Wednesday, 10 September 2014

Wonderful Indonesia: Raja Ampat Surga Terakhir Dunia

Kompetisi Penulisan dan Foto Bertema Sail Raja Ampat 2014
Untaian zamrud khatulistiwa di ujung timur Indonesia   sumber Wonderful Indonesia
"Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala
Melambai lambai nyiur di pantai
Berbisik bisik raja kelana
 Memuja pulau yang indah permai
Tanah airku Indonesia"

Saya sangat senang menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Lagunya merdu mendayu, dan enak didengar. Kalo kata saya, lagu ini Indonesia banget. Benar-benar menggambarkan Indonesia yang elok, subur, dan indah permai. Indonesia memang negeri yang sangat elok, cantik dan Indah, boleh donk memuji negeri sendiri. Tak hanya saya yang mengagumi keindahan negeri ini, bangsa lain pun sangat tertarik menikmati keindahan negeri kita dan berbondong-bondong berwisata ke Indonesia tercinta.
Indonesia merupakan negara kepulauan  terbesar dunia. Dengan ribuan pulaunya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke menjadikan negara  kita mempunyai banyak sekali pantai. Salah satu daya tarik wisata Indonesia  adalah keberadaan pantai-pantai yang mempesona.

Kalau dulu Bali adalah trade mark wisata Indonesia, sekarang kita mempunyai  Raja Ampat. Raja Ampat merupakan daerah kepulauan  yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong. Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian kepala burung Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat.
Peta lokasi Raja Ampat
               
  • Asal Mula Nama Raja Ampat 

Masyarakat setempat percaya jika di Teluk Kabui Kampung Wawiyai, pernah hidup sepasang suami istri yang menemukan enam telur naga. Cerita ini berawal dari perjalanan keduanya mencari makan di tengah hutan. Saking asyiknya, tanpa terasa kaki mereka telah melangkah sampai ke tepi Sungai Waikeo. Di mana, mereka kemudian menemukan enam telur naga. Saat membawa keenam telur naga tersebut, keduanya tak memiliki firasat apapun. Dipikirnya telur-telur itu hanyalah telur biasa saja. 

Makanya, setelah dibawa pulang, mereka menyimpannya di dalam kamar sebelum dimasak. Tapi, belum sempat dimasak, empat dari enam telur-telur itu menetas. Dari dalam keluar sosok manusia. Empat laki-laki dan satu wanita. Nama mereka masing-masing adalah War, Betani, Dohar, Mohammad, dan Pintolee (yang wanita).Seiring berjalannya waktu, kelima anak ini tumbuh. Pintolee kemudian didapati oleh kakaknya hamil di luar nikah. Dia dihanyutkan dalam kulit bia (kerang besar) sampai terdampat di Pulau Numfor.

Keempat kakak laki-laki Pintolee pun kemudian diangkat menjadi raja untuk empat pulau yang besar. Yaitu: War diangkat raja di Waigeo, Betani diangkat di Salawati, Dohar di Lilinta, dan Mohamad di Waiga. Sedangkan, telur naga yang tidak menetas hingga saat ini masih disimpan dan mendapat penghormatan khusus dari masyarakat setempat. Nah, empat raja yang mendiami pulau-pulau utama itulah yang kemudian dijadikan dasar penamaan Raja Ampat ini.

Raja Ampat bukan sekedar pantai, tapi merupakan tempat wisata bahari yang menakjubkan. Kenapa? Karena kondisi alam Raja Ampat sangat unik dan berbeda dengan kepulauan lain. Raja Ampat memiliki  struktur tanah endemik, keanekaragaman biota laut, ekologi pantai, serta kebudayaan lokalnya. Pulau Raja Ampat merupakan fenomena alam yang menawan dengan keanekaragaman hayati yang melimpah.

Sumber daya alam yang terdapat di Kepulauan Raja Ampat antara lain:
  •  1.320 spesies ikan di Raja Ampat; 
  • 75% seluruh spesies karang yang ada di dunia; 
  • 10 kali lipat jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia; 
  • terdapat 600 spesies karang yang tercatat;
  • 5 spesies penyu laut langka; 
  • 57 spesies udang mantis; 
  • 13 spesies mamalia laut; dan 
  • 27 spesies ikan yang tidak bisa kita jumpai di perairan yang lain.


Keindahan Raja Ampat telah menghipnotis semua penyelam yang pernah berpetualang di perairan Raja Ampat. Keindahannya telah memukau dunia dan bisa dikatakan merupakan perairan terbaik jika dinilai dari kelengkapan flora dan faunanya. Terumbu karang dan biota lautnya paling beragam didunia.Ternyata Raja Ampat memang menakjubkan, dari berbagai macam referensi mengatakan Raja Empat memang Surga Terakhir Dunia. Saat ini saya memang belum berkesempatan untuk jalan-jalan ke Raja Ampat, tapi cukup menjelajahi  situs Wonderful Indonesia, saya bisa menikmati keindahan wisata Indonesia, dari ujung barat sampai timur Indonesia. Saya yakin suatu saat saya pasti bisa  mengunjungi pulau di ujung timur Indonesia ini.

Kepulauan Raja Ampat tidak hanya menyajikan keindahan alam saja, tapi kebudayaan masyarakat lokal di Raja Ampat juga sangat menarik.
1.  Kerajinan Tangan Tradisional
  •  Tas Gantung (Noken)
                                                                                                      
Wanita Papua mengenakan Noken   credit
Noken atau tas gantung merupakan benda tradisional khas Papua. Tas Rajut ini  terbuat dari terbuat dari bahan baku kayu pohon Manduam, pohon Nawa atau Anggrek hutan. Noken merupakan tas multi fungsi karena bisa digunakan untuk bermacam kegiatan, Noken yang berukuran besar dipakai untuk membawa barang seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, barang-barang belanjaan, atau bahkan digunakan untuk menggendong anak. Sedangkan yang berukuran kecil digunakan untuk membawa barang-barang pribadi. Keunikan Noken juga difungsikan sebagai hadiah kenang-kenangan untuk tamu dan dipakai dalam upacara.
Sejak 4 Desember 2012 telah diputuskan sebagai warisan budaya Dunia tak Berbenda oleh UNESCO di Prancis oleh Arley Gill sebagai Ketua Komite, yang bertujuan untuk melindungi dan melestarikan kebudayaan di Papua.

Cara menggunakan tas ini cukup unik, dengan cara gantungan di kepala bagian depan (jidat) dan mengalungkannya ke arah belakang punggung. Yang menarik dari Noken ini adalah hanya orang Papua saja yang boleh membuat Noken. Membuat Noken sendiri  bisa melambangkan kedewasaan si perempuan itu. Karena jika perempuan Papua belum bisa membuat Noken dia tidak bisa dianggap dewasa dan itu merupakan syarat untuk menikah. Dan cara pembuatan tas ini diwariskan secara turun temurun.
  • Topi  Anyaman khas Arborek
    Topi ini dibuat dari bahan anyaman. Topi ini berbentuknya bundar dan seringkali digunakan wanita untuk melindungi wajah dan badannya dari sengatan matahari saat berwisata ke pantai.  Pembuatan topi ini awalnya dipelopori oleh Ibu Mambrasar  dari pulau Arborek, Raja Ampat dan kini topi khas tersebut telah menjadi kerajinan khas Raja Ampat yang diproduksi secara berkelompok oleh ibu-ibu dari Pulau Arborek.
Topi anyaman khas Arborek Raja Ampat  credit
Ada juga bermacam-macam anyaman selain  topi, seperti anyaman tikar, anyaman tapisan sagu – anyaman-anyaman yang dibuat oleh tangan warga setempat dari daun dan batang pohon yang telah dikeringkan. Tak hanya itu, masyarakat Raja Ampat memang sangat kreatif, mereka juga membuat berbagai lukisan kayu dan ukir-ukiran dengan ukuran beragam.
 
2.   Batik Raja Ampat     
Tak hanya Jogja atau Solo yang  punya batik, Raja Ampat pun punya batik, tapi motifnya berbeda dengan batik kebanyakan. Kain batik motif raja ampat yang di pamerkan oleh LiesDa Collection dalam festival & travelmart Raja Ampat 2011 yang berlangsung di Waisai Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Kamis (27/10). Motif-motif terbaru dari batik papua khususnya batik Raja Ampat dipamerkan dalam festival tersebut, diantaranya, batik motif kerang, ikan, dan cumi, serta batik kupu-kupu yang merupakan batik khasRaja Ampat.
Batiknya bergambar ikan credit
3.   Tarian Tradisional
Kabupaten Raja Ampat memiliki beragam tarian tradisional. Sebut saja Tari Yospan – sebuah tarian pergaulan atau persahabatan, Tari Wairon – tari perang, dan Tari Kuda Lumping. Sementara tari-tarian khasnya antara lain Tari (Setan) Gemutu – sebuah tarian khas dari Pulau Misool yang biasanya dilakukan saat warga ingin melakukan pemberkatan terhadap sebuah rumah atau gedung yang baru dibangun, Tari Lalayon, Tari Lenso, Tari Akar Bone, dan masih banyak lagi.Setiap tarian di Raja Ampat  memiliki makna, maksud dan tujuan yang berbeda-beda 

