Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Digital Detox Yuk!!

 Hasil gambar untuk digital detox
Saat jalan-jalan ke blog Mas Wira Nurmasyah, tak sengaja saya menemukan satu istilah yang baru pertama kali saya baca, yaitu Digital Detox. Weiis, saya kira cuma toksin dan racun-racun ajah yang perlu di detoksifikasi, ternyata tubuh juga butuh di cleaning dari hal-hal yang berbau digital.

Apa sich detosifikasi/detok itu?
Detoks adalah suatu proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Saat tubuh mengandung banyak racun, maka timbullah penyakit. Hal itu menunjukkan tubuh kita terlalu banyak mengandung racun, virus atau bakteri. Hal itu sangat membahayakan dan harus di buang dari tubuh. Bisa dengan terapi, pijat ataupun pengobatan.

Nah, hari gini racun bukan hanya dari polusi, makanan, virus atau narkoba. Perangkat digital yang makin marak sekarang sepertinya sudah mulai mengganggu dan kayaknya perlu di detoks juga. Gak anak kecil, remaja, emak-emak, bapak-bapak bahkan mbahpun akrab dan bisa dibilang tergantung dengan aneka gadget, dari smartphone, tablet, laptop, ipod, atau handphone biasa sekalipun.


Ga dirumah, kantor, pasar, restoran bahkan di rumahpun, hampir semua orang menundukkan kepala dan sibuk sentuh sana sentuh sini. Megang layar lcd maksudnyaaa.. Kita (saya) maksudnya sudah terbawa dengan kenyamanan menggunakan perangkat pintar, konektivitas instantnya benar-benar memanjakan. Kirim surat, ngerumpi, pamer makanan, nyari tempat atau dengerin musik dengan gampangnya kita nikmati. Ga perlu lagi kirim surat pake pos yang nyampenya luama, atau saat kangen ortu harus mudik dulu, cukup dengan ngobrol di telpon, kangen terobati. Bahkan banyak anak-anak yang kecanduan main game dari tablet mereka. Tak hanya di kota atau di kalangan berada, di kampungpun banyak anak terlihat menggenggam tablet atau smartphone mereka. Dengan mudahnya mereka berselancar di dunia maya, dan jika tanpa pengawasan mereka bisa tersesat.

Di rumahpun, kadang saya sibuk dengan gadget dan sambil lalu mengawasi anak-anak, dan itu sering membuat suami marah. Ohya, suami saya tidak mau menggunakan smartphone, lebih memilih menggunakan HP NOkia jadul, alasan dia, HP bagus cenderung banyak bikin dosa....

Pecandu Gadget tidak akan bisa hidup tanpa gadget di tangan. Wow. di jaman kekinian, manusia tak hanya ketergantungan sama beras. Bahkan lebih tahan untuk ga makan seharian daripada ga megang HP lima menit ajah. Ehhhhmmmm...Its real.

www.buttercupink.com
Bahkan, di timeline FB saya pernah ada surat dari anak kecil yang meminta ibunya untuk memberi waktu pada dia dari pada gadgetnya. Kecanduan gadget memang sudah dalam tahap mengkawatirkan, dan kayaknya kita perlu Digital Detox, sedikit demi sedikit mengurangi pemakaian perangkat digital dan kembali menjadi manusia. Ngobrol dengan kawan dalam arti sesungguhnya, tertawa, dan melakukan kontak fisik. 
Hasil gambar untuk digital detox
Saat duduk bersebelahan pun, kita sering saling mengacuhkan, sibuk dengan dunia maya kita
Kecanduan gadget bisa menyebabkan banyak hal buruk, antara lain menyebabkan rabun jauh, kurangnya gerak tubuh, kepedulian terhadap orang lain/ empati menurun. Saat kita bekerja, pekerjaan akan sering terinterupsi karena tiba-tiba ada message dari BBlah, WAlah dan konsentrasi kita bakal terpecah.

Bahkan Pemerintah Taiwan menerapkan kebijakan baru terkait penggunaan gadget bagi anak-anak. Menurut yang dilaporkan laman Telegraph, anak-anak berusia 3 hingga 18 tahun di Taiwan kini dilarang untuk menggunakan gadget terlalu lama. Bahkan, jika ketahuan orang tuanya akan di denda.

Ohya, perangkat digital yang sejatinya adalah sarana untuk mempermudah terkadang disalahgunakan oleh banyak orang tua. Memberikan tablet pada anak agar anak anteng dan tidak mengganggu. Tablet sudah dianggap sebagai baby sister, seperti saya dulu, memberikan tablet agar anak tidak rewel. Haduhh , ibu macam apa saiyah...
Hasil gambar untuk digital detox
Buang gadget kamu, ntar saya yang nemu,hehe
Kalo langsung lepas dari gadget tentu tak mungkin, dimulai dari acara  liburan dengan gaya digital detox, traveling bebas sinyal dan gadget ,liburan tanpa sinyal dan gadget, so kita tak perlu pusing memikirkan email masuk yang berisi pekerjaan dan melihat hal-hal yang tidak penting di media sosial. Benerlho, terkadang saya ikutan pusing dengan isu-isu yang lagi hot di thread forum atau FB, emak-emak saling membully, padahal di dunia nyata, ibu-ibu teman kantor yang sama sekali ga pake BBM, facebook mereka anteng-anteng aja dan damai. 

Untuk menerapkan digital detok ternyata tak mudah dan butuh komitmen kuat, kalo saya berusaha menyimpan HP di lemari saat bermain bersama anak, baru nanti setelah mereka tidur, balik lagi  megang HP, ahaha. Yah, paling enggak racun-racun digital terbang dari tubuh dan otak saya walau cuma sedikit. 

Teknologi layaknya buah simalakama, kita harus pintar sebagai pemegang kendali jangan sampai handphone yang seharusnya berada di genggaman kita, malah berbalik menggenggam hati kita.

Hasil gambar untuk digital detox

Comments

  1. kebetulan saya baru punya anak dan paham banget sama bahaya gadget pada anak, so di rumah ngak prnh pegang hp sama sekali heheh. thanks for the sharing ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebat mbak, bisa ga pegang hp sama sekali, anak saya yg besar dulu lengket sma tab nya, skrg tak jual ajah dan dia ga nanyain tabnya lagi. Makasih dah mampir ya :)

      Delete
  2. memang susah ya, kalau lagi ngumpul sama keluarga aku suka bikin janjian untuk gak pegang gadget dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, memang hrs gitu, klo enggak acara kumpul2 tp malah pada asyik ama gadget masing2.

      Delete
  3. saya termasuk yang perlu dialkukan digital detox nih, bangun tidur yang di cek malah HP dan Laptop, ampun deh

    ReplyDelete
  4. Aku jg sempet begitu mak, waktu awal ngeblog, trs daku kurangin gegara si kecil suka akting tgnnya kejepit lah jatuh lah kalau aku lg sibuk ngegejet..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mak, si kecil pernah kepleset krn lepas dr pantauan saya, karena lagi FBan, aduh nyesel saya.

      Delete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …