Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Terpesona Keindahan Gua Gong di Pacitan

 
Gua Gong Pacitan
Gua Gong Pacitan -- Salah satu kota  dengan potensi wisata yang menarik adalah  Pacitan. Kota kecil yang berada di timur Wonogiri, dan daerah paling barat  dari provinsi Jawa Timur. Dengan kontur topografi  perbukitan batu kapur, Pacitan tidak mempunyai lahan pertanian yang subur. Tanahnya yang keras tidak cocok menjadi lahan pertanian. 

Tapi, Tuhan selalu adil, walaupun kurang menghasilkan dalam bidang pertanian, Pacitan mempunya potensi lain yaitu keindahan gua dan pantai. Sebagian besar lahan di Pacitan berupa perbukitan sebesar 85 % dari luas seluruhnya. Ada 300an gunung-gunung kecil yang tersebar di seluruh wilayah Pacitan, dan banyak jurang terjal yang berada di deretan Pegunungan Seribu yang membentang sepanjang selatan Pulau Jawa.

Sudah lama saya ingin melihat seperti apa sih gua-gua yang ada di Pacitan. Beberapa kali keluarga saya pernah ke sana tapi entah kenapa saya koq ga pernah ikut. Ada beberapa gua yang terkenal di Pacitan, yaitu Gua Gong dan Gua Tabuhan. Konon, gua-gua itu begitu indah, saya penasaran dan beberapa waktu yang lalu bersama Tim Pendahulu berwisata ke Gua Gong Pacitan.

Ok, sebelum saya ceritakan indahnya Gua Gong, kenalan dulu yuk ama Tim Pendahulu. Saya dan beberapa rekan kantor memang suka piknik, karena di kantor kerjaan kami salah satunya survey, so sebelum teman yang lain mengunjungi tempat wisata yang akan didatangi, kami survey dulu lokasinya, istilahnya sebagai Tim Pendahulu gitu, setelah survey OK baru kami mengajak teman-teman yang lain.

Tim Pendahulu minus eike
Perjalanan dari Jogja menuju Pacitan ditempuh selama 3 jam. Bagi yang suka mabok darat, jangan lupa minum Antimo ya. Jalan yang berliku dan naik turun mulai dari Piyungan hingga Gunung Kidul membuat perut serasa dikocok-kocok. Salah seorang teman saya yang emang fisiknya sedang drop mabuk tanpa henti sepanjang perjalan, kasihan juga melihatnya. Semangat ya Pak Rut. Ada beberapa kabupaten yang dilewati, dari Bantul, Gunung Kidul, Wonogiri baru nyampe Pacitan. Banyak rute yang bisa dilewati dari Jogja, mau lewat Klaten atau Gunung Kidul. Kalau saya dari Bantul, lebih dekat lewat Dlingo atau Piyungan.


Setelah membeli tiket masuk sebesar lima / tujuh ribu perorang, kita bisa memasuki komplek wisata Gua Gong, ada beberapa warung makan di pinggir tempat parkir, dan pusat oleh-oleh yang sudah dibangun permanen. Sebelum nyampe ke mulut gua siapin energi dulu untuk menaiki anak tangga ya mas mbak. Yah lumayanlah sekitar 500 meter, tapi ga terasa cape karena dikanan kiri jalan ada banyak penjual souvenir dan oleh-oleh. Insting Ibu-ibu pengennya mampir n belanja, tapi dijawil temen "ayo liat gua dulu baru belanja jeng". OK, bos.


Jangan lupa baca SOP nya dulu ya, ternyata di dalam gua kita harus menyusuri anak tangga yang licin dan panjang, ditambah minimnya penerangan. Jika anda tidak membawa senter, banyak Ibu-ibu yang menyewakan senter, cukup bayar enam atau tujuh ribu aja. Kalo mau ngirit ya bawa senter dari rumah, tapi jika mau menambah pendapatan warga sini ya nyewa ajalah, gausah repot-repot bawa.

Pintu masuk gua memang terlihat sempit, tapi begitu memasuki pintu gua tampak gua yang lebar dan dalam. Stalagtit kecil dan besar tampak menggantung di langit-langit gua, begitupun stalagmit yang dibawah. Pengelola telah membuat tangga dan pegangan untuk mempermudah pengunjung menyusuri gua, tidak terbayangkan jika tidak ada tangga, bakalan susah banget jalannya. Jangan bayangin bisa jalan santai, karena begitu memasuki gua anak tangga menurun sudah  menanti, dan sepertinya membawa balita tidak saya rekomendasikan. Kecuali mau digendong, anak tangga tidak rata, sempit, gelap dan licin karena banyak air yang menetes dari atas. 



