Skip to main content

Buang Khawatir Bersama GOJEK

Era digital sungguh membahagiakan banyak orang. Terutama saya yang merasa sangat dimanjakan dengan kemajuan teknologi digital. Keberadaan teknologi digital membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Misalkan saja dalam urusan transportasi. Sebulan sekali saya ada tugas luar dari kantor. Dulu sebelum ada ojek online, suami saya harus kerepotan mengantar saya ke bandara atau stasiun. Jika waktunya siang hari mungkin tak masalah, namun seringnya saya harus berangkat malam atau sampai di Jogja malam. Itu sungguh merepotkan karena jika sudah lebih dari jam 8 anak-anak biasanya sudah tidur. 
Sungguh saya tak tega jika melihat anak-anak harus ikut mengantar dan tidur di mobil, kemudian pas pulang mereka sadar sudah nggak ada mamaknya, bakal bikin perang dunia III.  Hahahaha.
Sepertinya saya harus berterima kasih pada penemu dan pemilik GOJEK yang sudah mengembangkan aplikasi yang sangat berguna ini. Saya bisa memesan mobil ataupun motor dengan mudah, diantarkan sampai lokasi tujuan tanpa repot…

GOLPUT NO WAY, NYOBLOS YESS!!



Wah…dah April ya,tanggal muda berarti..ihiiirrr…gajian..*ngguya-ngguyu* ya walopun gaji ga seberapa,tetap bersyukur masih bisa belanja untuk kehidupan sehari-hari ,masih banyak orang lain yang harus bekerja keras untuk sekedar mengisi perut.Dan mereka tidak seberuntung kita.

Sebentar lagi tanggal 9 April, bangsa kita akan mengadakan hajat besar ,pesta demokrasi yang diadakan 5 tahun sekali, tentunya sebagai warga negara yang baik kita diharapkan(diwajibkan) untuk berpartisipasi. 
Tentunya yang sudah  berusia 17 tahun ples atau yang sudah menikah.Walaupun kondisi politik yang sedang tidak “baik” dan saat ini banyak anggota wakil rakyat banyak yang terlibat beraneka macam kasus, ada korupsi, gratifikasi ataupun kasus lainnya , kita harus tetap optimis semua bisa diperbaiki. Gimana caranya? Ya kita harus menggunakan hak pilih kitalah, sayang kan hak yang hanya kita dapatkan 5 tahun sekali harus dibuang percuma.
Walopun kalo pas liat tipi berita tentang para anggota dewan yang terhormat banyak yang menjengkelkan , ada yang cuma tidur, berkoar-koar ga jelas, bolos siding , korupsi , punya banyak istri , tapi saya tetap akan mencoblos. Tidak bersikap apatis (tidak peduli) dan  masa bodoh dengan bergolput.
Banyak yang bilang,
“Golput ajalah, ngapain nyoblos , ngrepot-ngrepotin aja”
Walopun  golput tidak dilarang ,tapi sangat tidak dianjurkan. Golput itu seperti saat kita berjalan , dan di depan kita ada persimpangan , kita harus memilih mau ke kiri atau ke kanan. Kita harus menimbang dan akhirnya memutuskan mau pilih jalan yang mana. Jika kita tak memilih dan takut jika ke kiri ntar begini , ke kanan begitu kita ga bakalan maju dan cuma jalan di tempat. Diam ,”mbegogok wae” kata orang Jawa ,seperti itulah orang yang golput.
Menurut saya , mencoblos itu bukan hanya HAK tapi juga KEWAJIBAN ,jadi ga ada alasan untuk golput. Sebagai warga negara yang tinggal di Indonesia, makan dari hasil bumi Indonesia kita harus ikut menentukan nasib bangsa ini. Kita harus memilih siapa yang jadi wakil kita, tidak perlu berkilah kalo tidak ada calon legislatif(caleg) yang kompeten  dan berakhlak baik. Dari ribuan calon legislatif itu pasti ada yang baik, tidak semua buruk. Kalo dalam pepatah Jawa ,
“Sak apik-apike uwong mesti enek elekke, sak elek-elekke uwong mesti enek apikke”
Selama ini, saya sangat antusias dengan yang namanya Pemilihan, kalo dikampung biasa disebut "pilihan", entah itu pemilihan Lurah, Bupati , Gubernur dan pemilihan caleg. Walaupun harus mudik, karena masih terdaftar di DPT daerah, tidak mengurungkan niat saya untuk mencoblos. Terlebih saat "pilihan" itu bisa bertemu teman lama atau saudara , karena biasanya saat event tersebut masyarakat pada kumpul-kumpul.
Tentunya sebagai pemilih kita harus aktif dan jangan sampai salah memilih. Dijaman yang serba internet  tentunya lebih gampang bagi kita untuk melihat rekam jejak ataupun latar belakang para caleg itu. Salah satunya dengan mengunjungi http://dct.kpu.go.id/index.php.  Di situs ini kita bisa melihat daftar calon anggota DPD, DPR dan DPRD dari semua partai peserta pemilu. 

Oh ya, di Pemilu 2014 ini  ada 4 calon  legislatif dari partai yang harus kita pilih , yaitu :
  1. DPR RI / Dewan Perwakilan Rakyat RI yang bakal duduk di senayan sana. Mereka wakil rakyat nasional.
  2. DPRD I / Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  Provinsi
  3. DPRD II / Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota / Kabupaten
  4. DPD/Dewan Perwakilan Daerah , anggota DPD tidak berasal dari partai , mereka wakil provinsi yang biasanya tokoh daerah yang b akal menjadi anggota MPR.
Oh ya….buat kamu-kamu yang peduli dengan bangsa ini, berikut tips cerdas memilih :
  • Pastikan nama anda tercatat dalam DPT
  • Lihat rekam jejak para caleg
  • Cermati dan pelajari visi misinya
  • Pake hati nurani dan insting anda
  • Datang ke TPS terdekat pada 9 April nanti
  • Gunakan hak pilih anda.


"Bapak-bapak ibu-ibu semua yang ada disini ,nyoblos yuuuk"

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…