Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Misteri Gua Surocolo

Hallow kawans, sudah berkunjung ke Gua Jepang Pundong kah. Jangan lupa saat pulang mampir ke situs Surocolo yang hanya berjarak 3 km dari Gua Jepang. Tempatnya gampang ditemukan karena memang berada di pinggir jalan menuju pulang.

Pohon Kepoh

Gua Surocolo lebih dikenal dengan sebutan Gua Sunan Mas, di gua inilah tempat petilasan bertapa Sunan Mas. Beliau adalah Sunan Amangkurat III, Raja Mataram Hadiningrat zaman Kartosuro. Konon Gua Sunan Mas menyimpan misteri Keraton Gaib Naga Raja dan ritual pesugihan.

Mau tau ceritanya : 
Gua Surocolo atau Gua Sunan Mas hanya dikenal sebatas kisah asal-usul Nyi Rondho yang melahirkan bocah sakti bernama Joko Umar. Nun di kala geger Trunojo tahun 1674 yang meruntuhkan Keraton Mataram Hadiningrat di Plered, Joko Umar membuat Gua Sunan Mas hanya dengan cara mengeruknya dengan bathok atau cangkang buah kelapa. Karena kesaktiannya, anak keturunan Joko Umar kemudian memperoleh kemuliaan sebagai tumenggung dan demang di wilayah Mataram. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang ke tempat ini untuk "ngalap berkah".
 
Wuaaaa, koq jadi mistis gini ya. Tempat ini memang terlihat adem dan sejuk, karena ada dua buah pohon besar dan tua. Yaitu pohon Kepoh dan Randu Alas. Ohya, masyarakat sini menyediakan bibit pohon randu sedara gratis yang bisa kita tanam di rumah. Menurut penjaga situs ini, pohon Kepoh berusia 250 tahun dan Pohon Randu Alas berusia 350 tahun. Pohonnya memang gede bingit, segede eikeh pemirsah.

Di samping ada pohon tua, ada sebuah sendang dengan airnya yang jernih. Saat musim kemaraupun sendang ini tak pernah kering. Ada sumber air dibawah pohon. Ada arca kepala naga yang mengalirkan air dari mata air. Ada banyak ikan mas di sendang ini, tapi ada tulisan besar yang melarang pengunjung untuk memancing ikan disini.

Arca Kepala Naga
Gua Surocolo berada di dusun Ngreco, Pundong, Bantul. Kawasan ini masuk dalam kawasan hutan  Laut Selatan. Satu kawasan dengan Gua Jepang.  Banyak pantangan saat berkunjung ke sini, intinya kita harus sopan dan bertindak tak patut.


Di situs ini selain ada sendang, ada tiga buah gua, yaitu Gua Surocolo, gua Tawas dan Gua Penek. Selain cerita mistis ada sejarah di tempat ini. Disekitar situs ditemukan arca Mahakala, Jaladwara batu candi dan batu Prasasti. Gua ini peninggalan jaman Hindu yang berlanjut sampai masa Islam.

Dari sisi sejarah, pada tahun 1976 di situs ini ditemukan arca perunggu   yang sekarang disimpan di kantor BP3 Yogyakarta. Pada  masa Islam, gua ini digunakan sebagai tempat istirahat Sunan Amangkurat Mas dari kejaran tentara Belanda. Di gua ini juga ditemukan prasasti batu ada kronogram yang berbunyi : Krtining pannembah winayang hing ratu-1624. Dan didepan gua juga terdapat  prasasti dari batu andesit. Prasasti ini pecah menjadi dua tapi masih terlihat gambar wayang Bhatra Gana dengan belalai mengangkat ke dua belah tangannya ke atas untuk mendukung wadah yang berisi air.



Gua Surocolo

Tempat mata air.
Prasasti dan gua-gua yang ditemukan menunjukkan adanya kehidupan di jaman dulu,  menyadarkan kita bahwa kehidupan dengan segala perubahan, pertumbuhan dan perkembangannya terus berjalan melewati waktu.  Dengan memiliki kesadaran sejarah yang baik, suatu bangsa akan senentiasa berusaha mengukir sejarah kehidupan dengan baik.

Mari kita kembali mengingat sejarah, kembali mengingat jati diri kita, mengingat siapa kita dan sejarah seperti apa yang akan kita hasilkan nanti.

YUk, lestarikan benda bersejarah, jika bukan kita, siapa lagi.

Comments

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …