Skip to main content

Ditraktir Nonton Raminten Cabaret Show, Ternyata Begini Rasanya!

Rintik hujan belum juga berhenti. Perlahan titik-titik hujan itu mulai berkurang volumenya. Warna langit  kelabu mulai menghilang. Jalanan Jogja mulai padat, maklum saja Jumat sore waktunya para perantau pulang ke kampung halaman dan para pekerja meninggalkan tempat mereka mendulang rupiah dan kembali ke rumah.
Rintik hujan tak mengurangi semangat saya tetap melajukan motor menuju kawasan yang paling ingin didatangi oleh wisatawan tetapi sangat dihindari oleh orang Jogja. Malioboro. Jika tidak terpaksa rasanya orang Jogja males ke sini 'kan?
Macet. Berjubel manusia. Tapi, bagi orang luar Jogja, Malioboro serasa magnet dengan kekuatan super kuat.
Sesampai di Malioboro hujan telah berhenti. Rupanya Tuhan tahu keinginan umatnya. Para wisatawan ingin menikmati Malioboro tentunya tanpa berbasah-basahan. Begitupun saya yang harus berjalan kaki dari Malioboro Mall menuju Mirota Batik. Dari ujung ke ujung ye kan.
Jumat yg lalu seorang teman, Mas Bagus dari Cepu sedang berulang tahun dan…

Cafe BelajaR Ngopi Yogyakarta, Tempat Ngopi Sekaligus Belajar Ngopi


Hujan turun sangat deras. Biasanya saya tetap melaju menembus titik titik hujan. Tetapi kali ini saya memilih untuk berteduh. Kilat yang menyambar dan petir yang menggelegar tak urung membuat nyali saya ciut. Sebuah minimarket di jalan Taman Siswa  menjadi tempat berlindung dari hujan sekaligus berbelanja cemilan untuk buah tangan duo anak lanang.
Sebuah pesan masuk melalui whatsapp. 

"Mbak, aku udah sampai di Belajar Ngopi, tapi disini masih deres" bisa saya tebak, adek lanang ( ketemu gede ) yang mengirim pesan.

"Ya, udah mau sampai, nunggu agak reda dulu yauw" saya ketik huruf perhuruf membalas chat Dimas.

Dua puluh menit berlalu. Petir tak lagi menggelegar sedahsyat tadi. Pun dengan cahaya kilat tak terlihat lagi. Hujan belum sepenuhnya reda, tapi saya tak mau membuat seorang kawan menunggu saya terlalu lama. Ehm, alasan lebih spesifik karena saya tak sabar ingin mencicipi aneka kopi di BelajaR Ngopi Yogyakarta, sebuah kafe yang baru saja dibuka akhir bulan Desember yang lalu. Masih gress dan bikin penasaran sama kopi disana.

Lokasi Strategis Dekat Stasiun Lempuyangan dan RS Bethesda Lempuyangwangi


Cukup melihat google maps sekali dan saya langsung bisa memperkirakan lokasi cafe BelajaR Ngopi Yogyakarta. Berada di utara RS Bethesda Lempuyangwangi dan tak jauh dari Stasiun Lempuyangan. Di sebelah kafe ada cucian mobil, so jika kamu berencana mencuci mobil sekaligus mau ngopi, datang saja ke cafe BelajaR Ngopi.

Tampilan luar cafe Belajar Ngopi cukup sederhana tapi tetap memikat. Kombinasi warna merah dan coklat bata terlihat sangat serasi dan menarik. Saya jadi makin tertarik untuk masuk ke dalam cafe. Rupanya, Dimas sudah memesan cafe latte. Btw, ternyata kita ngga cuma sama-sama kurang "waras" tapi selera kopi kita sama yo Dim. LoL


Dan saya pun tergoda untuk menyeruput cafe latte panas dalam cangkir merah yang sudah tersaji di meja. Ehm, enak gaes. Rasa dingin abis kehujanan langsung lenyap, berganti rasa pahit dan manis yang berpendar di langit-langit mulut.






