Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

Pernikahan Beda Agama

 

Pernikahan idealnya adalah satu hal yang diidam-idamkan banyak orang, salah satu tujuan hidup, goal. Tapi terkadang banyak hal yang menghambat terjadinya pernikahan, salah satunya adalah perbedaan agama.

Banyak yang sepakat kalau pernikahan beda agama tidak masalah, tapi ada juga yang menentangnya dan menghindarinya. Pernikahan laksana bahtera yang dijalankan oleh dua orang yang berbeda jenis, latar belakang dan aneka perbedaan lain, berjalan bersama menjalani kehidupan yang baru dan amat berbeda dengan kehidupan sebelum menikah. Pernikahan seagama saja ada konflik, gesekan , perdebatan yang terkadang melukai hati.

Apalagi jika bahtera dijalankan dengan dua kemudi, dengan cara yang berbeda. Akan sangat sulit menjalankan pernikahan beda agama.  Walaupun tidak terlihat, tapi dalam hati keduanya terkadang memendam perih.

Pernahkah merasakan jatuh cinta, wuiiiiih berbunga-bunga pastinya, tapi akan sangat terasa pedih saat cinta jatuh pada orang yg tidak tepat, seseorang yang tidak bisa kita nikahi karena beda keyakinan. Banyak orang nekat meneruskan hubungan dan menikah, kalau di negara kita belum bisa mengakomodir pernikahan beda agama, harus diluar negeri meridnya. Tapi ada juga yang memilih  balik kanan bubar jalan, kecuali ada salah satu yang mau mengalah. Ketika keduanya keukeuh dengan keyakinan masing-masing, kalau menurut saya mending tidak diteruskan ke jenjang pernikahan.

Diluar kita merasa bahagia bersama orang yang dicintai, tapi ke depannya kerikil tajam akan sangat terasa saat kita berjalan. Saya tidak bisa membayangkan, saat sang istri sedang bersujud diatas sajadah, dan sang suami duduk termangu di pinggir ranjang, mencoba menyatukan cinta dan cita tapi jiwanya berbeda, akan sangat sulit.

Belum lagi persoalan keluarga, karena pernikahan tak hanya menyatukan dua insan, tapi kedua keluarga besar. Betapa kecewanya saat seorang ayah tidak bisa menikahkan anaknya dan tidak bisa menjadi wali jika anaknya pindah keyakinan. Atau saat merayakan hari raya keagamaan, salah satu tidak bisa berbaur dan hanya menyaksikan, pastilah ada perasaan yang hilang.

Dinegara kita  UU perkawinan masih menggunakan Undang-undang nomor 1 tahun 1974.

"Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu."

Perkawinan akan dianggap sah secara hukum jika dilakukan sesuai ajaran agama masing-masing, dan hampir semua agama di Indonesia mengharuskan pasangan memiliki keyakinan yang sama.
Banyak yang menentang UU ini, tapi saya malah setuju, karena jika pernikahan dilakukan menurut hukum sipil dan hanya dicatatkan dicatatan sipil tanpa melihat perbedaan atau persamaan keyakinan sama saja  mendorong mereka ke jalan yang salah. Kenapa salah? Karena menurut saya menikah dengan pasangan yang seiman akan lebih membahagiakan. Perjalanan hidup lebih ringan dan pastinya cukup satu penunjuk jalan.

"Tapi saya sudah cinta mati dan tidak bisa pisah dengan dia"
ahh itu hanya alasan, entah alasan untuk meneruskan ke pernikahan dua kemudi atau bahkan meninggalkan jalan hidupnya dan beralih mengikuti jalan hidup pasangan.

Persoalan yang dihadapi pasangan beda keyakinan tak hanya masalah perasaan tapi juga anak-anak, keyakinan apa yang akan dianut anak pasti menjadi bahan perdebatan, bahkan mungkin terjadi kebingungan pada sang anak karena cara beribadah orang tua berbeda.

Percayalah, kehidupan akan lebih indah jika seiring sejalan.

"Aku memang mencintaimu, tapi aku tidak akan bisa hidup jika meninggalkanNYA"


Comments

  1. iya, mba Prima. yang seagama aja kadang ada gesekan masalah, apalagi yang nggak seiring sejalan karena beda agama. satu nahkoda itu harga mutlak ya.

    ReplyDelete
  2. setuju dengan mba Prima dan Mba Ila...

    ReplyDelete
  3. Hihi... cinta pertama saya (dan mmg baru sekali jatuh cinta) ke orang yg keyakinannya beda sama saya. Waktu itu saya masih o'on sih yaa... belum kenal agama saya sendiri dg cukup baik... tp alhamdulillah saya sejak awal tak sedikitpun terbetik ingin nikah sama dia.

    ReplyDelete
  4. Topik sensitif nih. Aku termasuk yang cukup terbuka, dalam artian menghargai. Kebetulan aku termasuk yang menjalani pernikahan beda agama. Papi nya Ubii Muslim dan aku non Muslim. Ada gesekan? Ada, tapi TIDAK pernah karena perbedaan agama, tapi lebih ke karena satu lagi emosi dan satunya ikut kesulut *alay* Sampai saat ini, puji syukur masih baik-baik saja. Karena tujuan kami sama, dalam arti ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi, Mak, FYI, pada banyak kasus, alasan kedua orang berbeda agama akhirnya memutuskan tetap nikah kadang rumit dan kompleks. Bukan hanya sekedar aku gak bisa hidup tanpa dia dan hal-hal yang berbau roman picisan kayak gitu. We never know ;)

    ReplyDelete
  5. pernikahan beda agama harus dihindari.....setuju mbak...

    ReplyDelete
  6. Berani banget Mak nulis topik sensitif begini... :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. malah ga nyadar kalo sensitif mbak, curhat pengalaman pribadi sih.

      Delete
  7. Banyak banget disekitar gw yg kawin beda agama, dan hasilnya lumayan SUKSES pada pisah lagi aka cerai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. lha itu, ama yang sama aja banyak konflik, apalagi beda. Ya walaupun bukan konflik terbuka tapi dalam hati sedih mas.

      Delete
  8. Bos bosku banyak yang menikah beda agama mbak, mereka menikahnya sih secara muslim tapi setelah menikah kembali ke agamanya masing masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, cara seperti itu kan ga bener, seandainya Indonesia mengakomodir pernikahan beda agama, mungkin tidak perlu membohongi diri dengan pindah keyakinan dulu ya, ironis.

      Delete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…