Skip to main content

Kisah Sukses Bu Enny Sigit, Depo Minyak Kutus-Kutus di Yogyakarta

"Bantu orang dulu, tolong orang dulu, setelah menolong rejeki pasti akan datang" itu pedoman yang dipegang oleh Servasius Bambang Pranoto, penemu Minyak Kutus-Kutus Tamba Waras yang sekarang juga menjadi pegangan Ibu Enny Sigit dalam menolong orang disekitarnya sembuh dari sakit sekaligus membantu para reseller yang notabene teman, saudara dan handai taulan untuk menambah perekonomian keluarga dengan berjualan Minyak Kutus-Kutus.
Sabtu sore yang cerah saya berkunjung ke rumah Ibu Enny Sigit di kawasan Babarsari. Perempuan setengah baya yang masih terlihat enerjik. Keceriaan terpancar dari wajah beliau, meski sore itu tidak mengenakan makeup tapi Ibu Enny nampak segar dan bersemangat. Tak terlihat sedikit pun beliau pernah menderita berbagai macam penyakit degeneratif, termasuk radang sendi yang mengharuskan lutut beliau disuntik dan disedot secara rutin. 
Beliau dengan ramah mempersilakan saya masuk ke rumahnya. Kami ngobrol di ruang depan yang sudah disulap seperti toko Mi…

Akankah Pesanggrahan Ambarukmo Terlupakan?




"Buk itu gedung apa?" telunjuk Mas Nathan mengarah ke bangunan pendopo di belakang kami.

"Oh itu pendopo mas dalamnya ada kolam juga" walaupun belum pernah masuk ke setidaknya saya sedikit tahu tentang sejarah dari Pesanggrahan Ambarukmo.

"Ke situ yuk Buk!" Mas Nathan penasaran dan ingin melihat bagian dalam Pesanggrahan Ambarukmom

"Lha udah sore nggak boleh masuk, besok (kapan-kapan) saja ya" saya mebolak dengan halus ajakan anak lanang karena waktu tidak memungkinkan.

"Ok Buk" senyum anak lanang mengandung harapan untuk bisa berkunjung ke bangunan bersejarah yang terhimpit dua bangunan modern.

***

Salah satu mall favorit saya dan anak-anak yaitu Ambarukmo Plaza. Berlokasi tidak terlalu jauh dari rumah. Hanya membutuhkan waktu 15 menit saja berkendara dan kami sudah bisa menikmati pertokoan modern yang namanya sama dengan hotel berbintang 5 di sebelahnya.

Saat uang menipis dan anak minta ngemall bukan jadi perkara yang ribet bagi saya. Toh anak lanang tak pernah minta macam-macam dan mudah saya bujuk. Cukup beli roti Boy dan Mocca Float, dibawa keluar mall, jalan menuju air pancuran di timur mall dan dinikmati sembari melihat rindangnya pohon di sekitar pendopo Ambarukmo. Mereka sudah senang. Gembira. Tapi saya enggak, lha abis liat diskon sepatu di Sport Station tapi ga punya duwek. Wekakakaka.

Gaes, karena seringnya nongkrong di dekat pendopo Ambarakmo, saya jadi penasaran dengan bangunan yang ada dibelakang pendopo. Apalagi saya pernah membaca artikel jika di antara Mall dan hotel Ambarukmo ada sebuah gedung bersejarah dan ada kolam air yang begitu cantik. Tapi, yang bisa saya lihat dari depan hanya pendopo dan jujur agak takut masuk ke dalam karena memang sepi dan kawatir diusir jika bangunan itu tidak dibuka untuk masyarakat umum.

Btw, tempo hari saya sekeluarga berencana untuk melihat-lihat Pesanggrahan Ambarukmo. Sudah diniati dari rumah setelah sekian lama rencana hanya jadi wacana.
Ambarukmo Plaza terlihat dari bagian timur, dipancuran itulah saat senja saya nongkrong bersama anak lanang

Saya memarkir kendaraan di mall, bisa saja sih di area depan pendopo tapi parkir valet dan mahal. Atau parkir di hotel yang harus jalan kaki lebih jauh. Untuk praktisnya memang parkir di Ambarukmo Plaza sekalian nanti belanja disana.

 
Hening. Adem. Semilir angin sepoi-sepoi menghipnotis saya. Rindangnya pepohonan membuat suasana Jogja yang panas menguap. Saya seolah tidak berada di salah satu pusat kota Jogja. Tidak sedang berada di antara dua bangunan modern di jalan Solo. Tapi ada di sebuah tempat yang tenang dan jauh dari keramaian kota.


Saya berjalan melewati pendopo menuju bagian belakang. Saya agak bingung mencari pintu masuk. Dan sempat salah masuk menuju gedung dibaratnnya yang merupakan tempat spa milik kraton. Ada petugas penjaga yang memberi tahu lokasi pintu masuk tepat di belakang pendopo.