Cafe BelajaR Ngopi Yogyakarta bisa dibilang cukup luas. Asyik lah buat kongkow bareng temen, menikmati kopi bersama kesayangan, atau mengerjakan deadline kerjaan. Jangan kawatir soal jaringan internet. Wifi disini lumayan kenceng. Support banget buat kamu yang membutuhkan koneksi internet cepat.  Dan, hampir 2 jam disini, saya sangat terhibur dengan lantunan musik yang diputar. Kebetulan playlist yang diputar kok seleranya sama dengan selera musik saya.

Cafe BelajaR Ngopi buka sejak pagi lho, jika biasanya cafe buka siang hari di sini kamu sudah bisa menikmati kopi dari pukul 8 pagi dan tutup pada jam 8 malam.

Pilihan kopi di cafe BelajaR Ngopi cukup lengkap. Sebut saja Espresso, Cappucino, Cafe Latte. Untuk yang spesial ada Es Kopi Susu dan Es Kopi Susu Juara. Keduanya enak tapi memang yang lebih nendang Es Kopi Susu Signature atau Es Kopi Susu Juara. Maknyus gaes. Untuk single origin menggunakan kopi nusantara, ada Gayo, Pasundan dan beberapa jenis kopi lokal.


Sudut yang Nyaman dan Instagramable


Tak bisa dipungkiri selain ingin menikmati kopi yang enak kalian pasti ingin bersantai di tempat yang nyaman dan kalau bisa instagramable. Saat berkumpul bersama teman tak lupa sesi foto-foto nggak ketinggalan donk.



Menurut saya BelajaR Ngopi punya dua hal tersebut. Ada tempat duduk dengan meja panjang cocok untuk kamu yang datang beramai-ramai bareng geng. Atau duduk menyendiri menghadap jendela kaca. Mengerjakan tugas ataupun menyelesaikan pekerjaan akan lebih privat tanpa terganggu pengunjung lain.



Terus gimana soal harganya mbak?


Harga yang dibandrol untuk semua minuman di cafe BelajaR Ngopi berkisar antara 15 ribu hingga 25 ribu. Terjangkau lah untuk kalangan mahasiswa ataupun pekerja. Selain minuman, ada snack pendamping yaitu kentang goreng, resoles mayo dan pisang coklat dengan harga perporsi 15 ribu rupiah saja.


Minuman Non Kopi Buat Kamu yang Nggak Doyan Kopi


Tak semua orang doyan kopi. Mungkin ada yang tidak tahan dengan asamnya atau malah jantungnya berdebar setelah minum kopi. Serasa habis bertemu pacar gitu, jadi deg-degan. Namanya juga selera pasti beragam ;kan. Tapi cafe Belajar Ngopi punya minuman spesial, ada chocolate, susu kelon dan choco banana. Yang saya sebut paling akhir iru enak bangeeeets. Perpaduan antara coklat dan pisangnya pas banget. Meleleh di mulut gaes.


Belajar Menyeduh dan Olah Pikir

Saya sempat ngobrol dengan owner, pengelola serta barista cafe BelajaR Ngopi. Mereka sangat ramah. Saya juga jadi tahu tentang makna BelajaR Ngopi. Kata Belajar Ngopi bermakna ganda yaitu belajar ngopi yang sesungguhnya. Dimana tamu/pelanggan cafe bisa meracik sendiri kopinya dengan dipandu oleh barista. Pengunjung bisa belajar menyeduh kopinya sendiri. Untuk bulan kemaren masih gratis, konsumen tinggal membayar menu yang diinginkan saja. Untuk makna yang kedua ada filosofi tentang hidup. BelajaR Ngopi artinya belajar olah pikir atau mengasah pikiran.


para barista cafe BelajaR Ngopi
Ada yang mau dibikinin kopi nikmat dari dedek emesh ganteng ini?

Gimana gaes, ingin merasakan pengalaman menyeduh kopi atau mencicipi es kopi susu juara andalan cafe Belajar Ngopi? Cus ke Jl. Hayam Wuruk No.14, RW.001, Bausasran, Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55212


Dimas, cek di twitter @adimpil doi suka posting memetwit buat kamu yg suka horor


Comments

Popular posts from this blog

Villa Budi Luhur II , Villa Pilihan Keluarga di Sekipan Tawangmangu

Dah hari Jumat aja nih, weeked brooo, mari piknik biar awet muda ya. Kali ini saya mau membagi cerita piknik keluarga saya beberapa waktu yang lalu. Bukit Sekipan Tawangmangu bisa jadi pilihan kamu untuk berlibur bareng keluarga. Ada villa dengan view cantik, hutan pinus dibelakang rumah dan kebun strawberry di depannya. Nikmat apa yang saya dustakan coba.
Sedianya saya ingin berkeliling Semarang, bersama orangtua, keluarga saya dan adik-adik saya. Tapi hunting hotel koq harganya ga turun-turun dan Bapak saya enggan untuk berjalan jauh, akhirnya saya pengen ngadem aja di Tawangmangu.
Dah pada tahu kan, di Tawangmangu banyak villa cantik dan dekat obyek wisata Grojogan Sewu. Pasti sangat ramai, padahal saya pengen tempat yang sepi, tenang dan dingin. Ratusan hotel, villa dan penginapan berjajar di sekitar Tawangmangu, satu persatu villa saya hubungi dan Villa Budiluhur jadi pilihan saya. Pemilik menawarkan villanya yang baru, karena villa lama sudah dipesan orang lain. Jadilah saya be…

Pengen Baby Selalu Wangi? Ini Rahasianya Moms

Time flies so fast gaes, tak terasa anak mbarep saya sudah berusia lima tahun. Usia dimana "masa kritis" seorang anak telah terlampaui dan saya merasa sedikit lega. Kenapa dikatakan semasa balita merupakan masa kritis? Karena di usia bawah lima tahun seorang anak masih rentan terkena penyakit, masih membutuhkan penanganan ekstra dan perhatian khusus dari orang tua terutama Ibu.



Hari ini saya sangat bahagia, duo anak lanang sehat dan tumbuh dengan baik, walaupun yang mbarep agak langsingan sedang adiknya lebih gembul. Ya, namanya anak-anak berbeda dan unik. Keduanya amat saya sayangi dan cintai.


By the way busway ((siapa yg naik busway 'nyah)). Walaupun sekarang sudah tidak merasakan rempongnya punya bayi, tapi terkadang banyak hal yang berhubungan dengan bayi membuat saya kangen pengen megang bayi lagi (('sok bikin)). Jujur sih, saya pengen punya bayi lagi, tapi maunya cewek biar ada yang nurunin cantiknya saya ((hueex)), tapi sabar masa produktif saya masih beberapa…

11 Lagu Sedih Tentang Cinta Beda Agama

Hayoo, siapa yang belum pernah ngerasain patah hati. Sepertinya nggak ada yaaa, kecuali kamu belum pernah punya kekasih hati. Hahaha.  Saat lagi patah hati, paling enak 'tuh ya dengerin lagu sedih yang sesuai banget ama suasana hati yang mendayu-dayu. Puasin 'dah menangis berdarah-darah, apalagi terprovokasi lagu sedih yang membuat air mata tak henti mengalir. Karena, kalau lagi patah hati tapi berniat menghibur diri dengan mendengarkan lagu heppi tuh tetep kagak mempan. 
Mewek? Nggak papa koq. Asal kagak ada orang lain lihat atau orang yang kamu tangisi tahu. Bisa GeeR dia nanti. 
Ngomong-ngomong tentang patah hati atau putus cinta, banyak penyebabnya. Sebut saja, doi selingkuh, doi udah nggak cinta, doi dah bosen, doi dijodohin ortunya. Tapi, kalau menurut saya nih, putus cinta karena "perbedaan" itu yang bikin nyesek. Padahal keduanya saling mencintai. Tapi, tetep harus pisah. Nah lo!
Menjalani sebuah hubungan dengan perbedaan agama/keyakinan memang sangat berat …