Tarian kolosal Harmonisasi Raja Ampat dalam acara puncak Festival Sail Raja Ampat 2014  credit
Ciri umum dari seni tari dan musik dari Raja Ampat adalah gerakan tarian yang umumnya ditampilkan dengan bersemangat serta diiringi oleh alat musik perkusi  khas papua yang bernama Tifa, gong (mambokon) dan tambur (bakulu). Selain alat musik perkusi, alat musik bersenar seperti gitar dan alat musik tiup seperti seruling dan alat musik tiup dari kerang laut juga sering digunakan untuk mengiringi tarian.  


Salah satu tarian yang sering diadakan di sana adalah suling tambur. Suling Tambur , sebuah tradisi yang masih mendarah daging hingga saat ini di daerah Utara dan Barat Waigeo, Kepulauan Raja Ampat, tarian ini  pasti diadakan di setiap perayaan-perayaan penting, seperti Natal dan Tahun Baru, pernikahan, peresmian gereja, hari besar kenegaraan, dan penyambutan tamu-tamu penting. Puluhan orang memainkan tambur dan suling diiringi goyangan khas orang Papua.
  
Makanan Khas Raja Ampat
Berwisata ke suatu tempat tak lengkap rasanya jika kita belum merasakan makanan khas daerah tersebut.  Makanan pokok masyarakat Raja Ampat antara lain adalah nasi, sagu dan ubi. Walaupun kebanyakan masyarakatnya nelayan, tak lantas hasil laut menjadi hidangan utama, ada ada juga beberapa jenis masakan yang diolah dari daging ayam, sapi, sagu, ulat sagu dan lain-lain.

Beberapa contoh masakan khas Raja Ampat :
  • Cacing Laut goreng (wawo)
Makanan ini diolah dari bahan dasar cacing laut yang digoreng sampai kering menyerupai keripik. Makanan lain yang cukup terkenal di Raja Ampat dan berbahan dasar dari laut adalah Ikan Sup Kuning. Masakan ini bukan hanya terkenal di wilayah Raja Ampat saja namun juga hampir disetiap wilayah pesisir Pantai Papua Barat.
  • Sate Ulat sagu
Ulat Sagu ini di dapatkan dari tempat hidupnya di batang pohon sagu yang telah menua. Di masyarakat asli papua yang tlah terbiasa hidup di alam, ulat sagu ini seringkali dikonsumsi langsung dari pohonnya tanpa diolah terlebih dahulu. Dalam perkembangan penyajiannya saat ini ulat sagu ini seringkali diolah dengan cara dibakar menyerupai sate. Rasa gurih dan asin yang keras merupakan ciri dari ulat sagu ini. 
  •  Papeda
Kuliner khas Raja Ampat, kue dari sagu, papeda, cacing wawo goreng, sate ulat sagu  credit
Jenis lain makanan khas yang bisa kita temui di Raja Ampat adalah Papeda. Papeda adalah bubur Sagu yang disajikan hangat dengan kuah ikan serta buah tomat dan lemon sebagai penambah cita rasanya.
  •   Sup Ikan Kuning   
              
Makanan pelengkap dengan Papeda credit
Makan Papeda tidak lengkap jika tak ditemani ikan kuah kuning sebagai lauknya. Sebagai salah satu penghasil ikan terbanyak di nusantara, warga Raja Ampat cukup lihai memasak ikan kuah kuning supaya lezat. kan kuah kuning adalah sebuah masakan yang berbahan dasar ikan dan berkuah kuning. Bahan dasar masakan ini adalah ikan cakalang atau tuna. Ikan kuah kuning memang menjadi ikon makanan enak di Papua dan juga Maluku.

Kearifan Lokal  (Tradisi Sasi)
 

Kekayaan keanekaragaman hayati di Raja Ampat telah membuat dirinya memiliki tingkat ancaman yang tinggi pula. Hal itu bisa dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan. Kerusakan terumbu karang umumnya adalah karena aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti bom, sianida dan akar bore (cairan dari olahan akar sejenis pohon untuk meracun ikan). 

