Skip to main content

Yuk, Walking Tour di Kotagede

Matahari beringsut ke ufuk barat. Belum tenggelam sepenuhnya karena sinarnya masih terasa menyengat di kulit. Kami berempat sudah sampai di sebuah homestay di kawasan Kotagede. Disana sudah ada beberapa teman peserta Kotagede Walking Tour yang akan turut serta menjelajahi area Kotagede. Pastinya dengan berjalan kaki. Judulnya saja sudah walking tour. LoL
Tepat pukul 3 sore walking tour dimulai. Perjalanan diawali dari Lapangan Karang Kotagede, kemudian menyusuri gang-gang  kecil yang hanya bisa dilewati oleh pejalan kaki. Peserta walking tour  sekitar 10 orang termasuk saya, mas bojo dan duo anak lanang. Suami sempat bertanya ulang, apakah serius mau ikut jalan kaki dan gimana kalau anak-anak kecapekan? Spontan saya jawab dengan yakin. "Ya jadilah pak' e" 
Begitulah suami saya yang sering males-malesan kalau diajak jalan kaki agak jauh. Jadinya perlulah sesekali dikerjain diajak jalan agak jauh. Itung-itung olahraga. Hehehehe.
Temen saya, Adimas yang menjadi guide walki…

PT. Kanisius Industri Percetakan yang Ramah Lingkungan



Saya hirup O2 sebanyak-banyaknya. Memandang pepohonan yang menjulang tinggi dengan daunnya yang rimbun. Ingin rasanya duduk selonjoran di rumput hijau, hingga seseorang menyapa saya dan mempersilakan masuk ke ruang tamu.

Memasuki kompleks Percetakan Kanisius sejenak membuat saya lupa jika sedang berada di tengah kota Yogyakarta. Hiruk pikuk jalanan tak terdengar, yang terdengar bunyi cuitan burung dan kepak sayap burung yang terbang dari sarang burung di pohon beringin.

Ditemani Ibu Christin Natalia saya berkeliling kompleks  percetakan Kanisius.Jujur saya kagum dengan perusahaan ini, karena memiliki ruang terbuka hijau yang luas sehingga bisa menjadi lumbung oksigen bagi karyawan di percetakaan Kanisius bahkan bagi masyarakat disekitar kantor.

Perusahaan dengan Jiwa Holistik

Setiap industri pasti menghasilkan residu atas pengolahan barang mentah menjadi barang jadi, begitupula dengan PT. Kanisius yang merupakan industri yang bergerak dibidang percetakan. Tentunya operasional di industri ini juga menghasilkan limbah, dari limbah padat seperti kertas, limbah cair serta limbah bahan berbahaya dan beracun.

Saat berkeliling bersama mbak Christin saya jadi tahu pengolahan limbah di PT. Kanisius baik itu yang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta limbah cair. Untuk limbah cair, sejak tahun 2010 PT. Kanisius sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang bisa mengolah air limbah dari cucian mesin cetak menjadi air yang bisa dipergunakan lagi untuk operasional. Hemat air 'kan?

Tempat pengolahan limbah cair



Hasil residu limbah cair yang sudah diendapkan

 

Limbah cair yang tidak diolah dulu tetapi langsung dibuang di sungai sangat berbahaya, PT. Kanisius satu-satunya perusahaan di bidang percetakan di Jogja yang sudah bisa mengolah air limbah sendiri, perusahaan lain masih membuang limbah cair di sungai, meski air sudah diolah agar aman bagi lingkungan. 

Hasil dari pengolahan air limbah bisa mencukupi keperluan cuci plate dan roll cetak, sehingga mengurangi konsumsi air tanah yang persediaannya makin menipis. PT. Kanisius telah menerapkan prinsip 3R (recycle, reuse, reduce).

Untuk limbah bahan berbahaya dan beracun tidak dibuang sembarangan tetapi dikumpulkan dulu di tempat pembuangan akhir, dan setiap sebulan sekali sampah tersebut akan diambil oleh pengelola sampah yang bersertifikasi. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai pengolakahn LB3 melalui PP No. 101 tahun 2014, peraturana tersebut mengatur tentang bagaimana LB3 dikelola dengan dokumen sah, pengangkutan yang tersistem, serta tempat pengolahan dan pemanfaatan yang terstandarisasi. yang termasuk dalam Limbah Bahan berbahaya dan beracun dari PT. Kanisius adalah kaca, tinta dan lap tinta.


Keseriusan PT. Kanisius yang concern terhadapan pengelolaan lingkungan , lahan terbuka hijau lebih besar dari bangunan untuk penyerapan air tanah, produksi O2 yang lebih banyak, keanekaragaman hayati terjaga, ada tupai, sumur resapan lima belas, resapan air hujan sehingga menyimpan cadangan air makin banyak, area sekitar Kanisius terjaga sumber airnya. Untuk pohon-pohon di lingkungan PT. Kanisius juga dicek kesehatannya lho, agar bisa terdeteksi jika ada pohon yang sakit.


Teman-teman, kepedulian yang besar pada lingkungan  juga terfokus pada energi. PT. Kanisius memakai lampu LED dan pemasangan MCB sebagai pilihan efisiensi energi. Bahkan saat mati lampu produksi berhenti karena diesel menggunakan bahan bakar yang menghasilkan emisi udara dan menyebabkan polusi, kerjasama dengan PLN ada pemberitahuan akan mati lampu kapan dan  berapa jam listrik akan dipadamkan sehingga kantor bisa membuat jadwal yang disesuaikan bagi karyawan.

Apresiasi sebesar-besarnya bagi PT. Kanisius yang turut menjaga bumi dengan menjadi industri yang ramah lingkungan. Pengolahan IPAL yang bisa menghemat air tanah, tidak merusak alam dengan membuang LB3 sesuai dengan peraturan, memiliki ruang terbuka hijau yang luas dan tidak menghasilkan polusi udara. Tentunya ini bisa menjadi contoh bagi industri lain khususnya yang bergerak dibidang percetakan. Bahkan, kita sendiri bisa turut andil menjaga bumi ini dengan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian plastik dan hemat menggunakan energi. Semoga bumi makin lestari, demi anak cucu kita.

Salam Lestari.


Comments

Popular posts from this blog

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Kolam Renang Water Park Tirta Taman Sari Bantul

Kolam Renang Taman Tirtasari Bantul - Hayoo siapa suka berenang? Pasti banyak orang yang hobi berenang atau hanya sekedari ciblon main air, termasuk saya. Di kota besar banyak terdapat kolam renang di hotel atau water boom dengan fasilitas super lengkap. Bahkan, sebulan yang lalu ada water boom yang di klaim sebagai water boom terbesar se Jawa Tengah. Jogja Bay nama tempat itu.


Kali ini saya tidak akan membahas tentang Jogja Bay, tapi kolam renang di Bantul. Sebuah water park yang tidak terlalu besar, tapi lumayanlah untuk ukuran kota kecil seperti Bantul. Walaupun sederhana tapi sederhana, waterpark Tirta Tamansari ini selalu ramai pengunjung. Di hari libur banyak pengunjung bersama keluarga. Sedangkan saat hari biasa atau bukan hari libur, para siswa dari TK hingga SMA belajar berenang disini.

Bayangin aja, tiket masuk Waterpark Tirta Tamansari Bantul ini cuma 6000 IDR di hari biasa dan 8000 IDR di hari libur. Mulai anak berusia 2 tahun harus membeli tiket masuk dan  walaupupun pen…