Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Cinta Sesaat

"Oh My God, kenapa lagi gue. Perasaan baru kemaren kenal ama tuh anak, kok jadi kebayang terus ya! Kumat lagi penyakit gue". Gendhis tampak gelisah dan berbicara sendiri , sembari sesekali tangannya menyentuh smartphone kesayangannya.

"Telpon Ratri aja ah" Gendhis -lagi bicara pada dirinya sendiri.

"Hallo Rat, lo dah tidur? Gue mo curhat nih"

"Ehmm, ngantuk nih, besok aja gimana, hoaammm" Sambil terkantuk-kantuk Ratri menjawab telephondari sahabatnya.

"Enggak bisa, gue kagak bisa tidur neh, plisss" Gendhis mencoba mencari alasan agar sahabatnya mau mendengar curahan hatinya malam itu.

"Ok dech, lo mo curhat apa, malem-malem gini ganggu orang tidur aja" Setengah bergumam, Ratri terpaksa mendengarkan ocehan sahabat tersayangnya.

"Penyakit gue kayaknya kambuh Rat, kayaknya gue falling love again, padahal baru kenal kemaren, brondong lagi, gue harus gimana nih"

"Ya elah say, baru tiga bulan yang lalu bikin patah hati orang, sekarang mo diulang lagi. Ga kasian lo" Dengan nada agak tinggi Ratri memprotes kelakuan Gendhis.

Terkadang, Ratri tidak habis pikir dengan pola pikir sahabatnya itu, atau mungkin otak Gendhis udah error. Gendhis terlampau sering, tiba-tiba jatuh cinta, entah dengan temannya, atau kenalan baru. Padahal, Gendhis sudah punya Pandu, lelaki simpatik yang nggak neko-neko dan amat pengertian. Memang sih, Gendhis tidak sampai macam-macam dengan lelaki lain, tapi entah kenapa sahabatnya itu mudah tiba-tiba suka dengan lelaki, mengenal orang itu lebih dekat dan akhirnya orang itu terpikat sama Gendhis, dan saat itulah rasa suka Gendhis mendadak menguap , hilang, padahal orang itu mulai mencintai Gendhis. Bikin patah hati orang khan. Sebenarnya Gendhis tidak terlalu cantik, tapi memang kalau semakin mengenal Gendhis, bisa terpikat dengan sifatnya yang periang dan agak manja.

"Terus gue harus gimana Rat, anak itu punya daya tarik tersendiri,gayanya kalem, suka photography dan bikin gue seharian ini kepo ama status2nya di Path" cerocos Gendhis membuyarkan lamunan Ratri.

"Sabar, sekarang mending Ipad lo dioff ajah, dah deh ga usah stalking tentang anak itu, inget Pandu, kasihan dia.  Masak iya ceweknya naksir anak kuliahan, yang bener aja ndro"

"Sebenernya dia udah lulus kuliah koq, dan lagi konsen ama studio photonya, tadi dia malah ngajakin hunting foto bareng di Kota Tua, dan gue belum jawab" Gendhis mencoba membela dirinya.

"Nah, itu yang bikin lo ntar tambah deket ama anak itu, keluar aja dech dari komunitas foto itu" saran Ratri

"Yah, gue terlanjur ngeblend ama anak-anak di Light, ntar mereka pada kehilangan gue donk" Gendhis yang dasarnya keras kepala tetep kekeh dengan pendiriannya.

"Kehilangan mereka atau anak itu? Ngaku?" Ratri mencoba memojokkan Gendhis

"Haa   Ehmmmmmm  haa  " Gendhis gelagapan dipojokkan seperti itu.

"Ya udah terserah lo, Ndhis. Gue dah ngantuk nih, besok ada meeting pagi-pagi. Lo mau tetep di Light atau pindah ke club lain, gue ga mau tahu. Yang pasti, kalo besok lo masih curhat tentang anak itu, gue cerita ke Pandu"

"Yaaaa...yaaaaa, OK, gue deh, gue keluar. Gue dellcon BB dia, puas!"
"Hahaha, skak mat kan lo, dah sono tidur, yuk dadah bye Ndhis sayang" Ratri menutup telponnya dan kembali tidur.

Gendhis terpangu di pojokan.

"Cinta sesaat ini membunuhku" gumam Gendhis pada dirinya sendiri.




Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …