Lagu Sulung, Sebuah Kado yang "Cukup" Bagiku

Berikut Rahasia Menjaga Kesehatan Active Mom di Masa Pandemi

"Work form home telah berakhir, lalu bagaimana saya menghadapi dunia yang tak lagi sama. Pandemi hadir, ancaman penyakit menular bisa datang setiap saat. Tapi aku juga tidak bisa hanya diam di rumah. Pekerjaan di kantor telah menanti". 

1 Juni 2020

***

Akhir tahun menjelang. Tak terasa sebentar lagi tahun berganti. Beberapa pekan ke depan kita akan menghadapi 2021. Sungguh, sepuluh bulan terakhir adalah masa-masa dimana kita semua. - bahkan masyarakat global-  berjuang melawan pandemi Covid-19 . Suatu masa yang berat karena tak hanya berjuang melawan penyakit tapi juga serentetan permasalahan turunan seperti dampak ekonomi yang tentu saja membuatku harus bekerja lebih keras dan suami berpikir lebih kreatif membuka peluang usaha baru.

Disaat teman-temanku masih work from home. Tak perlu kemana-mana untuk menyelesaikan pekerjaanya, dan pekerjaan cenderung berkurang dibanding hari biasa. Maka, berbanding terbalik dengan  pekerjaan di kantorku yang makin menjadi. Tapi aku tak boleh mengeluh. Tugas sebagai abdi masyarakat ya memang harus melayani masyarakat bukan? 

Perekonomian yang cenderung menurun  tak bisa dibiarkan, pariwisata harus jalan agar bidang lain kembali hidup. Kebijakan-kebijakan disiapkan agar perekonomian bisa kembali melaju, tentu dengan kebiasaan baru yang menerapkan protokol kesehatan.

Pekerjaan saya di kantor membuatku kembali aktif bertemu dengan banyak orang dalam keadaan offline. Dari sesama teman kantor, pelaku wisata, penyedia jasa hingga wisatawan. 

Jujur, di awal pandemi aku sangat paranoid. Aku mengadaptasi semua kebiasaan baru sesuai protokol kesehatan yang di kampanyekan pemerintah. Aneka bacaan kesehatan terutama tentang Covid-19 aku pelajari. Dan tentu saja tips-tips menjaga kesehatan serta meningkatkan imun yang aku praktekkan.

Hari ini, tak terasa sudah 9 bulan sejak pandemi di negeri ini. Aku mencoba flashback ke belakang. Bersyukur dan bersyukur yang bisa kupanjatkan pada Tuhan karena hingga sekarang masih melindungi dan memberi kesehatan pada keluargaku. Tentu ini semua hadir bukan karena tanpa usaha. 

Okay, aku mau share apa aja sih yang aku lakukan untuk menjaga diri selama pandemi :

1.  Memakai masker 8 jam dalam sehari adalah salah satu cara agar terhindar dari penularan Covid-19. Jangan ditanya nyaman nggak memakai masker. Tentu tidak diawal-awal, tapi sekarang jika tak memakai masker malah merasa ada yang kurang. Masker sangat berguna, tak hanya melindungi diri dari droplet tapi memberi rasa nyaman bagiku yang tidak suka pake make up. LoL

2. Selalu menjaga jarak
Bertemu banyak orang tak bisa dihindari. Dimana aku harus rapat ataupun kegiatan yang harus tatap muka. Tapi, aku tetap mawas diri dan selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 M. Menghindari kerumunan jika itu tak berhubungan dengan pekerjaan. Pokoknya menghindari lah itu kebiasaan lama seperti berjabat tangan apalagi cipika-cipiki. Yang susah itu menjaga jarak sama suami. Hahahaha.