Dan menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Raja Ampat, sering terjadi kasus penangkapan ikan, khususnya ikan hiu, dengan menggunakan bom ikan oleh nelayan dari wilayah lain. Ledakan bom itu tidak hanya membunuh ikan lainnya bahkan juga merusak terumbu karang di dasar laut.

Demi menjaga kelestarian alam kabupaten Raja Ampat yang terkenal dengan keindahannya, masyarakat adat Raja Ampat sejak lama menerapkan suatu tradisi pelestarian alam tradisional itu. Tradisi yang secara turun temurun diwariskan para leluhur mereka itu bertujuan untuk menjaga keseimbangan kehidupan hewan laut dari ekploitasi yang dilakukan secara sembarangan. Tidak saja untuk jenis ikan tetapi juga untuk biota laut didalamnya seperti terumbu karang, teripang, lobster dan lola (sejenis kerang laut).

Tradisi Sasi merupakan sebuah atauran tidak tertulis masyarakat adat yang melarang untuk melakukan penangkapan hewan laut dalam waktu tertentu. Dalam bahasa modern bisa dirumuskan dalam istilah konservasi. Biasaya pelarangan penangkapan hewan laut itu bisa memakan waktu hingga 24 bulan. Setelah itu barulah masyarakat diperboleh melakukan penangkapan ikan yang dilakukan secara serempak. Kegiatan yang mirip dengan masa panen ikan dan hasil laut lainnya itu juga dibatasi oleh waktu tertentu, biasanya tidak lebih dari 1 bulan.

Dengan menerapkan tradisi Sasi, masyarakat dapat menikmati hasil tangkapan laut yang jauh lebih banyak. Karena sejatinya tradisi tersebut telah memberikan waktu bagi biota laut untuk berkembangbiak dengan baik sehingga tetap terjaga kesinambungannya.

Tradisi Sasi sebenarnya lebih dulu dikenal di wilayah Maluku sejak ratusan tahun lalu yang kemudian menular ke wilayah adat di kawasan Papua yang disebut Petuanan. Di Kabupaten Raja Ampat sendiri terdapat banyak petuanan. Diantaranya di Distrik Misool Selatan yang terdapat 3 petuanan, yakni Fafanlap, Yellu, dan Lilintah. Setiap petuanan terdiri dari beberapa kampung. Mereka memiliki hak ulayat untuk menguasai berapa luas wilayah perairan. Masing-masing petuanan menentukan sendiri masa Sasi diberlakukan. Kapan wilayah perairannya dilarang (ditutup) untuk penangkapan hasil laut, kapan diperbolehkan (dibuka). Ketentuan itu disepakati bersama oleh masyarakat kampung yang berada di petuanan tersebut. Filosofinya adalah seperti pembagian waktu antara pemeliharaan ikan dan waktu panen ikan. Dengan demikian maka akan tercipta kelestarian kehidupan laut di wilayah Raja Ampat.


Dengan ketentuan seperti itu masyarakat menjadi tidak serampangan mengambil hasil laut di wilayahnya, kecuali diwilayah laut terbuka. Sanksi akan dijatuhkan oleh ketua adat bagi masyarakat yang melanggar aturan tersebut. Biasanya sanksi yang dijatuhkan berupa sanksi sosial. Misalnya bekerja membangun jalan, bahkan ada juga sanksi yang berupa kutukan. Berlaku di wilayah-wilayah yang masih menganut kepercayaan tradisional.

Untuk mendukung kearifan lokal itu, maka masyarakat kini telah memberlakukan sistem patroli pengawasan ke wilayah perairan hak ulayat dimana tradisi Sasi dijalankan. Pos-pos pengawasan juga dibangun, diantaranya di Pulau Gamfi di Distrik Misool Timur, Pulau Waaf di Distrik Misool Barat dan Pulau Jaam yang terletak di wilayah Missol Timur-Selatan. Hal itu juga untuk menjaga agar wilayah itu terhindar dari penjarahan ikan yang sering dilakukan pihak luar, atau kapal-kapal asing.

Untuk mempermudah pengawasan terhadap kelestarian sumber daya alam laut itu, maka TNC bekerjasama dengan badan konservasi internasional (Conservation International) melakukan pembagian zona kawasan konservasi laut daerah (KKLD).