Pemandangan di dalam gua semakin terlihat dramatis saat terkena cahaya lampu berwarna-warni, amazing aja. Dari titik-titik air yang menetes hingga terbentuk batuan-batuan cantik, bahkan di ruang dalam ada beberapa stalagtit yang sudah terbentuk menjadi marmer, putih dan mengkilap. Pastinya dibutuhkan ribuan tahun untuk menjadi seperti itu. Jadi inget untuk tidak merusak alam, Tuhan telah begitu baik menganugerahi pemandangan yang indah, kita tinggal menikmati dan merawatnya.


Selain lampur sorot, di beberapa sudut gua ada kipas angin yang agak besar. Lumayanlah mengurangi kegerahan, tau sendiri kan didalam gua itu pengap dan seperti susah bernafas.  Dan ternyata, guanya tuh luas banget, anak tangga dibuat melingkar sehingga pengunjung bisa menyusuri semua sudut gua. Kalau pengen dapat gambar yang bagus, pastikan bawa flash, saya poto pake kamera hp biasa hasile yo gini, mana diburu-buru lagi. Yang lain udah jalan jauh, saya masih sibuk motret-motret.

 



Saat jadi bayangin dulu pertama dibuka, belum ada fasilitas tangga dan lampur sorot, pasti pengunjung  kesulitan untuk berjalan. Tapi tahun 2007 atau 2008 saat awal-awal dibuka dulu udah rame wisatawan, Bapak Ibu saya aja piknik bareng rombongan RT di desa. Dan kata mereka guanya bagus banget, apalagi kalau mereka tahu sekarang lebih bagus.

Pesen saya, sebelum masuk sini sarapan dulu ya, lumayan membutuhkan tenaga lho, saya aja yang muda "menggeh-menggeh" dan berkeringat saat keluar dari mulut gua. Capek juga menyusuri Gua Gong tapi terbayar akan keindahan didalamnya. Yang bikin saya penasaran, gimana dulu proses penemuannya ya ?


Nah, urusan oleh-oleh gampang banget nyarinya, selain di sepanjang jalan pas naik , ada semacam pasar berlantai dua, ada kaos, topi, sandal, aneka makanan dan batu akik. Buat pecinta akik jangan lupa beli batu Kalsedon disini, batu akik asli Pacitan. Sebelum mengakhiri postingan saya, boleh yaa selfi penampakan penulis. 

Salam Prima.









Comments

  1. Wah guanya amazing mbak :-) Masya Allah...
    jadi pengen kesana..

    ReplyDelete
  2. Wah.. murah banget harga tiketnya, untk oleh2nya jg keren ada batu akik jg.
    Sukses untk lombanya dan Salam hangat dari Bondowoso.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, harga tiket wisata lokal sepertinya segitu.
      Salam juga

      Delete
  3. Goany a Indah, aku belum pernah masuk GOa, ini takut gak sih? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertama masuk juga takut mbak, tapi lama2 gpp sih.

      Delete
  4. gilaaakkk, stalagtitnya indah sekali ya mak...

    itu batu banyak juga yah...memang khasnya Pacitan adalah batu

    ReplyDelete
  5. bagus ya di atas gua warna langit2nya bisa warna warni, kalo mau masuk ke wisata gua gong bayarnya berapa ya

    ReplyDelete
  6. Aku udah dua kali ke Pacitan, tapi cuma menyusuri pantainya dan enggak mampir kesini. Padahal ibuku malah udah dua kali ke gua Gong ini. Harus kesini lagi kapan-kapan :)

    ReplyDelete
  7. Wah, dari kecil belum pernah yang namanya masuk gua..
    Kirain serem, nyatanya cantik.
    :')

    ReplyDelete
  8. Subhanallah, indah banget kebesaran Allah. Semoga tetap terjaga hingga waktu yang lama...

    ReplyDelete
  9. pengen deh nyoba jalan" kesini . mantep kali guanya mba :)

    ReplyDelete
  10. Aku dulu pernah mak ke sana! Tapi waktu itu kayaknya karena sepi, jadi lampu2nya yang warna-warni gak dinyalain. Hiks.
    Tapi keren ya! Katanya kalo hari minggu goa gong sering dipake buat panggung nyinden, alat musiknya yah stalaktit-stalaktit itu :DD

    ReplyDelete
  11. Waduh itu anak tangganya yang bikin capek kayaknya hehehe. Indah sekali Gua Gong ini, bisa warna-warni gitu.
    Mb Prima, itu foto yg sebelah kiri gelap, jadi rada2 nyeremin hehehe *digetok akik :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…