Lagu Sulung, Sebuah Kado yang "Cukup" Bagiku

Perlukah Meminjam Uang?



Masa pandemi benar-benar membuat perekonomian negara kita dan global carut marut nggak karuan. Tentu saja perekonomian tiap keluarga yang juga terimbas karena rentetan akibat dari hadirnya virus yang besarnya 8x lebih kecil dari helai rambut kita. 

Di tengah ketidakpastian financial kita harus cerdas dalam mengelola keuangan. Kalau saya memilih mengevaluasi kembali pemasukan dan pengeluaran. Jujur, alur pemasukan dan pengeluaran jauh berbeda. dengan kondisi normal. Tapi masih bersyukur sejauh ini masih sehat dan dapur masih bisa ngepul. 

Pegawai tetap, freelancer, ataupun pengusaha turut merasakan dampak pandemi Covid-19. Banyak perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan karena produksi berkurang, dengan rentetan terpaksa mengurangi jumlah pekerja. Pekerja pabrik terkena imbasnya dan di PHK. Yang berarti tak ada lagi pemasukan, padahal kebutuhan hidup tetap berjalan.

Meski pekerja tetap jangan dibilang saya tidak terkena imbasnya gaes. Perekonomian sempat goyang juga karena Inul joged. LoL. Tak ada lagi undangan liputan blogger, dinas luar tak ada lagi, sedang bisnis suami juga ikutan mandeg.

Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga

1. Siapkan Dana Cadangan/Darurat

Pandemi ini mengajarkan kita jika dana darurat benar-benar penting. Ketika pendapatan terpaksa berhenti. Tak ada uang masuk, maka dana daruratlah satu-satunya jalan agar kita bisa tetap survive. Sayangnya tak banyak orang yang memiliki dana cadangan/dana darurat. Saya pun begitu, tak punya dana cadangan -- jika yang dimaksud benar-benar dana cadangan sebesar 3x pemasukan, bukan tabungan dan bukan investasi--

Terkadang saya membayangkan, saudara yang penghasilannya tidak tetap, atau gaji dibawah UMR dengan anak 3, bini atu dan pendapatan tunggal, apakah bisa punya dana cadangan?

Susah, tapi jika berusaha bisa kok.   Yuk sabi yuk!

Dana cadangan bisa dimanfaatkan seperti saat sekarang, pendapat berkurang dan kita bisa menggunakan dana cadangan yang tidak mngutak-atik alokasi anggaran lain.

2. Mengevaluasi pemasukan dan pengeluaran anggaran keluarga

Alur pemasukan dan pengeluaran di masa pandemi ini sungguh berbeda dengan kondisi normal. Pengeluaran les musik tak ada lagi tapi pengeluaran aneka vitamin dan perlengkapan kesehatan bertambah. Traveling berkurang tapi kebutuhan kuota makin banyak. Lha podho wae rek!

Untuk itulah kita perlu mencermati lagi besarnya pemasukan dan memodifikasi alokasi anggaran pengeluaran. Jika sebelumnya pos pengeluaran terdiri dari : biaya hidup, biaya pendidikan, angsuran ((macem-macem)), hiburan, dana lain-lain. Maka pos pengeluaran sekarang berbeda,  pos hiburan dialihkan ke pos kesehatan dan tabungan.

3. Bijak dalam Berbelanja

Skala prioritas harus benar-benar diterapkan, mana yang benar-benar kebutuhan wajib, perlu dan keinginan. Mengingat saat ini kita belum tahu pandemi kapan akan berakhir, maka kita harus berhemat dan hanya berbelanja sesuatu yang merupakan kebutuhan wajib dan keperluan. 

Keinginan update smartphone terbaru ditunda aja deh, meski godaan aiphone 12 tak berhenti juga. 

Mengenal kemampuan financial pribadi, tentu jangan dibandingkan dengan orang lain yang skala prioritas ataupun besaran anggaran yang juga berbeda. 

Solusi Pinjaman Tunaiku

Seperti yang sudah saya bahas diatas ya gaes. Membicarakan ekonomi itu tidak semudah teori dalam jurnal. Ada kalanya kepentok kebutuhan, atau keperluan mendadak yang tidak bisa ditunda mau tidak mau kita membutuhkan suntikan dana, bisa dana segar dari keluarga atau kerabat.

Tapi, saran saya sih mending meminjam di bank atau layanan pinjaman yang aman, tidak merepotkan orang dan nggak bikin canggung. Pinjam uang ke orang itu bikin canggung lho gaes. Apalagi saat ini ada fasilitas pinjaman online yang cukup dengan aplikasi online. Mudah dan tidak ribet.

Pentingnya Kredibilitas Pinjaman Tunai Online

Pinjam uang adalah jalan terakhir dengan berbagai pertimbangan antara lain, kita sudah meghitung besarnya cicilan dan sanggup melunasi sesuai jadwal. 

Kita juga harus memilih layanan yang telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, jadinya aman. Bukan situs abal-abal yang justru bisa menyengsarakan kita. Situs pinjaman uang online yang resmi yaitu Tunaiku. Nasabah tak perlu merasa kawatir dan takut akan penipuan karena operasional Tunaiku dalam  pengawasan Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan lembaga independen yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan.

Pinjaman uang Tunaiku memiliki fasilitas pinjaman maksimal 20 juta dengan jangka waktu 20 bulan. Tunaiku merupakan teknologi finansial atau FinTech pertama di Indonesia yang menyediakan pinjaman uang  online tanpa agunan dari PT. Bank Amar Indonesia Tbk yang dimiliki oleh perusahaan multinasional TOLARAM.

Tunaiku mempunyai visi : Memberikan layanan kredit tanpa agunan yang mudah, aman, terpercaya kepada seluruh masyarakat Indonesia. Jika ada kebutuhan benar-benar mendesak Tunaiku bisa membantu memberikan pinjaman dengan cara yang cepat dan syarat yang mudah.

Jadi, kalau ada yang tanya perlukah kita meminjam uang? Jawabannya kembali ke diri masing-masing. Untuk apa uang yang kita pinjam itu. Benar-benar kebutuhan mendesak atau tidak. Adakah alternatif lain? Dan bisakah kita mengembalikan pinjaman tersebut.

Semoga bermanfaat.


Comments

  1. Betul banget deh sekarang kudu selektif mengeluarkan uang, apakah kebutuhan yang penting atau hanya sekadar ingin. Termasuk jajan-jajan es kopi dll..

    ReplyDelete

Post a comment

Hai kawan, terimakasih sudah mampir ya. Pembaca yang cantik dan ganteng boleh lho berkomentar, saya senang sekali jika anda berkenan meninggalkan jejak. Salam Prima :)