Ada seorang petugas yang menjaga buku tamu di dekat pintu masuk. Sesudah mengisi buku tamu kami dipersilahkan masuk. Saya juga menanyakan apakah boleh membawa kamera dan ternyata diperkenankan. 

Bagi dalam Museum Ambarukmo ini terdapat penjabaran isi dari Perjanjian Giyanti mengenai pemisahan Mataram Islam menjadi Surakata dan Yogyakarta. Selain itu terdapat jajaran portrait dari Sultan-sultan yang pernah memerintah di Kesultananan Yogyakarta Hadiningrat lengkap dengan penjelasan sejarah Ambarukmo. Bekas kamar utama di Dalem Ageng telah diisi dengan koleksi wayang, batik tulis serta keris yang telah diakui sebagai warisan dunia dari Indonesia oleh UNESCO. Pada kamar depan di sisi timur masih disakralkan hingga sekarang dimana kamar tersebut pernah menjadi kamar dari Hamengkubuwono VII. Untuk Bale Kambang yang terletak di bagian belakang bisa dikunjungi sesuai dengan peraturan yang telah tertulis disana.

Sejarah Pesanggrahan Ambarukmo :

Pesanggarahan Arjopurno masa pemerintahan Sri Sultah Hamengku Buwono VI artinya keselamatan atau kesejahteraan tahun 1860. Pesanggarahan ini direnovasi dan disempurnakan oleh Pangeran Mangkubumi atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono VII tahun 1897. Kemudian namanya diganti menjadi Pesanggarahan Ambarukmo mengandung arti keluhuran atau kemuliaan yang harum. Pangeran Hangabehi (Kepala Kori) Kraton mendapat perintah dari Sultan Hamengku Buwono VII untuk mempersiapkan penindahannya ke pesanggarahan ini. Setelah Sultan Hamengku Buwono VII pensiun menetap di pesanggarahan ini bersama permaisuri GKR Kencana. Kompleks ini digunakan sebagai tempat Pendidikan Inspektur Polisi Republik Indonesia tahun 1940-1950. Kemudian difungsikan sebagai Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman saat KRT Pringgodiningrat sebagai Bupati Sleman sampai tahun 1964. Pendirian bangunan Hotel Ambarukmo di sisi timur tahun 1957 hingga sekarang.



Anak-anak agak bosan melihat tulisan dan foto-foto para raja. Mereka sudah tak sabar ingin melihat kolam seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Benar saja. Duo anak lanang kegirangan dan pengen nyemplung. Dikiranya itu kolam renang umum. Saya jelaskan jika itu dulunya kolam para putri raja dan sekarang hanya untuk dilihat saja.



Bangunan yang terletak di bagian belakang atau paling utara ini dinamakan Bale Kambang. Sekilas kolam dan bangunan segi delapan ini mirip dengan Taman Sari dan ternyata dari sejarah yang tertulis di prasasti jika Bale Kambang memang terinspirasi dari Taman Sari yang digunakan untuk rekreasi istri raja dan lantai atas untuk bersemedi.


Pengunjung diperbolehkan naik ke lantai dua tetapi tidak diperbolehkan untuk memotret bagian atas. Saya sendiri cuma berjalan di bagian tangga saja tidak sampai menginjak lantai atas. Agak sungkan, meski sebelum saya datang tadi lantai dua digunakan untuk yoga sekelompok orang. Ohya, untuk ke lantai dua harus telanjang kaki ya, nggak boleh pakai sandal atau sepatu.

Sobat Prima, Jogja nggak hanya punya keraton Jogja, Kaliurang atau Parangtritis tapi punya sejarah terpendam yang bisa kamu telusuri di Pesanggrahan Ambarukmo. Kalian bisa belajar sejarah tentang Sultan Sugih, nama alias dari Sultan Hamengkubuwono VII yang sangat kaya karena memiliki banyak pabrik gula dijamannya. 

Jogja memang punya magnet tersendiri khususnya dibidang sejarah budaya makin kesini banyak wisatawan yang juga makin sadar akan sejarah budaya. Beruntung sih banyak moda transportasi yang bisa dipilih menuju ke Jogja. Dari naik mobil sendiri, kereta api hingga naik pesawat. Untuk kamu yang jauh dari Jogja sih lebih praktis dan tidak menghabiskan banyak waktu enak naik pesawat lagian tiket pesawat Garuda Indonesia gampang didapatkan hanya dengan sekali klik di situs www.pegipegi.com. 

Dalam sehari ada beberapa penerbangan menuju Jogja dari kota-kota di Indonesia. Harganya pun beravariasi tergantuk peak season dan jam terbang kamu. Semua bisa menyesuaikan budget dan waktu kamu. 

Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …