Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Gua Maria Ratu Kenya Wonogiri

Gua Maria Ratu Kenya Wonogiri - Bulan Mei merupakan bulan yang ditunggu oleh umat Katholik karena pada bulan Mei  ini umat Katholik melakukan devosi khusus terhadap Bunda Maria. Selama sebulan penuh umat Katholik berdoa Rosario baik secara berkelompok, maupun secara pribadi.

Selain itu, devosi khusus juga diperuntukkan bagi Bunda Tuhan Yesus, salah satunya dengan berziarah di Gua Maria yang banyak tersebar di tiap daerah. Begitupun saya, bulan ini berkesempatan berziarah di Gua  Maria Ratu Kenya di Wonogiri. Saya sekeluarga berangkat bersama rombongan umat lingkungan Kalibening, Kalasan.

Kami berangkat pukul 08.00 pagi mengendarai bus yang sudah dipesan jauh-jauh hari, itupun dapetnya ga maksimal, ACnya on off terus, hadeew panas-panas dech. Tapi ga masalah juga, itung-itung merasakan "sengsara" walaupun tak sebanding dengan "sengsara" Tuhan Yesus.



Perjalanan dari Jogja menuju Wonogiri ditempuh selama lebih dari dua jam. Jalan yang berliku-liku, karena melewati Gunung Kidul. Pemandangan cukup indah, ya walaupun ada yang mabuk darat juga karena medan yang naik turun.


Mas Nathan dipangku si Bapak, sedang saya memangku dek Saka. Karena sudah terbiasa perjalanan jauh, mereka ga rewel, malah seneng melihat pemandangan. Kalo Nathan banyak tanya macem-macem, dan hepi kalo ngeliat hutan di kiri kanan jalan.

Gua Maria Ratu Kenya berada di desa Platarejo , Giriwoyo, Wonogiri. Daerah perbukitan batu kapur so cuacanya panas dan gersang. Kami sampai di Gua Maria Ratu Kenya hampir jam 11 siang, sudah ada beberapa bis yang terparkir. Saat bulan Maria, Gua Maria memang akan laris dikunjungi umat, jadi ga heran, walopun lokasinya terpencil, ada juga yang kesini.

Dari parkiran menuju Perhentian pertama cukup jauh, jalan menanjak dan wow panas tak menyurutkan saya untuk tetap berjalan kaki sambil mengendong dek Saka. Sedang Mamak dan beberapa umat yang sepuh memilih untuk naik ojek sampai di atas bukit. 


Ziarah dimulai dari perhentian pertama sampai tiga belas, mengenang kembali sengsara Tuhan Yesus dan sedikit merasakan perjuangan dan rasa sakit yang DIA derita.




 Di perhentian ini Yesus mulai memanggul salib, bayangkan salib dari kayu yang sangat berat DIA panggul sendirian, sedang saya, jalan menanjak dikit tanpa beban pun sudah mengeluh tanpa henti.



Di Puncak Golgota lah peristiwa sengsara Yesus berakhir, DIA wafat di kayu salib demi menebus dosa manusia.


Perjalanan dari perhentian 1 sampai 13 tidak terlalu jauh, jarak antar perhentian hanya sekitar 10 m, berbeda dengan Gua Maria Sriningsih atau Sendangsono yang jaraknya 100m dengan jalan menanjak.


Sesampai diatas , kita bisa berdoa di depan Gua Maria atau beristirahat di joglo. Ada Kapel Rasul Yohanes di dekat Gua, setiap Jumat tertentu ada misa khusus yang di selenggarakan disini.






Seperti Gua Maria pada umumnya, ada mata air di dekatnya, setelah berjalan jauh, cuci muka disini berasa seger banget.


Jangan dibilang kemayu yaaa, saya cuma kasian ama Dek Saka kalo kepanasen, terpaksa pake payung yaaaa. Gua Maria ini tak hanya milik umat Katholik, jika ingin menikmati angin pegunungan dan ingin menikmati alam bisa datang kesini.


Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…