Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Selamat Jalan Angeline



Beberapa minggu ini berita tentang hilangnya seorang gadis cilik bernama Angeline menyita perhatian publik. Setelah keluarganya resmi mengumumkan hilangnya Angeline, banyak pihak berupaya menemukan dimana keberadaan Angeline.

Permasalahan meluas tak hanya tentang hilangnya gadis berparas  cantik  itu. Guru di sekolahnya dan tetangga-tetangga bercerita jika selama ini Angeline tidak mendapatkan haknya sebagai anak. Bahkan cenderung mendapatkan banyak perlakuan tak manusiawi.  Dia harus memberi makan ratusan ayam, berjalan kaki ke sekolah sejauh 2km, badannya selalu kotor dan maaf bau. Apalagi dia masih anak-anak sudah seharusnya kebersihan anak itu terjaga. Selama ini Angeline tinggal bersama Ibu angkatnya Margareta Magawe dan banyak pihak menilai Ibu angkat Angeline sedikit mengalami kelainan jiwa.

Setelah hampir sebulan masyarakat menerka-nerka  dimanakah Angeline, akhirnya  kemarin Polda Bali dan Tim  Komnas Perlindungan Anak menelusuri rumah Angeline dan Angeline ditemukan sudah membusuk dan dikubur sedalam 1 meter, untuk menyamarkan kuburan itu diatas tanah dipenuhi dengan tumpukan sampah.

Dia (Angeline) ditemukan sudah tewas, dengan posisi telungkup sambil memeluk sebuah boneka perempuan Korea, dan sebuah kain yang digunakan untuk membungkus mayat Angeline,
Ehmmm, sebagai Ibu saya merasa amat sedih dan trenyuh. Walaupun bukan siapa-siapa nya Angeline dan tidak mengenal gadis cantik berambut panjang itu saya merasa kehilangan. Apalagi dengan cara keji seperti itu. Ah membayangkan hal itu membuat saya terpaksa menahan airmata, saya tidak bisa membayangkan perasaan Ibu kandungnya, tak pernah bertemu dengan anaknya  dan sekarang hanya jenazah yang ditemuinya.

Saya merasa tertampar, koq bisa ada kejadian seperti itu terjadi di negara yang mengklaim dirinya  negara agamis, masyarakatnya sopan dan ramah. Sejak berumur 3 hari Angeline diadopsi oleh seorang warga negara asing dan beristri orang Indonesia. Bayangkan, dari lahirpun dia sudah tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya dan mengiklaskan diadopsi orang. Kemiskinan bukan alasan untuk membuang anak kita. Selain Angeline, keluarga itu sudah mempunyai 2 anak dan sudah dewasa. Sepertinya Bapak angkat Angeline sayang terhadap Angeline, tapi setelah meninggal 3 tahun yang lalu, perlakuan terhadap Angeline berubah.  Apalagi , konon, Angeline mendapat harta warisan yang cukup banyak dari Bapak angkatnya, bukankah hal ini bisa memacu orang lain untuk membunuh Angeline dan mendapatkan jatah warisannya?

Cerita kehidupan Angeline mungkin lebih menyedihkan dari cerita sinetron di tivi yang cenderung lebay, dan di dunia nyata ternyata ada perlakuan kekejaman yang sangat lebay. Dari jenazah Angeline ditemukan banyak luka-luka, dari bekas sundutan rokok, luka memar, bahkan ada bekas jeratan tali dilehernya. Demi Tuhan, pelakunya sungguh biadab. Saya saja pernah sekali mencubit anak saya dan menyesalnya ga ilang-ilang dan merasa menjadi Ibu yang sangat kejam. Ini koq anak disiksa sampai meninggal. Manusia apa bukan?

Salah siapa?

Jika ditanya kejadian ini salah siapa, bisa banyak pihak yang disebut. Dari keluarga sendiri, tetangga yang kurang peduli, guru yang tidak tanggap bahkan pemerintah yang sibuk dengan kekuasaan. Jangankan peduli dengan keadaan tetangga, masyarak lebih sibuk berdebat dimana Soekarno dilahirkan atau kenapa yang mau mantu  begini begitu. Masyarakat sibuk mencela pemerintah dan enggan memberikan dukungan. Pemerintahanpun setali tiga uang, ribut politik, rebutan proyek, antar lembaga pemerintah sendiripun tak akur, sehingga abai terhadap kepentingan masyarakat. Walaupun ada banyak aturan dan UU mengenai perlindungan anak, tapi kasus penyiksaan, pembunuhan, penelantaran terhadap anak-anak masih saja terjadi. 

Jika saat ini yang menjadi tersangka baru si satpam, rasanya masih ada aktor lain dibalik meninggalnya Angeline. Ibu angkatnya tidak mungkin tidak tahu kejadian itu, karena pembunuhan terjadi di dalam rumah. Bisa saja si satpam hanya disuruh oleh Ibu angkat itu, dan guna menghilangkan jejak keluarga membuat berita hilangnya Angeline.

Semoga dengan hilangnya Angeline, ada perubahan di negeri ini, ada upaya preventic agar anak-anak terlindungi dan kisah tragis seperti Angeline tidak terulang lagi.

Maafkan kami Angeline, yang tidak bisa melindungimu dari kerasnya hidup dan kejamnya dunia. Semoga kamu bahagia di surga, menjadi malaikat kecil yang manis. Semoga pengorbananmu tak sia-sia dan kelak tak ada lagi Angeline-Angeline lain.

Comments

  1. Mak Prima, harapan kita semua sama, semoga tidak ada lagi angeline yg lain. Sungguh tragis, pilu rasanya hati membayangkan bagaimana selama ini deraan yang harus diterima gadis kecil nan cantik jelita, angeline

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…