Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

SAHM VS WM VS WAHM

Semua pilihan baik, tinggal bagaimana kita menjalaninya.
          

Menjadi Ibu bekerja atau Ibu Rumah Tangga ? 
Perdebatan antara Ibu bekerja ataupun ibu rumah tangga memang tak pernah habis, semua merasa benar tapi alangkah bijaksananya jika kita tidak under estimated antar sesama Ibu. Semua Ibu pasti ingin yang terbaik buat keluarga, anak-anak khususnya. Tapi keadaan ekonomi atau situasi dalam keluarga tidak ada yang sama. Kita tidak bisa "gebrah uyah" menilai semua rata. Semua pilihan baik, entah itu ikut bekerja mencari uang atau diam dirumah mengawasi anak-anak.

Semua pilihan ada konsekuensinya, seperti saya yang harus bekerja dari pagi sampai sore, pendapatan keluarga bertambah tapi saya tidak bisa 24 jam berada disisi anak-anak saya. Sebaliknya jika saya hanya diam dirumah, "kendil e iso nggoling" yang artinya panci nasi tumpah, yang maknanya perekonomian akan terganggu. Suami saya seorang arsitek frelance, so job nya ga menentu. Nah saat suami saya no job siapa yang bakal kasih saya dan keluarga makan. Ada yang bilang rejeki dah ada yang ngatur, tugas Ibu dirumah aja....

Hellooww....kalo kita ga bekerja membanting tulang duit ga bakal turun dari langit keles, saya mencoba berpikir realistis saja. Selama saya bisa membagi waktu dan anak-anak nyaman, menjadi wanita karir adalah wujud aktualisasi saya. Walaupun saat anak lagi rewel dan butuh  perhatian, rasanya pengen resign aja dan stay at home terus. Pernah curhat ke temen-temen kantor yang Ibu-ibu, apa kata mereka "besok kalo anak-anak dah gede dan ditanya pilih ibunya bekerja atau dirumah, jawab anak-anak mereka milih ibunya bekerja jadi wanita karir"

Seperti beberapa waktu yang lalu di sosmed rame banget para emak-emak berargumentasi, antara Working Mom (ibu yang bekerja diluar rumah) dan Stay at Home Mom (Ibu rumah tangga). Semua merasa benar, semua merasa hebat. Kalo saya salut banget sama Ibu-ibu yang bisa full dirumah tanpa bete tanpa marah-marah. Jujur saya ga sanggup kalau harus seharian dirumah. Libur Sabtu Minggu aja, kalo dah hari kedua, minggu kalo ga keluar rumah bawaannya bete n bored.

Nah, apalagi sekarang ada istilah baru Working at Home Mother, ibu-ibu yang bisa full dirumah and bisa bekerja juga. Bagus banget sich kalo bisa seperti itu, apalagi sekarang era digital banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah tanpa harus ke kantor. Seperti frelance, designer, penulis, blogger ataupun pekerjaan dalam bidang IT. Apalagi yang sambilannya MLM, wuih statusnya kadang bikin esmosi juga, contohnya "memilih jadi karyawan sama saja dengan bersiap miskin di hari tua" atau "alhamdullilah bisa dapat rejeki banyak tanpa ninggalin keluarga".

Bukannya sinis, tapi sebenernya Ibu yang bekerja di rumah tetep ninggalin anak-anak, saat mereka cari downline atau saat sibuk nulis, dan anak diawasi asisten rumah tangga atau kerjaan rumah dihandle ART, sama aja kali.

Beberapa waktu yang lalu sempet baca tulisan seorang blogger yang blognya dah buanyak dibaca dan nulis buku juga, "kalo saya milih jadi blogger aja, bisa dirumah, ketak ketik dapet uang"
Ehm, bisa sich cerita kayak gitu saat page viewnya dan ratusan ribu dan nelorin buku, flash back dech saat masih jadi karyawan dan blognya belum ada yang baca. Ga mungkinkan ngomong gitu...empati dech, saat kita berada di posisi orang lain. Saat kita merasa hebat, belum tentu saat kita berada diposisi orang lain kita juga bisa hebat.

Nich ada lagi, ada seorang penulis terkenal yang buku-bukunya saya suka banget, tapi kadang status di fanpagenya nyinyirin orang lain.
"Tugas mulia seorang wanita adalah menjadi Ibu dan mendampingi anak-anak dirumah sepanjang hari"

Hellowwww... kalau semua berpikiran seperti itu, berharap semua Ibu dirumah, terus ga da dokter perempuan donk, gada bu bidan donk, ga ada sekretaris. Mau teller di bank semua bapak-bapak atau ga ada pramugari lagi saat naek pesawat. Percuma donk perjuangan Kartini.

    Quotes Picture: hidup ini adalah pilihan peran, jalankan peran anda dengan baik,

Comments

  1. ada minus dan plus nya juga sih ,, jika jadi ibu rumah tangga yg kerja tentu dari financialnya kita gausah minta terus ke suami .. minusnya anak jadi susah keurus kecuali si anak udah gede ..

    ReplyDelete

Post a Comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…