Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Cinta Sesaat

"Oh My God, kenapa lagi gue. Perasaan baru kemaren kenal ama tuh anak, kok jadi kebayang terus ya! Kumat lagi penyakit gue". Gendhis tampak gelisah dan berbicara sendiri , sembari sesekali tangannya menyentuh smartphone kesayangannya.

"Telpon Ratri aja ah" Gendhis -lagi bicara pada dirinya sendiri.

"Hallo Rat, lo dah tidur? Gue mo curhat nih"

"Ehmm, ngantuk nih, besok aja gimana, hoaammm" Sambil terkantuk-kantuk Ratri menjawab telephondari sahabatnya.

"Enggak bisa, gue kagak bisa tidur neh, plisss" Gendhis mencoba mencari alasan agar sahabatnya mau mendengar curahan hatinya malam itu.

"Ok dech, lo mo curhat apa, malem-malem gini ganggu orang tidur aja" Setengah bergumam, Ratri terpaksa mendengarkan ocehan sahabat tersayangnya.

"Penyakit gue kayaknya kambuh Rat, kayaknya gue falling love again, padahal baru kenal kemaren, brondong lagi, gue harus gimana nih"

"Ya elah say, baru tiga bulan yang lalu bikin patah hati orang, sekarang mo diulang lagi. Ga kasian lo" Dengan nada agak tinggi Ratri memprotes kelakuan Gendhis.

Terkadang, Ratri tidak habis pikir dengan pola pikir sahabatnya itu, atau mungkin otak Gendhis udah error. Gendhis terlampau sering, tiba-tiba jatuh cinta, entah dengan temannya, atau kenalan baru. Padahal, Gendhis sudah punya Pandu, lelaki simpatik yang nggak neko-neko dan amat pengertian. Memang sih, Gendhis tidak sampai macam-macam dengan lelaki lain, tapi entah kenapa sahabatnya itu mudah tiba-tiba suka dengan lelaki, mengenal orang itu lebih dekat dan akhirnya orang itu terpikat sama Gendhis, dan saat itulah rasa suka Gendhis mendadak menguap , hilang, padahal orang itu mulai mencintai Gendhis. Bikin patah hati orang khan. Sebenarnya Gendhis tidak terlalu cantik, tapi memang kalau semakin mengenal Gendhis, bisa terpikat dengan sifatnya yang periang dan agak manja.

"Terus gue harus gimana Rat, anak itu punya daya tarik tersendiri,gayanya kalem, suka photography dan bikin gue seharian ini kepo ama status2nya di Path" cerocos Gendhis membuyarkan lamunan Ratri.

"Sabar, sekarang mending Ipad lo dioff ajah, dah deh ga usah stalking tentang anak itu, inget Pandu, kasihan dia.  Masak iya ceweknya naksir anak kuliahan, yang bener aja ndro"

"Sebenernya dia udah lulus kuliah koq, dan lagi konsen ama studio photonya, tadi dia malah ngajakin hunting foto bareng di Kota Tua, dan gue belum jawab" Gendhis mencoba membela dirinya.

"Nah, itu yang bikin lo ntar tambah deket ama anak itu, keluar aja dech dari komunitas foto itu" saran Ratri

"Yah, gue terlanjur ngeblend ama anak-anak di Light, ntar mereka pada kehilangan gue donk" Gendhis yang dasarnya keras kepala tetep kekeh dengan pendiriannya.

"Kehilangan mereka atau anak itu? Ngaku?" Ratri mencoba memojokkan Gendhis

"Haa   Ehmmmmmm  haa  " Gendhis gelagapan dipojokkan seperti itu.

"Ya udah terserah lo, Ndhis. Gue dah ngantuk nih, besok ada meeting pagi-pagi. Lo mau tetep di Light atau pindah ke club lain, gue ga mau tahu. Yang pasti, kalo besok lo masih curhat tentang anak itu, gue cerita ke Pandu"

"Yaaaa...yaaaaa, OK, gue deh, gue keluar. Gue dellcon BB dia, puas!"
"Hahaha, skak mat kan lo, dah sono tidur, yuk dadah bye Ndhis sayang" Ratri menutup telponnya dan kembali tidur.

Gendhis terpangu di pojokan.

"Cinta sesaat ini membunuhku" gumam Gendhis pada dirinya sendiri.




Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…