatnya meluber diluar gereja. 

Satu setengah jam kemudian ibadat selesai dan kami kembali ke bus. Menikmati nasi dos sambil melihat ramainya jalan Pandanaran Semarang. Rasanya belum puas melihat kota Semarang, tapi kami harus melanjutkan perjalanan menuju Gua Maria Kerep di Ambarawa.



Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …