Lagu Sulung, Sebuah Kado yang "Cukup" Bagiku

Mengapa Toxic Positivity dapat Mengganggu

    


 

Sejauh ini bisakah kamu bersikap positif? Harusnya bisa donk. Bersikap positif merupakan sikap mental yang membuat kita berharap untuk mendapatkan hasil yang baik, bahkan terbaik dan menguntungkan. Tapi, ada juga sikap "positif" yang ternyata tidak berdampak baikInilah alasannya: Toxic positivity adalah kekuatan tak terlihat yang menyebabkan orang menjadi kurang sukses, lebih egois, dan bahkan lebih mudah tertipu. Kami menyebutnya "tidak terlihat" karena kebanyakan orang bahkan tidak tahu apa itu. Toxic positivity adalah perasaan bahagia atau ceria padahal sebenarnya tidak. Kebahagiaan palsu itulah yang orang katakan kepada kamu seperti "Be happy!" atau "Ini akan menjadi lebih baik, jangan khawatir," ketika sesuatu yang sangat buruk terjadi padamu. Karena hal tersebut dapat mengganggumu, kamu bisa  kehilangan konsentrasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari hingga kamu harus mencari cara meningkatkan konsentrasi.  Lalu bagaimana jika itu tidak berhasil? 

         Sehingga kamu harus mencari cara meningkatkan konsentrasi, lalu bagaimana jika itu tidak berhasil? Ini akan berefek pada hal-hal lainnya yang ada pada diri kamu.

Berikut adalah cara untuk menghindari toxic positivity :

1.   Sambut perasaan dengan mengasihi diri

Langkah pertama saat kamu merasakan emosi yang tidak terlalu hebat:

kenali bagaimana perasaan kamu

dan betapa sulitnya itu.

2.   Menyadari bahwa itu bagian dari menjadi manusia

Meskipun Instagram mungkin membuat orang lain merasa bahagia selama

sepanjang hari, penting untuk

diketahui bahwa kita semua merasakan emosi negatif,

bahkan orang dengan 10 ribu pengikut itu.

Mengakui bahwa tidak bahagia adalah bagian dari

hidup dapat membantu kita merasa lebih terkendali.

3.   Cobalah menulis

Jika kamu merasa emosi dalam hatimu sudah tidak dapat terbendung lagi, cobalah memulai untuk menulis dan luapkanlah apa yang kamu rasakan,

apa yang ingin kamu bicarakan. Salah satu metode teruji dan benar terbaik untuk menerima emosi kita adalah menulis atau membuat jurnal.

 

“Jurnal seperti titik pemeriksaan antara emosi Anda dan dunia,” Beth Jacobs, begitu kata salah satu orang besar yang terkenal.

 Menulis bisa memberi kelegaan, seperti yang saya lakukan. Menulis uneg-uneg atau pemikiran yang ada di kepala

dalam blog. Saya merasa ringan dan bisa saja tulisan saya bermanfaat bagi orang lain.

            Semoga artikel ini dapat membantumu untuk keluar dari hal tersebut ya!

            good luck!

 

 

Comments