Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Perjalanan Klaten - Bali via Darat Part 2

Kali ini saya akan melanjutkan cerita perjalanan liburan saya ke Bali ya, sebelumnya bisa baca  Dari Klaten menuju Bali.  Perjalanan membawa anak dibawa tiga tahun pasti butuh persiapan dan menjaga kesehatan mereka dengan baik. Karena jarak Klaten - Bali tak hanya sejam dua jam, tapi perjalanan kemaren kami tempuh selama 27 jam, bayangin lebih dari sehari semalam. Entah ada jalan yang salah atau kami keseringan istirahat.

Kedua anak lelaki saya dan ponakan yang kemayu tetep hepi ajah

Kedua anak saya dan ponakan saya terhitung "bandel" daya tahannya dan memang sudah terbiasa perjalanan jauh, bayi  umur sebulan ajah dah nyampe Kendal, Brebes so gak ada cerita mabok darat. Dan yang pasti hobi jalan, so hepi-hepi ajah kalo dah naik mobil terus jalan-jalan.

Yang agak sulit saat membawa anak kecil di perjalanan itu menu dan jam makannya. Kalo orang dewasa mah Nasi Padang Ok, Nasi Rames hayuk. Anak saya masih sering makan pake kuah, misal ga pake kuah ya nasinya agak lembek. Untuk persiapan saya membawa mi gelas, buat jaga-jaga saat tidak ada warung dan sudah jam makan. Seperti pagi itu, 28 Desember 2014 kami sudah sampai di rest area Paiton. Banyak sih menunya, tapi belum matang, so saya bikin mi gelas ajah buat nyuapin mereka, yah terpaksa makan mie instan daripada tidak makan sama sekali. Toh, mereka juga minum susu banyak ples nenen.

Ayoo makan dek

Kedua bocil bersemangat sarapan walau cuma pake mie

Sebelum memasuki wilayah Situbondo yang hutannya puanjang, kebanyakan pengemudi yang mau nyebrang ke Bali memang beristirahat disini. Tempat parkirnya luaaaas, restonya juga gede menunya lengkap dan harganya murah. Dan yang pasti kamar mandinya berpuluh-puluh dan bersih. Ada dua macem toilet, yang satu menggunakan air dingin dengan tarif  IDR 3000, sedang yang agak belakang tarifnya IDR 7000 atau 10.000, saya agak lupa. Sudah dilengkapi sabun cair dan airnya hangat.


Ibu dan ipar saya sibuk bongkarbawaan

super market Paiton

Om Kokok abis mandi selfie duyu

Keluarga saya sedang bersantai melepas lelah


Paiton Resort

Di Rest Area Paiton, kita bener-bener beristirahat dan mandi-mandi. Di samping restonya luas, ada banyak tempat duduk di dekat swalayan. Bahkan, jika kita memang kelelahan, di rest area Paiton menyediakan resort-resort yang bisa kita sewa. Untuk biaya menginap sekitar 400 ribu rupiah.

PLTU Paiton saat malam hari
Paiton terletak di Probolinggo Jawa Timur, disini terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Saat malam hari kita bisa menyaksikan menara-menara pabrik yang kelap-kelip sangat cantik. Saat ke Bali dulu, saya nyampe Paiton malam hari, dan bisa menikmati indahnya lampu-lampu di Paiton.

Si semok juga beristirahat

Abis makan n mandi, main-main dulu

Kami beristirahat disini cukup lama, sekitar 2 jam. Karena perjalanan masih jauh, kami melanjutkan perjalanan kembali. Sampai disini sopir belum ganti, masih om Kokok ajah. Setelah Probolinggo, kami akan melewati Situbondo, melewati area hutan Alas Purwo dan tidak ada penduduk sama sekali. So, sebelum melewati area hutan cek ban, bahan bakar karena kita akan melewati jalan mendaki tanpa ada penjual di kiri kanan. Hanya ada pepohonan, bahkan banyak spanduk bertuliskan jangan kecelakaan disini, karena ga ada yang nolong, hehehe. Ada-ada ajah yaa.

Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…