Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Misteri Gua Surocolo

Hallow kawans, sudah berkunjung ke Gua Jepang Pundong kah. Jangan lupa saat pulang mampir ke situs Surocolo yang hanya berjarak 3 km dari Gua Jepang. Tempatnya gampang ditemukan karena memang berada di pinggir jalan menuju pulang.

Pohon Kepoh

Gua Surocolo lebih dikenal dengan sebutan Gua Sunan Mas, di gua inilah tempat petilasan bertapa Sunan Mas. Beliau adalah Sunan Amangkurat III, Raja Mataram Hadiningrat zaman Kartosuro. Konon Gua Sunan Mas menyimpan misteri Keraton Gaib Naga Raja dan ritual pesugihan.

Mau tau ceritanya : 
Gua Surocolo atau Gua Sunan Mas hanya dikenal sebatas kisah asal-usul Nyi Rondho yang melahirkan bocah sakti bernama Joko Umar. Nun di kala geger Trunojo tahun 1674 yang meruntuhkan Keraton Mataram Hadiningrat di Plered, Joko Umar membuat Gua Sunan Mas hanya dengan cara mengeruknya dengan bathok atau cangkang buah kelapa. Karena kesaktiannya, anak keturunan Joko Umar kemudian memperoleh kemuliaan sebagai tumenggung dan demang di wilayah Mataram. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang ke tempat ini untuk "ngalap berkah".
 
Wuaaaa, koq jadi mistis gini ya. Tempat ini memang terlihat adem dan sejuk, karena ada dua buah pohon besar dan tua. Yaitu pohon Kepoh dan Randu Alas. Ohya, masyarakat sini menyediakan bibit pohon randu sedara gratis yang bisa kita tanam di rumah. Menurut penjaga situs ini, pohon Kepoh berusia 250 tahun dan Pohon Randu Alas berusia 350 tahun. Pohonnya memang gede bingit, segede eikeh pemirsah.

Di samping ada pohon tua, ada sebuah sendang dengan airnya yang jernih. Saat musim kemaraupun sendang ini tak pernah kering. Ada sumber air dibawah pohon. Ada arca kepala naga yang mengalirkan air dari mata air. Ada banyak ikan mas di sendang ini, tapi ada tulisan besar yang melarang pengunjung untuk memancing ikan disini.

Arca Kepala Naga
Gua Surocolo berada di dusun Ngreco, Pundong, Bantul. Kawasan ini masuk dalam kawasan hutan  Laut Selatan. Satu kawasan dengan Gua Jepang.  Banyak pantangan saat berkunjung ke sini, intinya kita harus sopan dan bertindak tak patut.


Di situs ini selain ada sendang, ada tiga buah gua, yaitu Gua Surocolo, gua Tawas dan Gua Penek. Selain cerita mistis ada sejarah di tempat ini. Disekitar situs ditemukan arca Mahakala, Jaladwara batu candi dan batu Prasasti. Gua ini peninggalan jaman Hindu yang berlanjut sampai masa Islam.

Dari sisi sejarah, pada tahun 1976 di situs ini ditemukan arca perunggu   yang sekarang disimpan di kantor BP3 Yogyakarta. Pada  masa Islam, gua ini digunakan sebagai tempat istirahat Sunan Amangkurat Mas dari kejaran tentara Belanda. Di gua ini juga ditemukan prasasti batu ada kronogram yang berbunyi : Krtining pannembah winayang hing ratu-1624. Dan didepan gua juga terdapat  prasasti dari batu andesit. Prasasti ini pecah menjadi dua tapi masih terlihat gambar wayang Bhatra Gana dengan belalai mengangkat ke dua belah tangannya ke atas untuk mendukung wadah yang berisi air.



Gua Surocolo

Tempat mata air.
Prasasti dan gua-gua yang ditemukan menunjukkan adanya kehidupan di jaman dulu,  menyadarkan kita bahwa kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu.  Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, suatu bangsa akan senentiasa berusaha mengukir sejarah kehidupan dengan baik.

Mari kita kembali mengingat sejarah, kembali mengingat jati diri kita, mengingat siapa kita dan sejarah seperti apa yang akan kita hasilkan nanti.

YUk, lestarikan benda bersejarah, jika bukan kita, siapa lagi.

Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…