Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

Cantik[tapi tak terawat]nya Tlogoputri di Ujung Utara Jogja

Kalo Jawa Barat punya Lembang, Semarang punya Bandungan, Jogja tak mau kalah, karena kami punya Kaliurang yang asri dan sejuk. Pertama kali Kaliurang ditemukan oleh ahli geologi Belanda pada abad ke-19, dia bermaksud mencari tempat peristirahatan dan menemukan kawasan di ujung utara Jogja yang indah. Semenjak itulah banyak villa dan penginapan bermunculan di kawasan ini. Jangan heran jika kamu menemukan villa dengan design Eropa disini, masih banyak bangunan tua disini, dan menambah kesan klasik dan romantis.

Kaliurang, rasanya bagi warga Jogja dan sekitarnya pasti pernah datang ke kaki gunung Merapi ini, setidaknya pernah mendengar. Kaliurang merupakan objek wisata yang wajib kamu kunjungi saat bertandang ke Jogja.

Tlogo Putri kawasan wisata taman nasional Merapi

Tempat parkir yang luas

Kaliurang tak hanya punya villa ataupun taman bermain anak, persis dibawah bukit Turgo, ada Taman Wisata Plawangan Turgo yang merupakan Taman Nasional Gunung Merapi. Tak ada perbedaan yang signifikan dari tahun ke tahun. Sewaktu kuliah dulu, saya dan kawan-kawan saya mengadakan perpisahan disini, taman masih terlihat rapi dan terawat. Tapi, setelah lebih dari sepuluh tahun taman itu tak berubah menjadi lebih bagus atau lebih tertata, sebaliknya terlihat tak terawat sama sekali. Padahal ada biaya masuk ke taman itu, yang pastinya bisa digunakan untuk biaya perawatan atau penataan.

Gerbang  taman wisata

Benar-benar jalan setapak hutan, paving bloknya hampir tertutup rimbunnya ilalang

Sayang, ada beberapa bangunan yang tampaknya tidak terawat atau diperbaharui.
Gasebo-gasebo yang sudah uzur sudah selayaknya diganti
Sudah abaikan semua itu, Kaliurang tetep cantik koq, anak saya bersemangat sekali melihat pohon pohon yang besar sejuknya udara disini. Taman ini tidak terlalu luas, ditambah banyak jalan menuju ke atas yang tertutup rimbunnya pepohonan dan tangga yang sudah tidak layak untuk dilewati.

Nah, kalo kamu pengen ketemu "temen" kamu, disini banyak lho, maksudnya monyet-monyet kecil dibiarkan hidup bebas di taman ini. Ga usah takut, mereka jinak koq #kayaksaya, hehehe

Para monyet yang dibiarkan berkeliaran bebas

Namanya taman pasti ada wahana mainan, walau sederhana. Begitupun di sini, ada ayunan, perosotan, dan aneka mainan untuk anak-anak.

Suami dan anak-anak saya yang hepi-hepi aja.


Taman bermain yang ramai anak-anak

Air terjun terlihat dari kejauhan

Air  terjun Tlogo  Putri yang tak berubah dari jaman ke jaman
Kabut yang mulai turun, pemandangan gunung mendadak menghilang

Sayang, gerimis tiba-tiba turun dan kami terpaksa untuk berteduh di salah satu warung. Jangan kawatir kalian akan kelaparan disini. Banyak warung makan yang menyediakan aneka macam menu. Tak perlu takut dompet akan menipis, makanan disini harganya standar dan ada daftar harga di tiap warungnya. So, ga usah takut ditipu ama penjual.



Gerimis mulai reda, saatnya kami pulang.
Jalan-jalan tak afdol kalo ga mencicipi kuliner lokal, oleh-oleh khas dari Kaliurang adalah Jadah, tempe dan wajik. Jadah terbuat dari ketan yang dikukus rasanya gurih dan pas banget dinikmati bareng tempe bacem yang manis. Aduh, jadi pengen nih, tapi jauh belinya mesti ke Kaliurang :(
Ada lagi Wajik, terbuat dari ketan juga tapi rasanya manissss seperti penulis, hohoho...


Gimana ga bosen kan main ke Jogja, selain di Taman wisata Plawangan, ada objek menarik lain di Gunung Merapi, yaitu Desa Wisata Kinahrejo, rumah Mbah Maridjan. Mau tahu apa aja disana, tunggu postingan selanjutnya ya...


Comments

  1. Aku jadi piingin jadah tuh ... terus dibakar ...
    makannya di cocol pake srundeng ... aaarrrggghhh ... nikmat beybeh ...

    Wajiknya jugaaaa ... pasti enak itu ...

    salam saya Mbak Prima
    (11/1 : 3)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadah disini rasanya beda pakde, lebih pulen dan gurih. Ditempat jajan sih banyak tapi ga seempuk di Kaliurang, apalagi dibakar yaaaa....yummy.
      Makasih sudah mampir Om :))

      Delete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…