Sedangkan pemerintah daerah Raja Ampat sendiri sejak tahun 2006 sudah mendeklarasikan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) di wilayah perairannya. Kawasan konservasi secara global telah diakui sebagai sebuah perangkat yang efektif dalam menopang perikanan yang berkelanjutan, melindungi habitat laut penting dan menjamin mata pencaharian untuk masyarakat lokal. Saat ini terdapat tujuh KKPD dalam jejaring yang meliputi lebih dari 1 juta hektar wilayah pesisir dan laut

Ada 6 zona kawasan konservasi laut. Dari 6 zona tersebut di bagi lagi menjadi 3 zona peruntukan. 
  1. Di zona inti ini, masyarakat dilarang untuk mengambil ikan. 
  2. Zona pemanfaatan terbatas digunakan sebagai bank ikan dan ekowisata.
  3. Zona pemanfaatan bebas. Disinilah peraturan tradisi Sasi diberlakukan masyarakat adat, dimana waktu panen ikan dan waktu pemeliharaan ikan dan biota laut lainnya dijadwalkan.
Melalui sebuah upacara adat, kesepakatan pembagian zona itu akhirnya diresmikan oleh tetua adat. Puncaknya adalah pendeklarasian kawasan Missol Timur Selatan sebagai zona adat kawasan konservasi laut daerah. Upacara adat dilakukan melalui ritual pelepasan sesaji ke dalam laut yang disertai doa. Bertujuan untuk menjaga laut agar tetap dapat memlimpahkan sumbedayanya kepada manusia. Biasanya sesaji itu berupa tembakau, sirih pinang, dan potongan ayam putih.


Sail Raja Ampat
Saat ini pemerintah terus memperjuangkan agar Raja Ampat menjadi warisan dunia karena Raja Ampat merupakan salah satu wilayah di Papua Barat yang memiliki tradisi budaya yang sangat beragam dan punya keunikan tersendiri. Raja Ampat merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah diadakannya Sail Raja Ampat pada bulan Agustus kemarin. Disamping untuk semakin mengenalkan Raja Ampat di khalayak dunia, penyelenggaraan Sail Raja Ampat diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah terutama bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil melalui sektor pariwisata bahari, khususnya di wilayah Papua Barat dan sekitarnya.

www.indonesia.travel

Seandainya Aku ke Raja Ampat

Menyaksikan keindahan Raja Ampat walau hanya melalui video membuat saya sejenak berhenti bernafas. Pasirnya yang putih, airnya yang sangat jernih seolah-oleh tidak pernah tersentuh manusia. Saking jernihnya kita bisa melihat langsung kehidupan bawah laut tanpa harus snorkling maupun diving. Pulaunya yang hijau, benar-benar sempurna. Menunjukkan betapa sempurnanya sang pencipta. Keindahannya membuat saya takjub, sungguh betapa agung karya Tuhan. Hati saya terharu, membuncah kegirangan betapa baiknya Tuhan telah menganugerahkan alam yang tak terkira indahnya bagi kita.

Seandainya saya sudah menjejakkan kaki di putihnya pasir pantai di kepulauan Raja Ampat, saya akan berucap syukur kepada Tuhan yang telah berbaik hati membawa saya ke Surga Terakhir Dunia dan tentunya menyiapkan agenda perjalanan yang akan saya lakukan.
Apa saja itu :
  • Mengunjungi Kabui Bay yang memiliki banyak pulau karang (karst), gua tengkorak, dan tempat bersejarah Raja Ampat di Kali Raja.
  • Mengunjungi desa Arborek, tak lupa snorkeling dan menyelam untuk melihat ikan pari manta. Berharap bisa menyelam bersama ikan pari manta. Menurut Wonderful Indonesia  Ikan pari manta di sini tak segan-segan berenang mendekati penyelam seolah mengajak bercengkrama dan menari di dalam air.
  • Melihat pertunjukan suling bambu tradisional yang disebut suling tambur di bagian barat dan utara Waigeo
  • Melihat berbagai jenis burung di Desa Yenwaupnor dan Sawinggrai,
  • Ke pantai berpasir putih dengan bebek laut dan karang yang indah di Sawandarek dan bertemu masyarakat asli nya.
  • Bermain kayak
  • Mengunjungi Burung Cenderawasih Merah khas Papua
  • Menikmati indahnya pulau-pulau karang (karst) di sekitar Pulau Wayag
  • Menjelajahi gua kelelawar (bukan kelelawar varietas Dark Knight)
  • Membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh pengrajin Asmat
  • Memancing menggunakan cara tradisional Papua 
  • Trekking untuk menemukan air terjun di Salawati 
  •  Memberi makan kuskus