3. Sesering mungkin cuci tangan dan memakai hand sanitizer
Nah, cara ini juga nggak boleh ditinggalkan sama sekali. Sebelum masuk rumah cuci tangan, sebelum masuk kantor cuci tangan, bahkan sejam sekali ( saat ingat) aku akan berdiri dari kursi kantor menuju wastafel untuk cuci tangan. Ya , kuman dan virus bisa ada dimana-mana ;kan. Apalagi jika banyak barang yang disentuh, dari hp, mouse, hingga berkas-berkas surat yang habis dipegang orang lain. Mencuci tangan dengan sabun sangat efektif membunuh kuman yang ada di tangan kita.

4. Jangan Stress
Pandemi datang dan masalah banyak muncul, belum lagi kekawatiran tertular, ketakutan saat berada di luar rumah dan berbagai masalah lain bisa menyebabkan stress. Padahal stress bisa memicu turunnya fungsi organ tubuh dan bisa mendatangkan penyakit. So, easy going dan selalu berdoa aja sih biar nggak stress serta membuang segala kekawatiran dengan berpasrah pada Tuhan.

5. Menjaga imun/daya tahan tubuh

Sistem imun berfungsi menjaga kesehatan dengan melawan penyakit. Sistem ini akan melindungi tubuh dari infeksi bakteri maupun virus. Daya tahan tubuh harus terus aktif dan normal agar selalu sehat dan kuman dan virus ogah datang  ke kita.

Untuk menjaga sistem imun tubuh, pola makan sehat dan bervariasi sangatlah penting. Mengutip pernyataan Dr Jason Goldsmith dari University of Pensylvania's Institut for Immunology "Apa yang kita makan adalah bahan bakar tubuh kita, dan tanpa bahan bakar yang tepat sistem kekebalan tubuh tidak bekerja"

Soal asupan makan, aku benar-benar menjaga makanan yang perlu dikonsumsi dan yang tidak boleh. Terutama di masa pandemi ini, fisik harus tetap kuat. Jadi ibu harus bakoh lah.

Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah mengonsumsi asupan bernutrisi. Selain dari makanan, nutrisi juga bisa didapatkan dari produk herbal. Beberapa produk herbal diketahui aman untuk dikonsumsi dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Asupan nutrisi ini harus lengkap ya, dari karbohidrat, sayuran, buah, protein dan aku juga mengkonsumsi aneka herbal. Kalian tahulah negeri kita ini terkenal akan bahan herbalnya. Sangat rugi jika kita tidak memanfaatkan hasil negeri ini untuk kesehatan kita.
Diantara tanaman herbal lainnya, jah

1. Mengurangi reaksi alergi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minuman jahe dapat meredakan reaksi alergi. Hal tersebut karena tanaman herba ini memiliki efek antiradang yang mampu meredakan reaksi peradangan akibat alergi.

2. Menurunkan berat badan

Mengonsumsi minuman jahe merupakan salah satu cara menurunkan berat badan secara alami dan sehat. Meski klaim ini masih butuh diteliti lebih lanjut, minum teh jahe hangat memang bisa membuat Anda merasa kenyang.

3. Meredakan nyeri haid

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minuman jahe bisa meredakan nyeri haid. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa efektivitas minuman jahe dalam mengatasi nyeri haid tidak kalah dari obat antinyeri.

4. Meredakan nyeri sendi dan otot

Tidak hanya bisa meredakan nyeri saat haid, minuman jahe juga telah lama dipercaya mampu meredakan nyeri sendi akibat peradangan dan nyeri otot. Jahe juga bisa digunakan sebagai obat alami asam urat. Manfaat ini adalah berkat sifat antiradang yang dimiliki jahe.

5. Mencegah risiko penyakit jantung

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan antioksidan, mineral, dan asam amino dalam minuman jahe dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Sabagai active moms, aku memilih cara terpraktis dalam mengkonsumsi jahe yaitu tinggal menyeduh Herbadrink Jahe. Tak perlulah kupas-kupas jahe dan repot geprek jahe. Tinggal tuang di di cangkir, tambahkan air panas, aduk sebentar, nikmati saat hangat dan tubuh sehat.


Nah, selalu jaga kesehatan, disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah kunci agar tetap sehat dan active di masa pandemi.

Slam sehat.

Comments