Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Enaknya Bonggol Pisang

Teman kantor saya kemaren ada yang ijin ga masuk karena ada keperluan keluarga. Hari ini dia bawa oleh-oleh aneka macam kripik dari Gunung Kidul. Teman saya tersebut memang berasal dari Wonosari Gunung Kidul. Ada kripik tempe, Kripik rebon, ama kripik dari bonggol pisang.

Yang paling menarik bagi saya tentu kripik dari bonggol pisang, jujur saya baru tahu kalo bonggol pisang bisa diolah jadi makanan. Kripik bonggol ini rasanya unik ,gurih-gurih manis gitu. Cocok banget dimakan sore-sore pas hujan ditemani teh manis.Yummy....kapan ya dapet oleh-oleh lagi...hohoho...ngarep.
Setahu saya cuma buah dan daunnya yang bisa digunakan ternyata bonggolnya juga. Saya jadi membayangkan pohon pisang tuch bonggolnya yang mana ya?kayaknya bagian bawah ato bisa dibilang akarnya.
 Karena penasaran ama si bonggol ini saya pun meluncur ke sana kemari, dari sini saya jadi tahu kalo jaman dulu , tepatnya jaman penjajahan masyarakat kekurangan bahan pangan ,masyarakat Indonesia mengkonsumsi bonggol pisan…

Belenggu (Kenangan)

Sungguh,
tempat ini sungguh gelap,
tak terlihat apapun,
kuberasa buta.
hanya sesekali terlihat sekelebat bayangan.

Kadang ,sesosok bayangan terlihat disana
Slide film lama diputar berulang-ulang
pertemuan  ,kegembiraaan ,keharuan ,keikhlasan ,tangisan , perpisahan.
lalu gelap.

Aku ingin melangkah pergi tapi kakiku terantai,
aku ingin meraih sesuatu tapi tanganku terikat,
aku ingin  berteriak tapi suaraku tertahan.


Aku terdiam
termangu.

Bayangan itu muncul lagi,
lagi
dan lagi.

Lihat, ada setitik cahaya
ternyata , ada pintu diujung sana.

Aku lega ,
ada harapan,
aku ingin keluar dari belenggu ini.

Tapi, di mana kunci pintu itu,
aku tak jua menemukannya.

Senggigi , 13 Mei 2009





Kemana Aku Harus Membuangmu?

Beberapa hari ini saya bingung banget, soalnya diaper kotor Saka dah menumpuk dan ga tahu mau dibuang kemana. Karena akhir-akhir ini hujan terpaksa pake diaper terus. Cucian ga kering mak. Biasanya saya membuang sampah di tempat sampah dekat pasar. Tapi, beberapa hari yang lalu tu tempat sampah koq ngilang,cling...kemane ya perginya. Apa diumpetin ama emak-emak penjual di pasar ya. Mungkin sich,soalnya akhir-akhir ini tuch sampah numpuk banyaak ampe luber dari baknya yang segede truk. Dan yang buang sampah bukan pihak pasar , tapi masyarakat luar yang sering lewat situ. Mungkin pihak pasar mangkel ato bahasa kerennya juengkel , pada ga berhak koq malah buang sampah disitu. Kalo saya kan rumahnya deket pasar dan dari dulu buang disitu ,berhak kali ya.....(bela diri dech..)


Kembali ke laptop....
Back to diapernya Saka, saya sebenarnya kurang suka makein diaper ke Saka , disamping boros ,bingung buangnya kemana ples celana-celana nya yang banyak jadi ga kepake. Kalo saya dirumah, saya l…

Cetar Membahana

Hatsiiiii...............Paling sebel kalo suami bersin, suaranya itu low , seru timen alias kenceng banget. Suaranya cetar membahana kalo kata mbakyu Syahrini. Suamiku memang alergi dingin n debu ,so tiap pagi abis mandi pasti dech hatsii...hatsii.. Belum kalo lagi bersih-bersih banyak debu , langsung ambil suara huatttttsssiiiii..
Saya termasuk orang yang jarang bersin ,paling sehari sekali itupun jarang. Jadi agak gimana gitu kalo ada orang sering bersin bersin, berisik gimana gitu. Tapi gimana lagi, itu suami2 gue masak mo dituker.
Paling sebelnya kalo anak-anak lagi tidur, apalagi yang bayi, bakalan kebangun dech denger bapaknya bersin. Udah yang nidurin lama , ibunya keburu ngerjain kerjaan yang numpuk, ehhh...malah dengan manisnya terbangun gara-gara bersinan tuh bapak.
Bersin emang ga bisa dihindari, dah otomatis dari tubuh. Kalo secara ilmiah  bersin adalah keluarnya udara semi otonom yang terjadi dengan keras lewat hidung dan mulut. Kecepatan udara ini dapat mencapai kecepat…

Kapan seleseinya....

Cihuiii...dapet buku baru nich. Dapet minjem maksudnya. Ni buku punya adik ipar,seorang guru SD. Entah,karena terpengaruh si pacar ato karena tuntutan profesi,akhir-akhir ini dia tertarik ama buku.
Surga Juga di Telapak Kaki Ayah,karangan Safira Attala. Judulnya bikin penasaran,cos biasanya yang berhubungan dengan surga kan telapak kaki Ibu. Dan yang biasa dielu-elukan adalah sosok ibu. Mungkin  penulis ingin membuka mata kita tentang sosok seorang ayah, yang hanya jadi bayang-bayang ibu.
Ayah,kasihnya tak terucap tapi terlihat.
* ehmm....semoga segera bisa menyeleseikan tumpukan baju yg belum dilipet,biar bisa baca....

Pagi ini..

Pagi ini begitu dingin.entah sudah jam berapa.Seperti biasa celotehan Arsaka membangunkanku.Selepas subuh dia sudah bangun,dan akupun nggak bisa ngapa-ngapain.Piring-piring kotor tlah menunggu untuk dijamah,tapi si kecilku pasti tak mau ditinggal. Biarlah kubercanda dengan makluk mungil lucu nan menggemaskan ini. Aku tak perlu terburu-buru,ini hari minggu ga perlu ke kantor. Dan Arsaka mulai cengar cengir, bau tak enak menyeruak. Pup kau nak?baiklah,kutaruh saja tablet ini,tugas ibu menunggu..
Selamat pagi semua

Sudahlah

Sudahlah,

Hentikanlah tangisan Kau,
Kata Emak,tak eloklah laki-laki menangis,
Janganlah Kau cengeng.

Sudahlah,

'Tuk apa kau menangis,
Jurang didepan terlalu dalam,
Beranikah Kau melompat?
Tak kan!

Sudahlah,

Segeralah Kau pulang,
Emak Kau sudah menunggu,
Ibuku pun juga.

Sudahlah,

Hentikanlah ini semua,
Kau buatku gila,
Kau tak berani beranjak,
Akupun tidak,
Cintaku kepadaNya melebihi apapun,
Tapi cintaku kepada Kaupun setengah mati.

Sudah,

Berhentilah Kau menangis,
Aku tak tahan.

Sini,
Menangislah di dadaku
Biar hilang rasamu

Tapi,
Bolehlah Kau peluk aku tuk terakhir ini

Pulanglah,

Lupakan,

Tak usah Kau simpan,
Hanya membuat lara hati

Sudah,

Nguri-uri Kabudayan Jawi

Irit-irit Dahulu, Senang-senang Kemudian

Hallo pemirsa , malam ini hujan tak kunjung berhenti , duo baby boy sudah bobo , mending nulis-nulis aja yach. Jadi inget kontes Giveawaynya Emak  Kaka Akin yang temanya  Irit tapi Bukan Pelit. Ehm...jadi mikir kira-kira apa ya , yang sudah sudah saya lakukan selama ini dan masuk kriteria Irit tapi Bukan Pelit. Gampang - gampang susah sich, soalnya biasanya yang ngirit itu cenderung pelit, apalagi bagi kaum emak - emak yang pengeluaran harus dihitung senjlimet mungkin biar dapur ngepul sampai tanggalnya (hoho ..pengalaman pribadi nich)
Seinget saya akhir - akhir ini yang saya lakukan biar ngirit tapi nggak pelit ,adalah ....(jreng...jreng...sound effectnya....)
1. ASI
    Saat ini anak saya yang ke dua Arsaka usianya 5 bulan dan selama ini saya hanya memberikan ASI tanpa sufor , karena memang saya mengutamakan ASI Ekslusif dan kalau bisa sampai dia berumur 2 tahun (mudah-mudahan). Seperti anak saya yang pertama , juga minum ASI sampai 1,5 tahun. Sedih juga tidak sampai 2 tahun , karen…

Kangen

Rasa ini menderaku semalaman,
saat kau tak  disisi,
saat kau tak ada dalam dekapan,
dan dadaku terasa kosong.

Matamu yg sipit ,tapi kau suka melirikku dengan nakal
Wajahmu yang oriental,pertanda kau memang bagian dari ku
Sifatmu yang pemalu , membuatmu semakin dekat denganku
Senyum manismu yang membuatku luluh,

Tapi,
Kadang tingkah isengmu membuatku kesal,
Kenakalanmu membuatku berteriak dengan suara sopran,
Keras kepalamu yang menggambarkan diriku,
Lakumu yang manja kadang membuatku makan hati.



Sayang,
Ketiadaanmu membuatku gundah,
kata anak sekarang,
aku sedang galau,
makan tak enak,
tidurpun tak nyenyak,

Semalam,
rasanya bagai setahun,
waktu berjalan begitu lamban,
ku tak tahan berjumpa denganmu,
rasanya ingin ku berlari,
menjemputmu,
memelukmu,

Tuhan, aku tak tahan........




Ini Resolusiku,apa Resolusimu?

Preeeet.......
preeet....
Daaaar.....
deerrrr...
doooor........
Pasti rame banget ya diluaran sana, ada yang niup terompet,ada yang nyalain kembang api, ada yang sekedar nongkrong ,semuanya ingin menyambut tahun baru 2014.


Tapi untuk tahun ini keriuhan diluar sana tak menggusik ku  ,ya iyalah , cukup dirumah aja, secara punya satu balita dan satu baby, mending ngelonin dua anak lanang tersayang. Ditambah cuaca yang sama sekali tak mendukung, gerimis dari pagi .
Ehm...taun baru ya, tak terasa sudah satu tahun terlewati , banyak hal yang terjadi , banyak mimpi yang terwujud, banyak juga yang belum terwujud. Terlepas dari itu semua, saya harus banyak bersyukur atas segala berkah dari Tuhan , keluarga kecil yang bahagia,suami yang baik,pekerjaan yang lancar ,mertua yang baik , tambah keluarga baru dan kesehatan yang tak ternilai tentunya...Give Thanks to the Lord.
Sebelum hari berganti , saya harus menentukan tujuan / capaian apa yang harus saya perjuangkan di tahun ini. Banyak hal yang …