Merasakan sensasi terombang-ambing di tengah laut sumber Wonderful Indonesia

Bersihnya pantai di Raja Ampat   Wonderful Indonesia


Belanja anyaman di desa Arborek  sumber Wonderful Indonesia


Bermain Kayak  credit


Menyelam bersama ikan Pari yang guede  credit

Ikan cantik di birunya lautan credit
Menikmati romantisme malam di resort bersama suami  credit

Rute perjalanan ke Raja Ampat :
Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita harus cerdas, memilih angkutan apa yang kita gunakan, tentunya sesuai budget yang kita  miliki. Kita tidak perlu bingung, banyak informasi bisa kita dapat dari www.indonesia.travel selaku Indonesia Official Tourism Website.
Untuk mencapai Raja Ampat dari Jakarta, ada tiga alternatif. 
  1. Menggunakan kapal PELNI (Rp 700.000-800.000/orang, sekali jalan). Paling murah, tapi perjalanannya paling lama. 5 Hari 4 malam hingga tiba di Kota Sorong.
  2. Membeli tiket promo penerbangan langsung ke Sorong. Beberapa maskapai nasioal melayani rute ini. Kita bisa mencari maskapai yang sering promo misal Sriwijaya Air dengan program Buy 1 Get 1 Free. Ini berlaku untuk dua orang, dengan hanya Rp 1 juta per orang. Tinggal dikali dua untuk ongkos pulang-pergi.
  3. Melakukan penerbangan (promo tentunya) dari Jakarta ke Ambon, lalu lanjut dengan kapal PELNI dari Ambon-Sorong. Tapi siap-siap saja, karena kapal PELNI ini hanya mampir sekitar 1 minggu sekali.
  4. Jika memiliki budget lebih sesampai di Sorong kita menggunakan pesawat  Susi Air  yang berkapasitas 14 orang.
Setelah tiba di Sorong, kita bisa menyewa taksi isi 5 orang (sekitar Rp 50.000-70.000 sekali jalan) menuju Pelabuhan Rakyat. Sebelum naik kapal menuju Waisai (ibukota Raja Ampat), Anda sebaiknya membeli perbekalan terlebih dahulu. Air minum yang banyak, juga makanan instan seperti mie. Harga bahan makanan di Sorong lebih murah dari pada Raja Ampat.
Seperti dilansir dalam www.indonesia.travel kita bisa memulai Sorong, ada dua jenis perahu yaitu speed boat dan perahu panjang. Menggunakan speed boat dapat mengangkut 15 penumpang dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit, harga ongkosnya Rp2.000.000,00. Sementara dengan perahu panjang mengangkut 10 penumpang dengan waktu tempuh 2-3 jam, harga ongkosnya Rp1.200.000,00.
Dari pelabuhan Waisai, kita bisa menggunakan jasa ojek untuk mencari penginapan di kotanya (sekitar Rp 20.000, 15 menit perjalanan). Tapi sebelum check in, Anda harus mendatangi kantor Depbudpar setempat. Tiap wisatawan yang masuk ke wilayah Raja Ampat dikenakan biaya konservasi sebesar Rp 200.000 (turis domestik) dan Rp 500.000 (turis mancanegara).

Indonesia, inilah negeri yang menakjubkan. Tempat dimana ada banyak hal akan kita temukan di kepulauan hijau nan indah yang disebut sebagai zambrud khatulistiwa ini. Sebuah negeri yang menawan dengan pesona keanekaragaman alam dan budaya, berpadu bersama masyarakatnya yang ramah dan mampu memberi kesan mendalam.



Hendaklah kita mengenalkan pariwisata Raja Ampat kepada dunia agar masyarakat lebih sejahtera dan sadar akan kekayaan alam di sekitar nya serta ikut melestarikan agar anak – cucu kita  kelak dapat menikmati.

3 comments:

  1. Komplit plit reviewnya...gt lak ya mbak,,,,semoga sukses lombanya...amien..

    ReplyDelete
  2. semoga suatu hari saya bisa berkunjung ke raja ampat...suksek mba lombanya, salam kenal:)

    ReplyDelete

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)

Popular Posts